Montréal vs Nashville: Kekalahan Pahit yang Resmi Singkirkan CF Montreal dari Playoff
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Pertandingan Montréal vs Nashville di Stade Saputo pada Sabtu sore (24/10/2026) berakhir dengan cerita yang menyakitkan bagi tuan rumah. CF Montreal resmi tersingkir dari persaingan playoff setelah kalah 2-0 dari Nashville SC, yang sekaligus memastikan gelar Supporters’ Shield pertama dalam sejarah klub tamu. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Montreal yang baru tiga hari sebelumnya juga menelan kekalahan dramatis dari Forge FC di final Canadian Championship.
Dalam laga Montréal vs Nashville, Nashville SC tampil sebagai tim terbaik MLS musim ini dengan rekor 21-3-7. Dua gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Sam Surridge pada menit ke-52 dan Hany Mukhtar pada menit ke-76. Hasil ini membawa Nashville mengoleksi 70 poin dari 31 pertandingan, dan masih menyisakan tiga laga untuk memecahkan rekor poin terbanyak dalam satu musim reguler MLS yang saat ini dipegang Inter Miami (74 poin pada 2024).
Pelatih interim CF Montreal, Philippe Eullaffroy, mengakui adanya kesenjangan level antara kedua tim. “Saya pikir ada perbedaan level di antara kedua tim; mereka menjadi juara hari ini. Ini soal level, tetapi juga aspek mental yang berkaitan dengan hasil-hasil terakhir,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa timnya harus mengoptimalkan tiga pertandingan tersisa untuk kemajuan pembinaan pemain muda.
Menghadapi Montréal vs Nashville, Eullaffroy melakukan 10 perubahan pada starting lineup dibandingkan laga final melawan Forge FC. Satu-satunya pemain yang bertahan adalah bek Brayan Vera, yang mendapat kartu merah pada laga sebelumnya. Perubahan besar ini juga menghadirkan debut bagi kiper berusia 17 tahun, Samsy Keita, yang memecahkan rekor Aleksandr Gubolgou sebagai starter termuda dalam sejarah klub. Keita tampil cukup solid dengan tiga penyelamatan, termasuk menggagalkan peluang satu lawan satu dari Surridge pada menit awal.
Meski demikian, Montreal tetap kesulitan mencetak gol. Mereka mencatat enam tembakan tepat sasaran, tetapi semuanya berasal dari luar kotak penalti. Vera bahkan menyia-nyiakan peluang sundulan dari dalam kotak enam yard. Masalah efisiensi dan keraguan dalam menyelesaikan peluang menjadi penyakit lama tim sepanjang musim ini. “Kami membuat hidup juara musim reguler ini sulit selama lebih dari satu jam, lalu kami membuat dua kesalahan,” kata Eullaffroy. “Kemalangan juga sepertinya mengikuti kami untuk sementara waktu, yang menambah beban mental.”
Suasana di Stade Saputo juga terasa berbeda. Sebagian pendukung memboikot pertandingan sebagai bentuk protes terhadap musim yang mengecewakan. Kelompok suporter Collectif tidak hadir, dan kemungkinan juga absen pada laga terakhir. Mereka menyatakan diri “sudah liburan, sama seperti para pemain, staf, dan manajemen.” Keheningan yang mencekam menyelimuti stadion sepanjang pertandingan.
Di kubu Nashville, kemenangan ini menjadi puncak dominasi mereka sepanjang musim. Duo Surridge dan Mukhtar kembali menunjukkan ketajaman mereka. Kiper Brian Schwake juga tampil aman di bawah mistar. Kemenangan pada laga Montréal vs Nashville ini memastikan Nashville SC menyegel takhta MLS dengan tiga pertandingan tersisa, sebuah pencapaian bersejarah bagi klub yang berbasis di Tennessee tersebut.
Bagi CF Montreal, kekalahan ini menutup harapan mereka untuk tampil di babak playoff. Dengan rekor 6-18-7, tim asal Kanada ini harus mengakhiri musim dengan kepala tegak, meski harus menghadapi kenyataan pahit. Fokus kini beralih ke pengembangan pemain muda, seperti Keita dan Dante Sealy yang kembali dari cedera. Laga melawan Nashville menjadi cerminan betapa jauh jarak antara Montreal dan tim papan atas MLS saat ini.
Secara keseluruhan, pertandingan Montréal vs Nashville bukan sekadar laga biasa. Ini adalah momen penentuan bagi kedua tim: Nashville merayakan gelar, sementara Montreal harus menerima kenyataan tersingkir. Kekalahan ini juga menandai berakhirnya mimpi Montreal untuk meraih trofi domestik setelah kegagalan di Canadian Championship. Kini, tugas berat menanti untuk membangun kembali tim dan mengembalikan kejayaan di musim mendatang.
