Jadwal TKA 2026 Resmi Dibuka 26 Oktober, Ada Penyesuaian di Papua hingga Kalteng
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA/MA dan SMK/MAK resmi dimulai Senin, 26 Oktober 2026. Jadwal TKA yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini berlangsung hingga 8 November 2026 dan terbagi ke dalam dua gelombang utama serta dua pekan khusus. Peserta diminta memastikan jadwal TKA sesuai gelombang yang ditetapkan sekolah masing-masing agar tidak keliru mengikuti setiap sesi ujian.
TKA merupakan asesmen terstandar untuk mengukur capaian akademik siswa. Hasilnya digunakan untuk pemetaan mutu pendidikan serta menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan. Meski demikian, TKA tidak wajib diikuti seluruh siswa dan tidak menentukan kelulusan sekolah. Siswa tetap dapat lulus meskipun tidak mengikuti asesmen ini.
Mata Pelajaran Wajib dan Pilihan
Materi yang diujikan terbagi menjadi kelompok mata pelajaran wajib dan pilihan. Mapel wajib mencakup Bahasa Indonesia (Literasi Membaca), Bahasa Inggris, dan Matematika (Numerasi), dilengkapi instrumen Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Sementara itu, peserta memilih dua mata pelajaran pilihan sesuai mata pelajaran yang tercantum dalam rapor serta kebutuhan studi lanjut, termasuk mempertimbangkan mapel pendukung seleksi masuk perguruan tinggi.
Skema Gelombang Pelaksanaan
Jadwal TKA 2026 dibagi ke dalam beberapa skema untuk menyesuaikan kapasitas sistem, kesiapan perangkat, dan jumlah peserta, yaitu:
- Gelombang Utama 1 dan Gelombang Utama 2
- Pekan Khusus 1 dan Pekan Khusus 2
- Gelombang Susulan bagi peserta yang berhalangan atau wilayah terdampak
Pengumuman hasil TKA dijadwalkan pada 23 Desember 2026.
Penyesuaian Jadwal di Papua
Kemendikdasmen melakukan penyesuaian pelaksanaan TKA di sejumlah provinsi di Pulau Papua. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menjelaskan bahwa hari pertama TKA bertepatan dengan peringatan ulang tahun Gereja Kristen Injil di Papua. Untuk menghormati kegiatan keagamaan tersebut, penyesuaian dilakukan di Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Bila sesuai jadwal nasional ujian hari pertama dimulai 26 Oktober 2026, di wilayah tersebut jadwal dialihkan ke 31 Oktober melalui gelombang khusus atau 21 November pada gelombang susulan. Dengan begitu, peserta tetap dapat mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus memperoleh layanan TKA.
Karhutla dan Gempa Picu Penundaan
Selain faktor keagamaan, kondisi bencana turut mengubah jadwal TKA di sejumlah daerah. Kalimantan Tengah menjadi sorotan setelah Dinas Pendidikan setempat mengusulkan penundaan akibat kabut asap karhutla yang dinilai berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik. Usulan tersebut disetujui Kemendikdasmen sehingga pelaksanaan di provinsi itu dialihkan ke jadwal susulan pada November 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa keputusan itu memberi kesempatan bagi siswa mempersiapkan diri sekaligus menunggu kondisi lingkungan membaik. Kalimantan Selatan juga mengajukan pelaksanaan TKA susulan karena dampak karhutla, sedangkan Nusa Tenggara Timur mengajukan penyesuaian jadwal setelah gempa bumi mengganggu kesiapan sejumlah satuan pendidikan.
Pesan Gubernur Jawa Timur
Menjelang pelaksanaan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendoakan 438.126 murid jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat di Jawa Timur yang telah terdaftar dalam sistem TKA. Ia meminta pengecekan akhir kesiapan sekolah, termasuk antisipasi gangguan listrik dan jaringan internet.
Khofifah berpesan agar seluruh murid tetap tenang, percaya diri, menjunjung tinggi kejujuran, serta memohon doa dan restu kedua orang tua. Ia juga mengingatkan bahwa hasil asesmen bukan satu-satunya ukuran masa depan sehingga peserta tidak perlu menghadapi ujian dengan kecemasan berlebihan.
Para siswa, orang tua, dan pihak sekolah diminta mencermati kembali jadwal TKA yang ditetapkan masing-masing satuan pendidikan, terutama bagi peserta di wilayah terdampak bencana. Penyesuaian tidak otomatis berlaku bagi seluruh peserta di setiap daerah, sehingga pelaksanaannya tetap mengikuti keputusan penyelenggara dan kondisi setempat.
Dengan persiapan matang, dukungan lingkungan terdekat, serta pemahaman yang jelas terhadap jadwal TKA terbaru, diharapkan seluruh peserta dapat menjalani asesmen dengan tenang dan memberikan kemampuan terbaik. TKA pada akhirnya bukan sekadar angka, melainkan cermin proses belajar yang telah dijalani bersama para guru di sekolah.
