OJK Riau Dorong Inklusi Keuangan Lewat FinExpo 2026, Target 98 Persen Akses Perbankan pada 2045
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan terus digenjot oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau. Melalui gelaran Financial Expo (FinExpo) 2026 yang berlangsung di Pekanbaru XChange Mall pada Minggu (25/10/2026), OJK Riau Dorong Inklusi Keuangan Lewat FinExpo 2026 sebagai langkah strategis mendekatkan produk dan layanan keuangan kepada masyarakat luas. Kegiatan ini menjadi bagian dari puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang digelar secara meriah dan terbuka untuk umum.
FinExpo 2026 secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dan disaksikan ratusan pengunjung yang antusias mendatangi sejumlah stan lembaga jasa keuangan. Berbagai institusi, mulai dari perbankan hingga lembaga keuangan nonbank, membuka booth untuk memberikan informasi mengenai produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai kebutuhan masing-masing.
Target Kredit Nasional Melonjak Signifikan
Dalam sambutannya, SF Hariyanto mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan penyaluran kredit perbankan secara nasional pada 2027. Merujuk arahan Presiden Prabowo Subianto, penyaluran kredit yang sebelumnya ditargetkan sebesar Rp53 triliun untuk dua juta penerima pada 2026 akan ditingkatkan drastis menjadi Rp400 triliun untuk 28 juta penerima pada 2027 mendatang.
“Berdasarkan arahan Bapak Presiden Prabowo, penyaluran kredit secara nasional ditingkatkan dari Rp53 triliun untuk dua juta penerima tahun ini menjadi Rp400 triliun untuk 28 juta penerima pada 2027 mendatang,” ujar SF Hariyanto di hadapan para pengunjung dan pelaku industri jasa keuangan.
Lonjakan target tersebut mencerminkan besarnya komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses pembiayaan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan formal. Dengan demikian, langkah OJK Riau Dorong Inklusi Keuangan Lewat FinExpo 2026 dinilai sejalan dengan agenda besar nasional tersebut.
Kejar Target Inklusi 98 Persen pada 2045
Kepala OJK Provinsi Riau, Mohammad Fredly Nasution, menegaskan bahwa FinExpo menjadi salah satu sarana efektif untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045, sejalan dengan visi Indonesia Emas.
“Kegiatan ini salah satunya bertujuan meningkatkan akses keuangan masyarakat, sehingga target 98 persen masyarakat dapat memiliki akses ke perbankan bisa tercapai,” kata Fredly.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, terutama pelaku industri jasa keuangan, untuk berkolaborasi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat. Menurutnya, literasi yang baik akan membuat masyarakat lebih cerdas dalam memilih dan memanfaatkan produk keuangan, sehingga terhindar dari risiko penipuan maupun pengelolaan keuangan yang keliru.
“Kami mengimbau industri jasa keuangan untuk bersama-sama membantu meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” tutupnya.
Antusiasme Masyarakat dan Ragam Layanan
Sepanjang gelaran, pengunjung tampak memadati area pameran untuk menggali informasi seputar produk tabungan, kredit usaha mikro, asuransi, hingga layanan investasi. Kehadiran stan-stan interaktif membuat masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan petugas lembaga keuangan tanpa harus datang ke kantor cabang.
Berikut sejumlah sektor layanan keuangan yang turut hadir dalam FinExpo 2026:
- Perbankan, meliputi produk tabungan, kredit konsumtif, dan kredit usaha rakyat.
- Lembaga pembiayaan, menyediakan skema cicilan dan pembiayaan multiguna.
- Asuransi, memberikan pemahaman mengenai proteksi risiko keluarga dan usaha.
- Pasar modal dan investasi, mengenalkan instrumen investasi yang aman dan terdaftar.
Melalui ragam layanan tersebut, semangat OJK Riau Dorong Inklusi Keuangan Lewat FinExpo 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan berdampak nyata pada peningkatan jumlah masyarakat yang terhubung dengan sistem keuangan formal.
Kolaborasi sebagai Kunci Keberhasilan
Keberhasilan peningkatan inklusi keuangan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara regulator, pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, hingga tokoh masyarakat. OJK Riau Dorong Inklusi Keuangan Lewat FinExpo 2026 menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif mampu menghadirkan layanan keuangan yang lebih mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menabung, berinvestasi secara bijak, serta mengakses pembiayaan produktif untuk mengembangkan usaha. Edukasi yang berkelanjutan pun menjadi kunci agar inklusi keuangan tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga berkualitas.
Sebagai penutup, gelaran FinExpo 2026 di Pekanbaru menunjukkan komitmen kuat berbagai pihak dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif. Upaya OJK Riau Dorong Inklusi Keuangan Lewat FinExpo 2026 diharapkan menjadi pijakan penting menuju target 98 persen akses keuangan pada 2045, sekaligus mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Riau melalui pemanfaatan layanan keuangan yang tepat guna.
