Franco Mastantuono Dihantui Drama Rumah Tangga, Sang Bintang Fiorentina Justru Bersinar di San Siro
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Nama Franco Mastantuono kembali menjadi perbincangan hangat, bukan hanya karena aksinya di lapangan hijau bersama Fiorentina, tetapi juga karena rumor tak sedap yang sempat menyeret namanya ke dalam kisah asmara seorang presenter kondang. Pemain muda Argentina berusia 19 tahun yang kini berseragam La Viola itu mendadak jadi sorotan setelah beredar spekulasi yang mengaitkannya dengan Sabrina Rojas, sosok publik di dunia hiburan Argentina.
Kabar tersebut bermula ketika Sabrina Rojas mengaku menerima pesan langsung dari seorang pesepakbola Argentina berusia 19 tahun yang berkarier di luar negeri. Tanpa menyebut identitas, ia bercerita bahwa sang pemain terus mendesaknya untuk bertemu setiap kali ia berkunjung ke Argentina. Publik pun langsung berspekulasi liar, dan nama franco mastantuono menjadi target utama dugaan warganet karena usianya dan statusnya sebagai pemain yang merumput di Eropa.
Sabrina Rojas Membantah Keras
Spekulasi itu akhirnya memaksa Sabrina angkat bicara. Dalam program All Access di DGO Stream, ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan franco mastantuono. Ia mengaku sengaja mencampur fakta dengan fiksi agar identitas pemain yang sebenarnya tidak terbongkar.
“Saya kaget melihat diri saya muncul di portal berita dengan orang yang bahkan tidak saya kenal, yang tidak pernah saya ajak bicara, dan yang saya tidak tahu apa pun soal hidupnya,” ujarnya, seperti dikutip dari pemberitaan media Argentina.
Ia menjelaskan bahwa cerita yang ia sampaikan memang mengandung unsur kebenaran, tetapi juga dibumbui fantasi. “Benar bahwa ada orang-orang muda yang mengirim pesan kepada saya. Saya membuat sedikit kebenaran dan sedikit fantasi untuk mengalihkan perhatian,” terangnya. Ia juga mengaku khawatir kisahnya justru menimbulkan masalah bagi pemain tersebut. “Bayangkan kalau anak ini sedang berpacaran dan punya masalah di rumah karena cerita saya,” tambahnya.
Meski demikian, Sabrina bersikeras bahwa ia tidak pernah memberikan petunjuk konkret. “Saya tidak menyebut klubnya, tidak menyebut di mana ia bermain, tidak menyebut apakah ia bermain untuk tim nasional. Tidak ada,” tegasnya.
Performa Cemerlang di Tengah Terpaan Isu
Terlepas dari drama di luar lapangan, franco mastantuono justru menunjukkan kualitasnya di atas rumput hijau. Pemain yang datang sebagai pinjaman dari Real Madrid itu kini menjadi pilar penting skema permainan pelatih Paolo Vanoli. Ia telah membuktikan kemampuannya dengan mencetak tiga gol di kompetisi domestik dan Coppa Italia, menjadikannya salah satu top scorer tim bersama sahabatnya, Mateo Pellegrino.
Laga melawan Inter Milan di Stadion Giuseppe Meazza menjadi momen istimewa bagi franco mastantuono. Untuk pertama kalinya ia merasakan atmosfer San Siro, stadion yang dijuluki La Scala del Calcio. Sebelumnya, ia sudah pernah tampil di Monumental dan Santiago Bernabeu, dua venue ikonik dunia. Kini ia menambah koleksi pengalamannya dengan tampil di salah satu panggung paling bergengsi sepak bola Italia.
Dalam pertandingan yang digelar Minggu, 25 Oktober 2026 tersebut, franco mastantuono sempat mengambil tendangan bebas pada menit kedua setelah Alessandro Bastoni melanggar dirinya. Sayangnya, eksekusinya masih terlalu mudah dipatahkan lini belakang Inter. Meski begitu, keberaniannya mengambil tanggung jawab menunjukkan mentalitas yang matang untuk pemain seusianya.
Kemitraan Spesial dengan Mateo Pellegrino
Di balik performanya, franco mastantuono memiliki hubungan erat dengan rekan setimnya, Mateo Pellegrino. Keduanya dikenal sebagai sahabat karib, baik di dalam maupun di luar lapangan. Keduanya bahkan sempat menggelar acara barbekyu bersama seluruh tim di Viola Park sebagai bentuk keakraban.
Ada pula taruhan lucu di antara mereka: Pellegrino berjanji akan mentraktir barbekyu jika ia mampu memberikan setidaknya lima assist untuk Mastantuono. Sinergi inilah yang diandalkan Fiorentina untuk bangkit dari keterpurukan klasemen.
Sayangnya, misi tersebut belum membuahkan hasil manis. Fiorentina harus takluk 1-2 dari Inter Milan setelah Marcus Thuram dan Piotr Zielinski mencetak gol di menit-menit injury time. Kekalahan ini membuat La Viola terpuruk di posisi ke-18 dengan koleksi empat poin, hanya meraih satu kemenangan dalam perjalanan musim ini. Sementara itu, Inter kokoh di puncak klasemen dengan 22 poin dari delapan laga.
Catatan Penting untuk Karier Sang Talenta Muda
Bagi franco mastantuono, tekanan dari dalam dan luar lapangan menjadi ujian tersendiri. Pelatih Paolo Vanoli disebut-sebut terus mendukungnya agar lebih tajam di sepertiga akhir lapangan. Kritik yang muncul adalah ia kerap terlalu sering turun ke belakang untuk membantu membangun serangan, sehingga kurang berada di area berbahaya.
Dengan bakat besar yang dimilikinya, masa depan franco mastantuono masih sangat panjang. Baik isu hiburan maupun hasil pertandingan, semuanya menjadi bagian dari perjalanan seorang pesepakbola muda menuju kedewasaan. Yang terpenting, ia terus menunjukkan komitmen dan kerja keras di atas lapangan hijau.
Editor: Abuzar Samad
