Ratri-Hikmat Cetak Sejarah! Emas Ganda Campuran ke-4 Beruntun di Asian Para Games 2026
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Ratri-Hikmat cetak sejarah, rebut emas ganda campuran dan raih 4 emas beruntun | KOMPAS MALAM [titlebase] menjadi sorotan utama dunia olahraga nasional setelah pasangan para bulu tangkis Indonesia, Leani Ratri Oktila/Hikmat Ramdani, sukses menaklukkan pasangan India, Thulasimathi Murugesan/Nitesh Kumar, pada final nomor ganda campuran klasifikasi SL3-SU5 Asian Para Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Jepang, Jumat (23/10/2026). Kemenangan dramatis dengan skor 11-21, 21-19, dan 21-14 itu tidak hanya mempersembahkan medali emas, tetapi juga mengukuhkan posisi Ratri sebagai ratu ganda campuran para bulu tangkis Asia dengan empat emas beruntun sejak Incheon 2014.
Laga berdurasi 51 menit tersebut berjalan jauh dari perkiraan. Ratri/Hikmat yang datang sebagai unggulan justru kehilangan gim pertama dengan skor telak 11-21. Pasangan India tampil lebih dominan dan agresif sejak awal, memaksa pasangan Indonesia bermain bertahan. Namun, kegigihan dan komunikasi yang baik membuat Ratri-Hikmat cetak sejarah, rebut emas ganda campuran dan raih 4 emas beruntun | KOMPAS MALAM [titlebase] melalui kebangkitan di gim kedua dengan kemenangan tipis 21-19 sebelum memastikan kemenangan pada gim penentuan 21-14.
Tekanan Berat di Lapangan
Ratri mengakui bahwa medali emas memang menjadi target pribadi mereka, tetapi besarnya tekanan di lapangan di luar dugaan. Kondisi itu kian berat karena pada hari yang sama ia baru saja kalah di final tunggal putri dan harus puas dengan medali perak.
“Sebenarnya hasil emas ini, kalau saya sama Hikmat secara pribadi sudah menargetkan emas. Cuma saya tidak expect kalau tekanan di dalam lapangan sebesar ini,” ujar Ratri dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu (24/10/2026).
“Saya hanya tegang, di belakang juga belum tenang, masih ada beban di lapangan yang berat. Dan untuk set kedua saya mencoba tenang. Alhamdulillah. Padahal sebelum-sebelumnya kita cukup mudah, cukup enjoy melawan pasangan India ini,” tambahnya.
Hikmat pun mengakui beratnya beban yang dirasakan. Ia berusaha menjaga ketenangan pada gim kedua agar pasangan Indonesia bisa bangkit dan mengamankan kemenangan. Dukungan penonton Indonesia di tribun menjadi energi tambahan ketika mereka sempat tertinggal jauh di awal laga.
Statistik Ketat dan Rekor Beruntun
Ketatnya pertandingan tergambar dari statistik laga. Kedua pasangan nyaris berbagi poin sama rata, bahkan India mengumpulkan satu poin lebih banyak, yakni 54 berbanding 53. Reli terpanjang mencapai 90 detik, menandakan betapa sengitnya duel di lapangan.
| Edisi Asian Para Games | Status Emas Ganda Campuran Ratri |
|---|---|
| Incheon 2014 | Emas |
| Jakarta 2018 | Emas |
| Hangzhou 2022 | Emas |
| Nagoya 2026 | Emas |
Dengan hasil ini, Ratri-Hikmat cetak sejarah, rebut emas ganda campuran dan raih 4 emas beruntun | KOMPAS MALAM [titlebase] sekaligus memperpanjang catatan emas Ratri pada nomor ganda campuran dalam empat edisi berturut-turut. Medali emas di Nagoya juga menjadi emas ke-11 bagi kontingen Indonesia berdasarkan data Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Secara keseluruhan, tim para bulu tangkis Indonesia menyumbangkan tiga medali emas dan dua medali perak pada ajang tersebut.
Mata Tertuju ke Paralimpiade 2028
Usai pertandingan, Ratri/Hikmat langsung mengarahkan fokus ke Paralimpiade Los Angeles 2028. Keduanya berharap tetap berpasangan dan menjaga kekompakan menuju ajang puncak tersebut.
“Saya mau pasangan ini tetap kompak menuju Paralimpiade 2028, semoga saya sehat ya agar bisa ke sana,” kata Ratri.
Hikmat menambahkan bahwa kemenangan ini menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan berikutnya, termasuk proses pengumpulan poin kualifikasi Paralimpiade yang dijadwalkan dimulai pada 2027. “Doakan saya juga tetap sehat, bisa tampil di Paralimpiade ya. Target utama saya sekarang untuk bisa tampil di Los Angeles,” ujarnya.
Keberhasilan Ratri-Hikmat cetak sejarah, rebut emas ganda campuran dan raih 4 emas beruntun | KOMPAS MALAM [titlebase] pun membuka perolehan medali emas bagi tim para bulu tangkis Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Gelar ini menegaskan bahwa kerja keras, komunikasi, dan mental juara mampu mengubah tekanan menjadi prestasi. Dengan empat emas beruntun dan target Paralimpiade 2028 di depan mata, perjalanan Ratri dan Hikmat masih akan terus menjadi perhatian pecinta olahraga tanah air.
