Ribuan Santri Ikut Doakan Negara Mampu Bayar Utang ke Siak, Afni Zulkifli Pimpin Doa di Peringatan HSN 2026
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Suasana religius menyelimuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Siak, Sabtu (24/10/2026). Dalam momen penuh khidmat itu, Ribuan Santri Ikut Doakan Negara Mampu Bayar Utang ke Siak yang hingga kini masih dinantikan masyarakat setempat. Doa tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli, dan diaminkan serentak oleh para ulama, pimpinan pondok pesantren, serta seluruh peserta upacara.
Afni, yang dikenal sebagai bupati perempuan pertama di Siak sekaligus seorang santriwati, memanjatkan doa khusus di hadapan ribuan santri. Ia memohon agar kekayaan alam Siak yang telah dieksplorasi untuk kepentingan bangsa dapat dihitung secara terbuka dan dibagikan secara adil kepada daerah. Seruan itu menjadi momen penting ketika Ribuan Santri Ikut Doakan Negara Mampu Bayar Utang ke Siak dengan penuh harap.
“Ya Allah, bilamana ada rezeki anak cucu Siak yang tertahan di langit, maka turunkanlah. Bila ada yang tersimpan di dalam bumi, maka keluarkanlah. Ya Allah, bila tanah, sungai, dan hutan Siak sudah dieksplorasi untuk kepentingan bangsa, semoga negara dimampukan menghitungnya secara terbuka, lalu membaginya secara adil dan merata,” lantun Afni yang langsung diaminkan ribuan peserta upacara.
Doa itu kemudian berlanjut dengan permohonan agar utang negara yang selama ini masih dinanti masyarakat Siak dapat segera dilunasi. Afni juga memohon agar para pemimpin bangsa diberikan kemampuan untuk terus menyayangi Siak beserta seluruh masyarakatnya.
“Ya Allah, semoga utang-utang negara yang sampai hari ini masih dinanti rakyat Siak dengan penuh harap, dapat dilunasi segera. Berikan kemampuan para pemimpin bangsa, terus menyayangi Siak dan seisinya,” sambungnya.
Bagi Afni, doa para ulama dan santri menjadi harapan di tengah perjuangan pemerintah daerah memperjuangkan keadilan bagi Kabupaten Siak. Ia mengibaratkan doa santri sebagai cahaya yang terus terjaga ketika ikhtiar para pemimpin daerah belum cukup kuat mengetuk pintu-pintu kekuasaan di Jakarta.
“Ketika ikhtiar kami para umara mungkin tidak cukup kuat untuk mengetuk pintu-pintu kekuasaan di Jakarta sana, ketika keadilan masih menjadi gelora juang yang terus disuarakan, atau saat sebagian kami mungkin masih terlelap karena lelah dengan segala ikhtiar dunia yang tak ada ujungnya, maka cahaya negeri ini diperjuangkan para santri yang selalu terjaga dengan zikir, shalawat dan doa-doa terbaiknya,” ungkap Afni.
Momen Ribuan Santri Ikut Doakan Negara Mampu Bayar Utang ke Siak ini juga menjadi penegasan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut Afni, HSN merupakan momentum untuk menegaskan peran santri sebagai penjaga moral dan akhlak, penggerak sejarah, serta pelopor modernisasi kehidupan beragama yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Afni mengingatkan kembali sejarah perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya melalui Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang membangkitkan semangat umat Islam mempertahankan kemerdekaan.
Dalam konteks sejarah lokal, Afni mengajak masyarakat mengenang peran Kesultanan Siak dalam membangun pendidikan Islam jauh sebelum Indonesia merdeka. Madrasah Taufiq Alhasjimiah dan Madrassatoen Nisa’ disebut sebagai bagian dari warisan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keislaman lintas generasi.
“Di Kabupaten Siak, santri kini berada di barisan terdepan, terhormat, memimpin dan menjadi bagian penting dari pembangunan mewujudkan Siak Hebat Bermartabat,” katanya.
Ia turut menyampaikan bahwa pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama kini memiliki Direktorat Jenderal Pesantren yang diarahkan untuk mendukung pengembangan dan penguatan pesantren. Kebijakan itu dinilai menjadi angin segar bagi dunia pesantren di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Siak.
Menutup sambutannya, Afni mengajak seluruh masyarakat mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan serta keutuhan bangsa.
“Selamat Hari Santri Tahun 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren di Indonesia. Teruslah menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, dan mengabdikan diri untuk negeri. Jadilah santri yang menguatkan negeri menuju Indonesia Emas. Semoga setiap langkah dan perjuangan kita senantiasa mendapat rida serta keberkahan,” tutupnya.
Gelaran HSN 2026 di Kabupaten Siak menjadi bukti bahwa suara santri bukan hanya doa, tetapi juga kekuatan moral yang menyuarakan keadilan. Ketika Ribuan Santri Ikut Doakan Negara Mampu Bayar Utang ke Siak, harapan akan pembagian kekayaan alam yang adil dan pelunasan hak daerah semakin menguat. Pemerintah daerah berharap doa bersama ini menjadi titik balik bagi terwujudnya keadilan fiskal antara pusat dan daerah, sekaligus menegaskan bahwa santri adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan membangun negeri yang bermartabat.
