Rybakina Bungkam Fernandez di Final Ningbo Open, Klaim Gelar Pertama sebagai Ratu Tenis Dunia
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Elena Rybakina akhirnya merasakan manisnya menjadi ratu tenis dunia. Pada laga puncak Ningbo Open yang digelar Minggu, 25 Oktober 2026, petenis Kazakhstan itu tampil perkasa dan menundukkan Leylah Fernandez dengan skor telak 6-2, 6-2. Kemenangan ini menjadi momen istimewa bagi Rybakina karena merupakan trofi pertamanya sejak resmi menyandang status nomor satu dunia pada 14 September lalu, tepat setelah ia menjuarai US Open.
Pertandingan final Ningbo Open sendiri berlangsung singkat. Rybakina, yang menjadi unggulan utama, hanya membiarkan lawannya asal Kanada itu merebut empat gim sepanjang pertandingan. Dominasi sang juara terlihat jelas dari servis dan pukulan forehand-nya yang sulit dibendung. Ia bahkan berhasil menyelamatkan seluruh empat break point yang dihadapinya, sebelum menutup laga dengan sebuah forehand winner pada match point pertamanya.
Sepanjang perjalanan menuju final Ningbo Open, Rybakina memang sempat menghadapi perlawanan sengit. Di perempat final, ia harus melewati tiga set melawan Katarzyna Kawa dengan skor 6-1, 3-6, 6-1. Sementara di semifinal, Diana Shnaider sempat memberi tekanan sebelum akhirnya takluk 6-3, 7-5. Namun, di partai puncak, kelas Rybakina sebagai pemain terbaik dunia benar-benar tak terbantahkan.
Bagi Fernandez, yang saat ini menempati peringkat 30 dunia, hasil ini tentu mengecewakan. Ia datang ke Ningbo Open dengan modal kepercayaan diri setelah menjuarai Singapore Open pada September lalu, dan berambisi meraih gelar ketujuhnya. Sayangnya, mantan finalis US Open 2021 itu tak mampu menahan gempuran Rybakina sepanjang pertandingan.
Gelar Keempat Musim Ini dan Rekor Pribadi Baru
Trofi di Ningbo Open menjadi gelar WTA ke-15 sepanjang karier Rybakina, sekaligus gelar keempatnya pada musim 2026. Sebelumnya, petenis berusia 27 tahun itu sudah mengangkat trofi di Australian Open, Stuttgart Open, dan US Open. Menariknya, ini juga menjadi kali pertama dalam kariernya ia berhasil mempertahankan gelar juara. Pada edisi 2025, ia juga menjuarai Ningbo Open dengan mengalahkan Ekaterina Alexandrova lewat comeback 3-6, 6-0, 6-2. Kini rekornya di turnamen ini sempurna, delapan kemenangan tanpa sekalipun kalah.
Dari sisi peringkat, kemenangan ini mengukuhkan posisi Rybakina di puncak klasemen. Meski ia sempat kehilangan 195 poin dari semifinal Tokyo tahun lalu, tambahan 305 poin bersih membuat total poinnya di klasemen live mencapai 9.501. Angka tersebut unggul 1.951 poin atas Aryna Sabalenka di posisi kedua, sementara Mirra Andreeva di peringkat ketiga masih tertinggal 1.315 poin lagi.
Menuju Tokyo dan WTA Finals
Setelah menaklukkan Ningbo Open, Rybakina langsung mengalihkan fokusnya ke Pan Pacific Open di Tokyo. Turnamen tersebut menjadi panggung terakhirnya sebelum tampil di WTA Finals di Indian Wells. Meski ia akan kehilangan 1.500 poin di WTA Finals, posisinya sebagai nomor satu dunia akhir tahun tampaknya sudah sangat sulit digeser.
Perjalanan musim ini sendiri sempat diwarnai kejutan. Setelah merebut posisi nomor satu dari Sabalenka, Rybakina secara mengejutkan kalah dari petenis peringkat 118 dunia, Alina Charaeva, di laga pembuka China Open. Namun, ia membuktikan bahwa kekalahan itu hanyalah kesalahan sesaat. Bangkit di Ningbo Open, ia kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain terbaik dunia saat ini.
Dengan performa yang konsisten dan mentalitas juara yang kian matang, Rybakina kini berada di jalur yang tepat untuk menutup musim 2026 sebagai petenis nomor satu dunia. Gelar di Ningbo Open menjadi bukti bahwa statusnya bukan sekadar angka di klasemen, melainkan kualitas nyata yang terus ia tunjukkan di lapangan.
