Pulang Kampung ke Pidie, Pangdam IM Kunjungi Prajurit Yonif TP 857/GG dan Berziarah, Momen Haru Penuh Makna
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Dalam sebuah momen yang sarat makna, Pulang kampung ke Pidie, Pangdam IM kunjungi prajurit Yonif TP 857/GG dan berziarah menjadi sorotan publik. Pangdam IM yang juga merupakan putra daerah Pidie, memanfaatkan kesempatan pulang kampung untuk bertemu langsung dengan para prajurit Yonif TP 857/GG yang tengah bertugas menjaga kedaulatan negara di wilayah tersebut. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian seorang pemimpin terhadap anak buahnya, sekaligus mengenang jasa para pahlawan melalui ziarah ke makam syuhada.
Kegiatan Pulang kampung ke Pidie, Pangdam IM kunjungi prajurit Yonif TP 857/GG dan berziarah ini berlangsung penuh kehangatan. Dalam arahannya, Pangdam menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian kepada rakyat, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para pendahulu. Ia juga mengingatkan para prajurit untuk selalu profesional dalam menjalankan tugas, serta menjaga nama baik TNI di mata masyarakat. “Sebagai prajurit, kita harus selalu dekat dengan rakyat. Jangan pernah lelah untuk membantu kesulitan masyarakat di sekitar penugasan,” pesan Pangdam di hadapan para prajurit.
Tidak hanya berdialog dengan prajurit, Pangdam juga meninjau kesiapan tempur satuan Yonif TP 857/GG. Ia memeriksa berbagai peralatan dan perlengkapan yang digunakan oleh prajurit, memastikan semuanya dalam kondisi prima. Hal ini sejalan dengan komitmen TNI dalam memperkuat kesiapan operasional di lapangan, sebagaimana yang juga dilakukan oleh satuan lain seperti Yonif TP 818/Yuboi yang baru-baru ini ditinjau oleh Menteri Pertahanan. Kesiapan tempur yang mumpuni menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, terutama di daerah-daerah rawan konflik.
Setelah berdialog dengan prajurit, rombongan Pangdam melanjutkan agenda Pulang kampung ke Pidie, Pangdam IM kunjungi prajurit Yonif TP 857/GG dan berziarah ke makam para pahlawan. Ziarah ini menjadi momentum refleksi diri bagi seluruh peserta, mengingat betapa besar pengorbanan para syuhada dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Pangdam beserta rombongan menaburkan bunga dan membacakan doa di pusara para pahlawan. Suasana haru menyelimuti prosesi ziarah tersebut, mengingatkan akan pentingnya meneladani semangat juang para pendahulu.
Dalam kesempatan terpisah, Pangdam juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya empat prajurit TNI dalam kecelakaan tunggal di Jalan Trans Jayapura-Wamena, Kampung Hobakma, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (18/10) ketika mobil Satgas Yonif 645 Yalimo yang mereka tumpangi terjun ke jurang. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya empat personel TNI dalam peristiwa tersebut. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Pangdam. Ia juga mengapresiasi kinerja personel Polres Yalimo yang telah cepat melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Elelim.
Kunjungan Pulang kampung ke Pidie, Pangdam IM kunjungi prajurit Yonif TP 857/GG dan berziarah ini diakhiri dengan ramah tamah bersama masyarakat setempat. Pangdam menyempatkan diri untuk menyapa warga dan mendengarkan aspirasi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa TNI selalu hadir di tengah-tengah rakyat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan tetapi juga sebagai mitra dalam pembangunan. Masyarakat Pidie menyambut hangat kedatangan Pangdam, yang mereka anggap sebagai kebanggaan daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat pengabdian dan kedekatan dengan rakyat semakin tertanam dalam diri setiap prajurit. Pangdam IM berpesan agar seluruh prajurit Yonif TP 857/GG terus meningkatkan profesionalisme dan selalu siap sedia dalam menjalankan tugas negara. “Jadilah prajurit yang tangguh, loyal, dan dicintai rakyat. Ingatlah bahwa setiap tetes keringat dan pengorbanan kalian akan selalu dikenang oleh bangsa ini,” tutupnya.
Sebagai penutup, kunjungan Pulang kampung ke Pidie, Pangdam IM kunjungi prajurit Yonif TP 857/GG dan berziarah merupakan bukti nyata bahwa TNI tidak pernah lepas dari akar budayanya. Sinergi antara prajurit dan masyarakat menjadi fondasi kuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Semoga semangat para pahlawan yang telah berkorban selalu menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun negeri ini.
