25 Tahun Berjuang Urus Izin, Pramono Resmikan Gereja Advent Cililitan dengan Pesan Menohok soal Birokrasi
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya Pramono resmikan gereja Advent yang dibangun setelah 25 tahun perjuangan izin [titlebase] di Jalan Swadaya II Nomor 29, Cililitan, Jakarta Timur, pada Minggu (25/10/2026). Peresmian Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Taman Harapan Jaya ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang yang penuh liku, sebuah proses yang sempat terhenti selama lebih dari dua dekade akibat persoalan perizinan.
Dalam sambutannya, Pramono mengakui bahwa pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan berbagai persyaratan administratif lainnya bukanlah perkara mudah. Ia menyoroti betapa panjangnya proses yang harus dilalui jemaat hingga bangunan rumah ibadah tersebut dapat berdiri dan digunakan secara resmi.
“Sungguh dalam pidato yang disampaikan tadi tentang pembangunan gereja ini berjalan sangat panjang sekali, 25 tahun lebih mengurusnya. Dan saya tahu bahwa untuk mengurus izin yang disebut dengan PBG dan sebagainya itu tidak gampang,” kata Pramono saat menyampaikan sambutan.
Minta Perizinan Rumah Ibadah Tak Berlarut-larut
Belajar dari pengalaman tersebut, Pramono meminta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian khusus terhadap perizinan pembangunan rumah ibadah. Ia menegaskan bahwa setelah seluruh persyaratan administrasi dinyatakan lengkap, proses perizinan seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
“Seyogianya dalam waktu kalau administrasinya sudah selesai, seminggu-dua minggu harus selesai. Dan itu secara konsisten saya lakukan. Begitu sampai di meja saya untuk menandatangani dan memberikan persetujuan tidak lebih dari 5 menit. Tidak lebih,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menjadi pesan tegas bagi jajaran birokrasi agar tidak lagi memperlambat proses pembangunan rumah ibadah. Pramono juga meminta Wali Kota Jakarta Timur Munjirin untuk membantu menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang belum rampung, termasuk penyelesaian tembok serta persoalan perizinan yang berkaitan dengan bangunan di sebelah gereja.
Komitmen Jakarta untuk Semua Agama
Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan komitmennya untuk memastikan Jakarta menjadi tempat yang memberikan ruang bagi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang agama, ras, maupun etnis. Menurutnya, peresmian gereja ini merupakan wujud nyata dari pelayanan yang inklusif.
“Sebagai Gubernur Jakarta, saya harus menjadi gubernur bagi semua agama, semua ras, semua etnis, dan tidak boleh membedakan terhadap hal itu,” kata Pramono.
Peresmian Pramono resmikan gereja Advent yang dibangun setelah 25 tahun perjuangan izin [titlebase] ini pun disambut haru oleh jemaat yang telah lama menantikan kepastian status bangunan tempat mereka beribadah.
Perjalanan Panjang Sejak 1997
Ketua Jemaat GMAHK Taman Harapan Jaya, Reapelt Kairupan, menjelaskan bahwa jemaat memperoleh lahan untuk pembangunan gereja melalui hibah sebuah keluarga pada 1997. Namun, pembangunan terhenti pada 1998 karena proses perizinan belum selesai, bertepatan dengan krisis moneter dan gelombang reformasi yang melanda Indonesia.
Selama masa penantian panjang itu, jemaat tidak tinggal diam. Mereka terus berupaya mengumpulkan dana secara mandiri untuk melanjutkan pembangunan, salah satunya melalui komitmen anggota jemaat menyumbangkan penghasilan mereka.
“Komitmen juga dari seluruh anggota jemaah untuk menyumbangkan satu bulan gaji bagi pembangunan ini kami laksanakan melalui swadaya daripada umat jemaah,” kata Reapelt.
Total anggaran pembangunan gereja ini mencapai Rp7,234 miliar. Dana tersebut bersumber dari empat pihak, yaitu swadaya umat jemaat, donatur, penjualan hasil gereja lama, serta dukungan organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, yakni Indonesia Uni Kawasan Tengah dan Konferens DKI Jakarta.
Pembangunan Capai 80 Persen
Saat ini, pembangunan gereja telah mencapai sekitar 80 persen. Pekerjaan yang tersisa mencakup tahap penyelesaian akhir dan penyiapan perlengkapan. Meski belum sepenuhnya rampung, gereja tersebut telah digunakan untuk beribadah sejak Maret 2026.
Peresmian Pramono resmikan gereja Advent yang dibangun setelah 25 tahun perjuangan izin [titlebase] menjadi momentum refleksi bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola perizinan rumah ibadah ke depan. Jangan sampai, kata Pramono, ada lagi pembangunan yang tertunda selama puluhan tahun hanya karena persoalan administrasi.
Dengan percepatan perizinan yang dijanjikan, diharapkan ke depan tidak ada lagi kelompok umat beragama yang harus menunggu seperempat abad untuk mendapatkan hak beribadah secara layak. Peresmian ini sekaligus menegaskan bahwa Jakarta berkomitmen menjadi rumah bersama bagi seluruh warganya, apa pun keyakinan dan latar belakangnya.
