Palmeiras Kudeta Puncak Klasemen, Peluang Juara Melonjak tapi Sektor Depan Krisis
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Palmeiras kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Brasil. Kemenangan 2-0 atas Red Bull Bragantino pada laga pekan ke-32 Campeonato Brasileiro 2026 membawa klub berjuluk Verdão itu ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 69 poin, sekaligus melambungkan peluang juara mereka menjadi 42,7 persen berdasarkan hitungan Departemen Matematika Universitas Federal Minas Gerais (UFMG). Hasil ini membuat Palmeiras menyalip Flamengo yang mengoleksi 67 poin namun masih menyimpan satu laga lebih banyak.
Duel di Arena Crefisa Barueri berjalan dramatis. Ramón Sosa sempat membuang peluang emas lewat titik penalti di babak pertama, sebelum Mauricio memecah kebuntuan dari penalti pada masa tambahan waktu. Giay kemudian menggandakan keunggulan di paruh kedua dan memastikan tiga poin penuh bagi tim asuhan Abel Ferreira.
Abel Ferreira Puji Karakter Skuad
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa kemenangan ini lahir dari mentalitas dan kerja keras para pemainnya. Ia menyoroti beratnya pemulihan kondisi fisik setelah laga perempat final Libertadores kontra Fluminense yang harus diselesaikan lewat adu penalti hanya tiga hari sebelumnya.
“Yang membuat perbedaan adalah karakter, usaha, dan komitmen skuad. Tiga hari lalu intensitas emosional dan fisik pertandingan sangat besar, dan hari ini kalian melihat tim yang lebih ringan,” ujar Abel dalam konferensi pers.
Abel juga menyindir langkah Flamengo yang berupaya meninjau ulang hasil semifinal melawan Estudiantes. Menurutnya, Palmeiras melaju ke final Libertadores murni karena prestasi di lapangan, tanpa tanda bintang atau catatan khusus.
Krisis Lini Depan Jadi Ancaman
Di balik hasil positif, Palmeiras menghadapi masalah serius di sektor penyerangan. Ramón Sosa mengalami cedera otot saat melawan Bragantino dan harus digantikan oleh Flaco López. Pemain asal Argentina itu belum dimainkan sebagai starter guna menjaga kondisinya, namun justru harus ditarik keluar lebih awal.
Kondisi tersebut menambah daftar panjang masalah fisik di lini depan. Vitor Roque masih menjalani perawatan cedera pergelangan kaki kanan, sementara Paulinho mengalami trauma pada betis. Alhasil, Flaco López menjadi satu-satunya penyerang tengah yang tersedia. Kabar baiknya, Andreas Pereira dan Piquerez kembali tersedia setelah menjalani hukuman kartu di laga melawan Bragantino.
Jadwal Padat Menanti
Palmeiras tidak punya waktu berleha-leha. Klub asal São Paulo itu akan menghadapi Santos dalam derby klasik pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Vila Belmiro. Setelah itu, Verdão akan menjamu Remo di Nubank Parque pada 5 November, lalu bertandang ke Cruzeiro pada 18 November sebelum menjalani laga krusial melawan Flamengo di kandang pada 20 November.
Duel kontra Flamengo pada pekan ke-36 berpotensi menjadi penentu gelar. Dua laga terakhir Palmeiras adalah melawan Chapecoense pada 27 November dan Coritiba pada 2 Desember. Dengan enam pertandingan tersisa dan 18 poin masih diperebutkan, Palmeiras akan memainkan tiga laga kandang dan tiga laga tandang.
Leila Pereira Sindir Flamengo
Ketegangan antara Palmeiras dan Flamengo juga merembet ke ranah manajemen. Presiden Palmeiras, Leila Pereira, menyebut upaya Flamengo menuntut pembatalan hasil laga melawan Estudiantes sebagai tindakan yang memalukan. Ia menilai langkah tersebut tidak sportif dan menegaskan bahwa keberhasilan Palmeiras di Libertadores diraih dengan kerja keras.
“Kita berjalan setahun penuh, bekerja keras, dan sekarang kembali ke final Libertadores, masih berjuang di Copa do Brasil dan Brasileirão. Jangan lupa, kami juga juara Paulistão,” tegas Leila.
Selain bersaing di liga, Palmeiras juga akan menjalani semifinal Copa do Brasil melawan Vasco pada 1 dan 8 November. Dengan tiga kompetisi yang masih diikuti, manajemen beban pemain menjadi tantangan terbesar bagi Abel Ferreira.
Meski demikian, capaian 42,7 persen peluang juara menjadi sinyal bahwa Palmeiras tetap berada di jalur yang tepat. Konsistensi, kedalaman skuad, dan mentalitas juara akan menjadi kunci dalam enam laga terakhir yang menentukan apakah Verdão mampu menutup musim dengan trofi Brasileirão di tangan.
