Clayface Film Kuasai Box Office AS, Raup Rp375 Miliar di Pekan Pertama
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Film clayface film dari DC Studios langsung menguasai puncak box office Amerika Serikat pada akhir pekan perdananya. Film bergenre horor tubuh (body horror) ini diproyeksikan meraup pendapatan sekitar 24 juta dolar AS atau setara Rp375 miliar dalam tiga hari pertamanya. Pada hari pembukaan, clayface film berhasil mengumpulkan 10,4 juta dolar AS dari 3.458 layar bioskop di seluruh negeri. Capaian ini menjadi kabar baik bagi Warner Bros. yang sebelumnya sempat menghadapi sejumlah kegagalan komersial pada beberapa rilis terakhirnya.
Dengan biaya produksi 40 juta dolar AS, performa pembukaan clayface film dinilai sangat menjanjikan. Respons penonton pun tergolong positif. Di platform agregator ulasan Rotten Tomatoes, film ini memperoleh skor 76 persen dari kritikus dan 93 persen dari penonton. Sejumlah pengamat menilai momentum perilisan yang berdekatan dengan perayaan Halloween berpotensi menjaga animo penonton terhadap clayface film dalam beberapa pekan ke depan.
Kisah Tragis Matt Hagen
Disutradarai James Watkins dengan naskah garapan Mike Flanagan dan Hossein Amini, film ini mengangkat asal-usul tragis Matt Hagen, diperankan Tom Rhys Harries. Hagen digambarkan sebagai aktor Hollywood asal Gotham yang kariernya sedang menanjak. Kehidupannya berubah drastis setelah sekelompok kriminal yang dipimpin Markos Szabo merusak wajahnya sebagai balas dendam. Reputasinya hancur, dan upaya mencari keadilan pun gagal karena pengaruh uang serta koneksi sang penjahat.
Dalam keputusasaan, Hagen menjalani perawatan eksperimental yang dikembangkan ilmuwan Caitlyn Corr, diperankan Naomi Ackie. Terapi berbasis nanocellules itu awalnya berhasil memulihkan wajahnya. Namun, efeknya tidak stabil dan berubah mengikuti tekanan emosional. Ketika gagal menerima kemungkinan wajahnya kembali rusak, Hagen menyuntikkan serum secara berlebihan. Keputusan inilah yang menjadi titik balik yang mengubahnya menjadi monster Clayface.
Tanpa Kehadiran Batman
Salah satu keputusan menarik dari clayface film adalah absennya Batman maupun karakter DC lain dalam cerita. Sutradara dan tim produksi sepakat menjadikan film ini sebagai kisah standalone yang fokus pada origin story sang villain. Meski demikian, bos DC Studios, Peter Safran, menegaskan bahwa Batman sudah berada di Gotham City selama peristiwa perubahan Matt Hagen berlangsung.
“Kita tidak begitu membahas apa yang dia lakukan selama peristiwa Clayface, tapi Batman ada di sana. Ini adalah pengenalan menuju live-action Gotham,” ujar Safran dalam wawancara pada 21 Oktober 2026. Keberadaan Batman di DCU sebelumnya sempat diperlihatkan melalui siluet dalam serial animasi Creature Commandos, sementara debut live-action-nya direncanakan lewat film The Brave and the Bold.
Kejutan dan Respons Penonton
Film ini juga menyimpan sejumlah kejutan, termasuk penampilan cameo singkat Aaron Paul, aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Jesse Pinkman di serial Breaking Bad. Dalam adegan pertarungan sengit, wujud Clayface sempat berubah sekejap menjadi wajah Aaron Paul sebelum kembali ke bentuk aslinya. Di sisi lain, film dokumenter You Can See Everything yang mengisahkan Elizabeth Holmes terus memperluas jangkauan tayangnya, dari 855 layar pada pekan pertama menjadi 2.655 layar pada pekan kedua.
Dalam komik, Matt Hagen sebenarnya bukan Clayface pertama. Identitas itu lebih dulu dipakai Basil Karlo pada 1940, sementara Hagen muncul pada 1961 sebagai Clayface pertama berwujud monster tanah liat. Versi layar lebar mengubah Hagen menjadi aktor yang didorong dendam, terinspirasi antara lain dari serial Batman: The Animated Series.
Secara keseluruhan, performa pembukaan clayface film menunjukkan bahwa kisah villain tanpa kehadiran superhero ikonik tetap mampu menarik minat pasar. Kombinasi cerita tragis, genre horor tubuh, dan momentum musim liburan menjadikan clayface film salah satu rilis DC Studios yang paling diperhitungkan pada tahun ini. Jika tren positif berlanjut, film ini berpeluang besar menutup periode Halloween dengan catatan pendapatan yang menguntungkan bagi Warner Bros.
