Willem II Dihantam Cambuur 1-6 di Debut Koster, Awal Terburuk Era Eredivisie
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Kekalahan telak menimpa Willem II pada laga debut Adrie Koster sebagai pelatih interim. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim berjuluk tricolores itu dipermalukan SC Cambuur dengan skor 1-6, sebuah awal yang benar-benar pahit bagi sang pelatih berusia 71 tahun tersebut.
Koster, yang sebelumnya menjabat sebagai penasihat direktur teknik Freek Heerkens, baru pekan ini mengambil alih kemudi setelah manajemen memutus kontrak John Stegeman. Keputusan itu diambil menyusul rentetan hasil buruk, di mana Willem II hanya mampu mengumpulkan dua poin dari sembilan pertandingan pertama. Koster mengaku tak bisa menolak tawaran klub yang pernah dua kali ia tangani itu.
Bencana 18 Menit Pertama
Niat Koster membawa perubahan justru berbuah mimpi buruk. Pertahanan Willem II runtuh dalam kurun waktu kurang dari 20 menit. Nicolas Binder membuka keunggulan Cambuur pada menit ke-9, disusul gol Ilyes Hamache lima menit berselang. Ismael Baouf melengkapi penderitaan tuan rumah pada menit ke-18, membuat skor menjadi 0-3 sebelum pertandingan benar-benar matang.
Alih-alih bangkit di babak kedua, Willem II justru semakin tenggelam. Binder mencetak gol keduanya pada menit ke-58, lalu Rafik El Arguioui menambah derita menjadi 0-5 pada menit ke-62. Anass Zarrouk sempat memperkecil kedudukan pada menit ke-82, namun Jason Ceka menutup pesta gol Cambuur pada menit ke-89 untuk menetapkan skor akhir 1-6.
Hasil ini menjadi salah satu kekalahan terburuk yang pernah dialami Willem II di kandang pada ajang liga. Bagi Cambuur, kemenangan tersebut menyamai rekor kemenangan terbesar mereka di Eredivisie sepanjang sejarah klub.
Masuk Daftar Klub dengan Start Terburuk
Kekalahan ini menempatkan Willem II dalam catatan kelam kompetisi. Sepanjang abad ini, klub asal Tilburg tersebut menjadi tim kesembilan yang hanya meraih maksimal dua poin setelah sepuluh pekan bergulir. Dari delapan tim sebelumnya, hanya tiga yang akhirnya selamat dari degradasi, yakni Fortuna Sittard pada 2001, FC Groningen pada 2003, dan RKC Waalwijk pada 2020. RKC sendiri beruntung karena kompetisi dihentikan akibat pandemi Covid-19 sehingga tidak ada tim yang didegradasi.
Catatan tersebut menjadi peringatan serius bagi Willem II. Dengan raihan dua poin dari sepuluh laga, posisi mereka di dasar klasemen semakin terancam. Dua poin itu sendiri didapat dari hasil imbang 2-2 melawan SC Heerenveen dan 1-1 kontra AZ Alkmaar, sementara delapan pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Jadwal Berat Menanti
Pelatih Koster tidak punya banyak waktu untuk membenahi tim. Selasa mendatang, Willem II sudah ditunggu Helmond Sport pada putaran pertama KNVB Beker. Setelah itu, mereka akan menghadapi ujian berat di Eredivisie dengan bertandang ke markas PSV Eindhoven.
Koster sendiri mengaku kecewa berat dengan penampilan anak asuhnya. Ia menyesalkan cara timnya memberikan gol-gol kepada lawan dengan mudah. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja keras membenahi tim di tengah situasi yang sulit.
Kekalahan ini juga menjadi sorotan bagi para pengamat, mengingat Koster datang dengan reputasi sebagai pelatih berpengalaman. Namun sepak bola memang tak mengenal belas kasihan, dan kembalinya Koster ke dunia kepelatihan harus dimulai dengan cara yang paling menyakitkan.
Langkah Selanjutnya
Bagi manajemen Willem II, hasil ini menjadi ujian kesabaran. Keputusan mendatangkan Koster sebagai penyelamat jangka pendek kini dipertaruhkan. Dengan kualitas skuad yang ada, tim harus segera menemukan momentum jika tidak ingin nasibnya berakhir seperti sebagian besar klub yang memulai musim dengan catatan serupa.
Pertandingan melawan Helmond Sport bisa menjadi pembalasan sekaligus ajang membangun kepercayaan diri. Namun menghadapi PSV di pekan berikutnya jelas bukan tugas mudah. Willem II berada di persimpangan, dan bagaimana mereka merespons kekalahan memalukan ini akan menentukan arah musim mereka.
Jika tidak ada perbaikan signifikan, kekhawatiran bahwa Willem II akan menjadi kandidat degradasi terkuat musim ini bukan lagi sekadar wacana. Koster dan skuadnya dituntut untuk segera bangkit, karena waktu terus berjalan dan poin-poin yang hilang tak akan kembali.
