MacBook Taktil Akhirnya Muncul? Apple Siap Gebrak Pasar di Event 28 Oktober
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Apple kembali menjadi perbincangan hangat di dunia teknologi. Setelah bertahun-tahun menolak konsep layar sentuh pada laptop, raksasa Cupertino itu dikabarkan akan mengubah arah lewat event bertajuk ‘Pro and tell’ yang digelar 28 Oktober di Los Angeles. Undangan resmi yang beredar di situs events Apple memicu spekulasi bahwa macbook dengan layar taktil akan menjadi bintang utama. Kabar ini sekaligus menandai pembalasan atas pernyataan lama Apple yang menyebut menyentuh layar laptop tidak masuk akal secara ergonomis.
Selama lebih dari satu dekade, Apple konsisten menyatakan bahwa antarmuka sentuh vertikal pada laptop melelahkan bagi lengan pengguna. Namun, laporan terbaru menyebut perusahaan tengah mendalami teknologi layar sentuh dan dukungan Apple Pencil untuk jajaran macbook Pro. Jika benar terwujud, batas antara iPad dan MacBook akan semakin tipis, meski Apple dikenal menjaga jarak filosofi kedua perangkat agar tidak saling memakan pasar.
Bocoran Produk yang Dinanti
Selain MacBook Pro taktil, event tersebut digadang-gadang memperkenalkan iPad mini dengan panel OLED serta lini perangkat baru yang mengusung chip M6. Menariknya, Mac Mini telah lebih dulu mengadopsi M6 pada Agustus lalu, sehingga giliran versi premium keluarga macbook yang mendapat pembaruan. iPad mini sendiri sudah lama dinanti pembaruan besar karena layarnya selalu tertinggal dari model lain.
- MacBook Pro taktil: Layar sentuh plus dukungan Apple Pencil, mengadopsi pendekatan serupa Lenovo dan Microsoft.
- iPad mini OLED: Peningkatan layar terbesar sejak generasi pertama.
- Chip M6: Menyapu seluruh lini Mac premium, bukan hanya MacBook Pro.
Pasar Makin Ramai, Harga Makin Bersaing
Di sisi lain, pasar macbook ekonomi ikut menghangat. PcComponentes menawarkan MacBook Neo 13 inci reacondicionado berkapasitas 512 GB seharga 689,45 euro, jauh lebih murah ketimbang versi 256 GB baru. Unit berwarna Rose Cloud ini berstatus ‘seperti baru’ dengan garansi tiga tahun dan opsi pengembalian gratis 30 hari. MacBook Neo mengandalkan chip A18 Pro—sama seperti iPhone 16 Pro—yang cukup untuk pekerjaan kantor, browsing, hingga editing foto ringan.
Boulanger di Prancis juga menghadirkan skema pembiayaan menarik: macbook Neo mulai 799 euro bisa dicicil 23,66 euro per bulan selama 44 bulan. Untuk pengguna yang butuh performa lebih, MacBook Air M5 ditawarkan mulai 1.399 euro dengan daya tahan hingga 20 jam, sementara MacBook Pro 14 inci M5 dibanderol mulai 2.199 euro dengan layar Retina XDR mini-LED dan ProMotion.
AI dan Masa Depan MacBook
Perkembangan AI turut mengubah cara pengguna memandang macbook. Block, perusahaan milik Jack Dorsey, meluncurkan Dessa—model AI suara full-duplex yang bisa berjalan lokal di MacBook Pro M4 Max. Dessa dilatih murni dari suara manusia, mampu tertawa, berhenti, dan merespons secara emosional layaknya percakapan nyata. Kemampuan ini menegaskan bahwa macbook Pro bukan sekadar alat kerja, tetapi juga platform komputasi AI masa depan.
Di sisi lain, sebagian penggemar Apple merindukan MacBook Air 11 inci versi modern. Ukuran mungil dengan bezel tipis dan bobot lebih ringan dianggap ideal untuk mobilitas tinggi, terutama di era otomasi AI dan remote control Mac. Meski Apple belum memberi sinyal menghadirkan kembali form factor tersebut, permintaan pasar terhadap laptop ringkas terus menguat.
Kesimpulan
Event 28 Oktober menjadi momen krusial bagi Apple. Jika MacBook taktil benar-benar diperkenalkan, itu akan menjadi pengakuan tidak langsung bahwa strategi lama perlu direvisi. Sementara itu, pasar macbook secara keseluruhan makin kompetitif dengan hadirnya opsi reacondicionado, pembiayaan ringan, dan integrasi AI lokal. Konsumen kini punya lebih banyak pilihan, dari MacBook Neo yang hemat hingga MacBook Pro M6 yang bertenaga. Yang jelas, nama macbook akan terus menjadi pusat perhatian di jagat teknologi.
