Sergio de Larrea Pecah Telur di NBA: 21 Poin Bikin Mavericks Terpukau, Wembanyama Jadi Penghalang
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Nama Sergio de Larrea tiba-tiba mencuat di jagat basket Amerika Serikat. Dalam laga ketiganya bersama Dallas Mavericks, pemuda asal Valladolid itu meledak dengan torehan 21 poin, lima rebound, dan empat asisten dalam 33 menit bermain. Meski Mavericks harus menelan kekalahan 106-122 dari San Antonio Spurs, penampilan Sergio de Larrea menjadi sorotan utama karena ia tampil sebagai pencetak angka terbanyak bagi timnya.
Laga bertajuk derbi Texas tersebut berlangsung di American Airlines Center, Dallas. Tanpa kehadiran Kyrie Irving yang diistirahatkan dan Cooper Flagg yang cedera bahu, pelatih Dusty May memberikan kepercayaan lebih kepada pemain muda. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Sergio de Larrea. Ia tampil agresif menyerang ring, tenang dalam mengatur permainan, dan efisien dalam menembak. Dari 15 percobaan tembakan lapangan, sembilan di antaranya berhasil masuk, termasuk tiga dari empat tripoin.
“Ketika masih muda, saya tumbuh besar dengan menonton video Sergio Rodríguez, Ricky Rubio, atau Calderón,” ujar De Larrea dalam sesi perkenalannya di NBA. Pernyataan itu seolah menjadi pemicu semangatnya untuk mengikuti jejak para legenda Spanyol di kompetisi terbaik dunia.
Pelatih Dusty May tidak pelit pujian. “Penampilannya luar biasa. Pertahanannya semakin membaik, terutama saat menjaga pemegang bola. Ia juga aktif mengejar rebound panjang. Secara keseluruhan, ini pertandingan yang sangat bagus untuk pemain muda melawan salah satu pertahanan terbaik,” kata May usai laga.
Meski demikian, De Larrea tetap rendah hati. Ia mengakui masih banyak kekurangan dalam permainannya. “Saya bekerja setiap hari dan hari ini adalah hasil dari kerja keras itu. Saya masih harus memperbaiki banyak hal, seperti rotasi pertahanan dan kesiapan,” tuturnya. Empat turnover yang ia lakukan menjadi catatan tersendiri, namun hal itu tertutup oleh kontribusinya yang besar.
Di kubu Spurs, Victor Wembanyama menjadi pembeda. Bintang asal Prancis itu mencatat 23 poin, tujuh rebound, dan empat blok dengan efisiensi plus-minus +32. Dukungan Dylan Harper (22 poin), Stephon Castle (19 poin, 8 asisten), dan De’Aaron Fox (19 poin, 9 asisten) memastikan Spurs meraih kemenangan perdana musim ini.
Penampilan gemilang Sergio de Larrea juga tidak lepas dari chemistry yang ia bangun dengan sesama rookie, Morez Johnson Jr. “Sangat menyenangkan bermain dengannya. Dia tipe orang yang selalu memberikan 100 persen di lapangan dan melakukan pekerjaan kotor. Luar biasa bisa bermain dengannya,” ujar De Larrea.
Dengan performa ini, Sergio de Larrea membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan Eropa dan mengikuti draft NBA adalah langkah tepat. Ia dipilih pada urutan ke-25 oleh Mavericks, dan kini mulai menunjukkan kualitasnya. Publik Dallas pun berharap ia bisa terus konsisten dan menjadi bagian penting dari rotasi tim.
Mavericks selanjutnya akan bertandang ke markas Miami Heat pada Selasa mendatang. Jika De Larrea mampu mempertahankan performa apiknya, bukan tidak mungkin posisinya di starting lineup semakin kokoh. NBA musim ini menjadi panggung bagi Sergio de Larrea untuk unjuk gigi.
Secara keseluruhan, meski Mavericks kalah, malam itu menjadi milik Sergio de Larrea. Ia telah membuktikan bahwa dirinya layak bersaing di level tertinggi. Dengan kerja keras dan kepercayaan dari pelatih, masa depan sang pemain muda tampak cerah. Basket Spanyol pun patut berbangga memiliki generasi baru yang siap mengukir prestasi di pentas NBA.
