Drama 3-3 di Napoli: Balerdi Jadi Pahlawan, AS Roma Selamat dari Kekalahan
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Pertandingan sengit di Stadion Diego Armando Maradona berakhir dengan skor 3-3, dan nama AS Roma kembali menjadi sorotan utama di kancah Serie A. Bek asal Argentina, Leonardo Balerdi, tampil sebagai pahlawan tak terduga setelah mencetak dua gol penyelamat di menit-menit akhir, memastikan AS Roma membawa pulang satu poin berharga dari markas Napoli.
Laga berjalan dramatis sejak awal. Napoli membuka keunggulan pada menit ke-28 melalui tendangan gunting spektakuler Andre-Frank Zambo Anguissa yang memanfaatkan umpan silang Matteo Politano. Gol tersebut menjadi salah satu gol terbaik musim ini dan membuat kiper Roma, Mile Svilar, tak berkutik. Tiga menit setelah jeda, Scott McTominay menggandakan keunggulan tuan rumah lewat gol yang sedikit berbau keberuntungan, memanfaatkan bola muntah setelah sundulannya sendiri ditepis.
Di titik itu, AS Roma tampak berada di ambang kekalahan. Namun semangat juang pasukan Gian Piero Gasperini tak pernah padam. Kebangkitan dimulai pada menit ke-70 ketika Matías Soulé melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Napoli. Hanya empat menit berselang, Balerdi menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti lawan.
Napoli sempat kembali unggul pada menit ke-83 lewat gol kedua McTominay, kali ini melalui tembakan mendatar dari jarak sekitar 20 meter yang kembali mengecoh kiper Roma. Momentum seakan berpihak kepada tuan rumah. Tetapi Balerdi menolak menyerah. Pada menit ke-88, bek berusia 27 tahun itu menyundul bola hasil umpan silang indah Wesley Franca dari sisi kanan, menaklukkan kiper Alex Meret dan memaksa skor akhir menjadi 3-3.
Performa Balerdi musim ini memang tengah menanjak. Sejak didatangkan dari Olympique de Marseille pada bursa transfer musim panas, ia langsung merebut hati para pendukung. Pelatih Gasperini bahkan berani membandingkannya dengan legenda AC Milan, Franco Baresi, menyebutnya sebagai bek modern dengan fisik luar biasa dan kemampuan distribusi bola yang mumpuni. Cedera yang dialami Evan Ndicka sempat membuka pintu bagi Balerdi, namun ia membuktikan diri mampu melewati tantangan tersebut dengan penuh percaya diri.
Hasil imbang ini membuat AS Roma tetap menjaga rekor tak terkalahkan di liga yang telah berlangsung sejak April, kini mencapai 15 pertandingan beruntun. Meski hanya meraih satu poin, posisi mereka di papan atas klasemen Serie A masih cukup kokoh. Sementara itu, rival sekota Lazio justru melesat ke puncak klasemen usai menaklukkan Parma 2-1.
Di kubu Napoli, pertandingan ini menyisakan masalah baru. Bek Benoit Badiashile harus ditarik keluar pada menit ke-52 akibat cedera pada otot paha kanan. Ia terlihat tertatih-tatih meninggalkan lapangan dan langsung mengompres bagian yang cedera. Posisinya digantikan oleh Beukema. Tim medis Napoli masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat keparahan cedera tersebut.
Gasperini sendiri mengaku puas dengan penampilan timnya. Ia menilai gol-gol yang tercipta berkualitas tinggi dan moral para pemain tetap terjaga. Pujian khusus ia layangkan kepada Balerdi yang dinilai memahami sepak bola dengan baik, memiliki energi luar biasa, dan menjadi rekrutan yang sangat berharga bagi AS Roma.
Bagi Balerdi, laga melawan Napoli menjadi panggung pembuktian bahwa ia bukan sekadar pelengkap di lini belakang. Ia mampu tampil menentukan di kedua kotak penalti, sebuah kualitas langka bagi seorang bek tengah. Kemampuannya membaca situasi dan keberaniannya mengambil tanggung jawab di momen krusial menjadi aset berharga bagi AS Roma dalam mengarungi kompetisi yang panjang dan melelahkan.
Dengan performa seperti ini, wajar jika publik sepak bola Italia mulai melirik Balerdi sebagai salah satu bek terbaik di Serie A musim ini. Konsistensi menjadi kunci berikutnya. Jika ia mampu mempertahankan level permainannya, bukan tidak mungkin AS Roma akan menjadi salah satu penantang serius dalam perebutan gelar juara. Laga dramatis di Naples telah membuktikan bahwa semangat pantang menyerah masih tertanam kuat di tubuh Giallorossi.
