Munafri Arifuddin Demokrat: Wali Kota Makassar Pimpin Sulsel Tanpa Lawan, Siap Gas 30 Hari
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Kabar politik penting datang dari Sulawesi Selatan. Wali Kota Makassar periode 2025–2030, Munafri Arifuddin, resmi menakhodai Partai Demokrat Sulawesi Selatan untuk periode 2026–2031. Kepastian Munafri Arifuddin Demokrat ini muncul setelah pria yang akrab disapa Appi tersebut terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) V yang dirangkai dengan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Hotel Claro, Makassar, Jumat malam, 23 Oktober 2026.
Appi melenggang tanpa lawan. Ia menjadi calon tunggal setelah mengantongi dukungan penuh dari 27 pemilik suara, yang terdiri atas unsur DPD, 24 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat kabupaten/kota se-Sulsel, organisasi sayap partai, serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Dalam sidang pleno, seluruh persyaratan administrasi pencalonan dinyatakan terpenuhi seratus persen, sehingga penetapan aklamasi pun dilakukan.
Kepemimpinan Munafri Arifuddin Demokrat ini menggantikan Ni’matullah Erbe yang telah memimpin Demokrat Sulsel selama dua periode. Hasil Musda diumumkan oleh Wakil Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Demokrat, I Made Rai Edi, bersama Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Herman Khaeron, yang hadir langsung mengikuti rangkaian musyawarah hingga penetapan.
Sambutan Hangat AHY dan Pesan Konsolidasi
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan sambutan hangat kepada Appi yang kini resmi bergabung ke partai berlambang bintang mercy tersebut. Dalam sambutannya secara virtual, AHY mengaku telah mengenal Appi cukup lama dan beberapa kali bertarung bersama dalam dinamika politik sebelumnya.
“Bung Appi, selamat datang. Welcome to the club. Saya sudah kenal cukup lama dengan Bung Appi,” ujar AHY. Kini keduanya berada dalam satu rumah politik yang sama, dengan Appi mengenakan atribut biru Demokrat usai hengkang dari Golkar.
Sementara itu, Herman Khaeron berharap kepengurusan baru di bawah Munafri Arifuddin Demokrat mampu memperkuat konsolidasi organisasi dan tetap mengakomodasi kader yang sudah lama berjuang. Menurutnya, jika seluruh kader bersatu, target partai pasti dapat dicapai. Ia juga mengapresiasi kerja keras dan dedikasi Ni’matullah Erbe dalam membesarkan Demokrat di Sulsel.
Diberi Waktu 30 Hari Susun Kepengurusan
Sebagai ketua formatur, Appi diberi tenggat paling lama 30 hari untuk menyusun struktur kepengurusan baru bersama tim formatur. Ia menegaskan akan memaksimalkan waktu tersebut karena konsolidasi harus segera berjalan dan tidak boleh kalah cepat dari partai politik lain yang telah bergerak memetakan langkah menuju Pemilu 2029.
“Ini harus dimaksimalkan, kenapa? Kita harus berpacu dengan waktu untuk segera melakukan konsolidasi. Semua partai politik sudah hampir melakukan itu dengan cepat, sehingga kita juga harus mulai memetakan sesuai dengan perancangan kerja yang sudah kita submit ke DPP,” kata Appi kepada wartawan di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (24/10/2026).
Appi menuturkan, langkah awalnya bukan sekadar menyusun nama-nama dalam struktur kepengurusan. Ia ingin lebih dulu membangun komunikasi, mengenali karakter kader, serta memetakan potensi yang bisa dikembangkan untuk memperkuat partai. Pemetaan kapasitas dan pengalaman masing-masing kader dinilai penting agar soliditas organisasi tetap terjaga.
Akomodasi Pengurus Lama dan Kader Senior
Dalam menyusun kepengurusan, Munafri Arifuddin Demokrat mengaku mempertimbangkan untuk mengakomodir pengurus lama. Kader senior akan ditempatkan sesuai bidang keahlian masing-masing. Menurut Appi, sejumlah pengurus lama memiliki jam terbang dan pengalaman yang baik sehingga perlu diperhitungkan.
“Pengurus lama punya beberapa kelebihan yang harus kita perhatikan, dengan pengalaman yang ada, dengan jam terbang tentu ini menjadi perhatian kita dalam rangka proses penyusunan struktur organisasi yang baru,” bebernya.
Meski begitu, Appi menegaskan penyusunan struktur tidak dilakukan lewat penunjukan personal semata. Ia bersama tim formatur akan menetapkan kriteria berdasarkan kebutuhan organisasi, lalu mencari figur yang dinilai paling tepat mengisi setiap posisi. Penyusunan struktur juga akan mengacu pada rancangan yang telah disampaikan kepada DPP Partai Demokrat.
Optimistis Beradaptasi dan Menatap Pemilu 2029
Appi optimistis akan beradaptasi dengan cepat di Demokrat setelah hengkang dari Golkar. Segala potensi dalam Demokrat Sulsel akan dimaksimalkan untuk pemenangan Pemilu 2029. Ia menilai masuk ke organisasi baru bukan hal yang baru baginya.
“Akan ada proses sosialisasi yang kita lakukan dan biasanya perilaku organisasi di dalam sebuah organisasi baru ya harus saling menggunakan satu dengan yang lain untuk melihat bagaimana atmosfer organisasi ini,” katanya. “Menurut saya masuk ke dalam organisasi baru bukan hal yang baru buat saya dan kita akan mencoba melihat bagaimana potensi-potensi yang bisa kita gali secara bersama-sama,” sambung Appi.
Dukungan dari seluruh DPC, DPD, serta DPP disebutnya sebagai modal awal untuk konsolidasi internal dan pembentukan kepengurusan dalam 30 hari mendatang. Pembentukan kepengurusan perlu dilakukan secara terarah agar selaras dengan kebutuhan organisasi dan menjadi fondasi pelaksanaan agenda politik Partai Demokrat di Sulawesi Selatan ke depan.
Kesimpulan
Terpilihnya Munafri Arifuddin Demokrat secara aklamasi menjadi babak baru bagi Demokrat Sulsel. Tanpa lawan dan dengan dukungan penuh 27 pemilik suara, Appi kini memikul tugas ganda: menata kepengurusan dalam 30 hari sekaligus memperkuat posisi partai menjelang Pemilu 2029. Kombinasi pengalaman sebagai Wali Kota Makassar dan dukungan solid dari DPP menjadi modal penting, namun ujian sesungguhnya terletak pada kemampuannya merangkul seluruh kader, termasuk pengurus lama, agar konsolidasi berjalan efektif dan target politik partai dapat tercapai.
