Inforiau – 25 Oktober 2026 | Nama leonardo balerdi mendadak menjadi buah bibir di jagat sepak bola Italia. Bek tengah asal Argentina itu tampil luar biasa sebagai pemain pengganti dan mencetak dua gol penyelamat saat AS Roma bermain imbang 3-3 melawan Napoli dalam laga Serie A yang berlangsung dramatis di Stadion Diego Armando Maradona, Sabtu (24/10). Dua gol kepala Balerdi di menit-menit akhir menjadi momen paling menentukan dalam pertandingan penuh emosi tersebut.
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari tuan rumah. Napoli membuka keunggulan pada menit ke-28 melalui gol akrobatik Andre Zambo Anguissa. Keunggulan itu bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Napoli tampak semakin mengendalikan permainan ketika Scott McTominay mencetak gol kedua pada menit ke-48 usai menyundul umpan silang Matteo Politano. Kedudukan 2-0 sepertinya membuat Roma berada di ambang kekalahan.
Namun, pelatih Roma Gian Piero Gasperini mengambil keputusan berani. Pada menit ke-58, ia melakukan pergantian tiga pemain sekaligus dengan memasukkan Balerdi, Santiago Castro, dan Nahuel Molina. Balerdi menggantikan Mario Hermoso, sementara Castro dan Molina masuk menggantikan Niccolo Pisilli serta Devyne Rensch. Keputusan itu terbukti menjadi titik balik pertandingan.
Roma mulai memperkecil ketertinggalan pada menit ke-69 lewat aksi Matias Soule yang memanfaatkan umpan Donyell Malen. Lima menit berselang, kerja sama dua pemain pengganti menghasilkan gol penyama kedudukan. Umpan Castro diselesaikan dengan baik oleh leonardo balerdi, yang menyamakan skor menjadi 2-2. Sayangnya, McTominay kembali membawa Napoli unggul pada menit ke-83 melalui tembakan rendah dari luar kotak penalti setelah menerima umpan Mathias Olivera. Skor berubah 3-2 dan Roma kembali tertinggal.
Ketika waktu seakan habis, leonardo balerdi muncul sebagai penyelamat. Pada menit ke-89, ia kembali mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan umpan Wesley, memaksa pertandingan berakhir dengan skor 3-3. Dua gol tersebut menjadi yang pertama dalam karier profesionalnya, sekaligus mengukir sejarah baru bagi klub ibu kota Italia itu.
Menurut data Opta, Balerdi menjadi bek kedua dalam sejarah Roma yang mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan Serie A melawan Napoli. Sebelumnya, prestasi serupa hanya diraih Agostino Di Bartolomei pada 20 Februari 1983, yang juga mencatatkan dua gol. Catatan ini menempatkan nama leonardo balerdi sejajar dengan legenda klub.
Pujian pun mengalir dari sang pelatih. Gasperini menyebut Balerdi sebagai sosok pemimpin dan kapten yang memiliki energi luar biasa. Ia bahkan membandingkan kualitas bek berusia 27 tahun itu dengan legenda AC Milan, Franco Baresi, karena dianggap sebagai bek modern yang kuat, cepat, dan cakap dalam membangun serangan. “Balerdi adalah pemimpin, seorang kapten. Kontribusinya dalam beberapa pekan terakhir sungguh luar biasa. Hari ini ia bahkan mencetak dua gol, dan itu sangat bagus,” ujar Gasperini.
Balerdi sendiri mengaku sangat bahagia dengan performanya. Ia menyebut ini sebagai dua gol pertama dalam kariernya dan mengakui bahwa kebebasan untuk naik ke kotak penalti merupakan hasil arahan Gasperini. “Ini adalah dua gol pertama dalam karier saya. Sekarang saya lebih sering maju, saya melihat contoh dari Mancini dan Hermoso. Gasperini mengajari saya pergerakan baru dan memberi kebebasan untuk maju,” katanya kepada DAZN.
Pemain yang didatangkan dari Olympique Marseille pada musim panas lalu itu juga mengungkapkan betapa nyamannya ia berada di Roma. “Saya merasa luar biasa, saya katakan ini sejak hari pertama. Saya diterima dengan sangat baik, rasanya seperti sudah tiga tahun berada di sini. Semua ini berkat kelompok ini,” tambah leonardo balerdi.
Hasil imbang ini membuat Roma tetap tak terkalahkan di Serie A. Mereka kini mencatatkan tiga hasil imbang dalam empat pertandingan terakhir, setelah sebelumnya bermain imbang melawan Inter dan Como serta mengalahkan Genoa. Bagi Napoli, hasil ini menunda kebangkitan mereka di liga setelah sebelumnya kalah dari Venezia, meski sempat bangkit dengan kemenangan di Liga Champions.
Perjalanan leonardo balerdi di Italia memang tengah menanjak. Awalnya ia sempat menjadi cadangan, tetapi cedera yang dialami Evan Ndicka membuka peluang baginya untuk tampil reguler. Kini, ia menjelma menjadi pilar penting dalam skema Gasperini dan terus mencuri perhatian pengamat sepak bola Serie A. Kemampuannya membaca permainan, ketenangan saat membangun serangan, serta keberaniannya maju ke depan menjadikannya ancaman tersendiri bagi lawan.
Penampilan gemilang ini menjadi bukti bahwa leonardo balerdi bukan sekadar bek biasa. Ia mampu tampil menentukan di kedua kotak penalti dan menunjukkan mentalitas juara saat timnya berada dalam tekanan. Bagi para pendukung Roma, sosok Balerdi kini menjadi alasan tambahan untuk optimistis menyongsong sisa musim. Ia telah membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan sebagai salah satu bek terbaik di Serie A saat ini, dan malam di Naples akan selalu dikenang sebagai momen ketika seorang bek menjelma menjadi pahlawan.
