James Maddison Kembali Cedera, Tottenham Tetap Menang 2-0 di Stamford Bridge
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Kisah perjuangan James Maddison bersama Tottenham Hotspur kembali diwarnai duka. Setelah menanti hampir 18 bulan untuk kembali tampil sebagai starter, gelandang serang berusia 29 tahun itu harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat cedera baru saat Spurs mengalahkan Chelsea 2-0 di Stamford Bridge, Sabtu malam.
Laga itu sendiri menjadi momen bersejarah bagi Tottenham, yang meraih kemenangan liga kedua mereka di Stamford Bridge dalam 36 tahun terakhir. Namun sorak kemenangan itu sedikit tertutup oleh kekhawatiran terhadap kondisi James Maddison, yang terlihat meringis dan jongkok di atas rumput tak lama setelah babak kedua dimulai.
Perjalanan Panjang Menuju Starting XI
Untuk memahami beratnya momen ini, perlu menengok kembali perjalanan James Maddison. Cedera lutut dialaminya pada leg pertama semifinal Liga Europa melawan Bodo/Glimt, yang kemudian berujung pada robeknya ligamen ACL pada musim 2024/25. Ia sempat kembali sekitar setahun setelah cedera, tampil sebagai pemain pengganti di akhir musim 2025/26 untuk membantu Spurs bertahan di Premier League.
Bahkan dalam 10 hingga 15 menit bermain, kualitas James Maddison sudah terlihat menonjol. Hal itu kembali dibuktikan saat ia akhirnya menjadi starter melawan klub masa kecilnya, Coventry City, pada Senin lalu. Ia mencetak gol pembuka yang memukau dan tampil kelas dunia dalam peran nomor 10, meski sempat absen di laga pembuka melawan Brentford akibat bahu terkilir.
Kekhawatiran Sebelum Laga dan Cedera di Menit ke-50
Menjelang lawatan ke markas rival, Chelsea, muncul kabar mengejutkan bahwa Maddison melewatkan tiga sesi latihan. Manajer Roberto De Zerbi sempat tampak cemas dalam konferensi pers, namun kemudian lebih optimistis, dan Maddison pun tetap masuk daftar starter.
Namun performanya jelas tidak berada di level terbaik. Sekitar menit ke-49, wasit Chris Kavanagh menghentikan pertandingan ketika Maddison terlihat kesakitan di tengah lapangan. Tim medis segera masuk, dan keputusan untuk menariknya pun diambil. Conor Gallagher masuk menggantikannya, sementara Maddison berjalan tertatih menuju terowongan untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Sempat ada kekhawatiran cedera lutut kembali kambuh, tetapi siaran Sky Sports memastikan bahwa mantan pemain Leicester City itu mengalami cedera pangkal paha (groin). Meski demikian, cedera otot jenis ini dikenal rumit dan bisa membuat pemain absen selama berminggu-minggu, terutama bagi pemain lincah dengan riwayat cedera berulang.
Reaksi De Zerbi dan Kemenangan atas Chelsea
Dalam wawancara pascapertandingan, De Zerbi menyampaikan bahwa Maddison akan menjalani pemeriksaan lanjutan pada Minggu. “Siapa yang mencintai sepak bola, mencintai James Maddison. Dia pemain yang istimewa,” ujarnya.
Di sisi lain, kemenangan Tottenham tetap layak diapresiasi. Gol bunuh diri kiper Chelsea, Mike Penders, membuka keunggulan Spurs pada menit ke-77. Tiga menit kemudian Cole Palmer mendapat kartu merah kedua, dan Mathys Tel menutup kemenangan pada menit ke-87. Berikut ringkasan jalannya laga:
- Menit 77: Gol bunuh diri Mike Penders (Chelsea 0-1 Tottenham)
- Menit 80: Cole Palmer mendapat kartu merah
- Menit 87: Gol Mathys Tel (Chelsea 0-2 Tottenham)
Harapan di Tengah Badai Cedera
Bagi Tottenham, kondisi James Maddison menjadi perhatian utama. Ketika fit, ia tetap menjadi motor kreatif yang sangat berpengaruh. Klub berharap hasil pemeriksaan menunjukkan masalahnya ringan sehingga ia bisa segera kembali berlatih dan masuk dalam pertimbangan tim.
Namun rangkaian cedera yang terus menghantui James Maddison menjadi pengingat akan rapuhnya karier seorang gelandang kreatif di usia matang. Kemenangan di Stamford Bridge memang manis, tetapi Tottenham kini harus bersiap menghadapi kemungkinan kehilangan sang playmaker untuk sementara waktu. Bagi Maddison sendiri, perjuangan untuk kembali ke performa terbaik tampaknya masih harus melewati satu rintangan lagi.
