Mason Mount Jadi Sorotan: Dipuji di Era Amorim, Dikritik Fans Saat Carrick Diuji
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Nama mason mount kembali menghangat di jagat sepak bola, terutama di media sosial X, setelah gelandang Manchester United itu menjadi bahan perbincangan dalam dua konteks yang sangat bertolak belakang. Di satu sisi, ia disebut mulai menemukan performa terbaiknya di bawah asuhan Ruben Amorim. Di sisi lain, keputusan Michael Carrick memainkannya sejak menit pertama saat melawan Bournemouth justru menuai gelombang kritik dari para pendukung Setan Merah.
Dalam laga Premier League di Old Trafford pada Minggu (25/10), Manchester United kembali menelan hasil pahit. Pasukan Michael Carrick tertinggal 2-0 di babak pertama lewat gol Rayan dan Marcus Tavernier, sebelum akhirnya kalah 3-0. Kekalahan itu memperpanjang tren tanpa kemenangan United menjadi tujuh pertandingan, menyusul kekalahan 4-1 dari Como di ajang Liga Champions pada tengah pekan sebelumnya.
Keputusan Carrick menurunkan Mason Mount di sayap kiri sejak awal, sementara Bruno Fernandes justru tidak diberi kesempatan bermain sama sekali, menjadi pemicu utama kemarahan suporter. Di platform X, para penggemar United menilai kontribusi Mount selama 90 menit di lini serang tidak sepadan dengan kepercayaan yang diberikan. Salah satu pendukung bahkan menyebut durasi bermain penuh yang diterima gelandang berusia 27 tahun itu sebagai hal yang sulit diterima.
Namun, narasi berbeda datang dari laporan BBC yang menyoroti perkembangan mason mount di bawah Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu bahkan melontarkan pujian terbuka pada awal masa kepemimpinannya: “Saya harus katakan, saya menyukai anak ini.” Menurut laporan tersebut, gol serta penampilan menyeluruh Mount saat United bertandang ke Wolves menjadi titik terang, terutama karena ia mampu mengisi celah yang nantinya ditinggalkan Bryan Mbeumo dan Amad Diallo yang akan membela negaranya di Piala Afrika.
Kecerdasan bermain, kesadaran posisi, serta kemampuannya beroperasi di ruang sempit disebut kembali menonjol. Mason Mount bergabung dengan Manchester United dari Chelsea pada Juli 2023 dengan nilai transfer 55 juta poundsterling melalui kontrak lima tahun. Saat tiba di Old Trafford, ia menyatakan ambisi besarnya untuk kembali merasakan trofi bergengsi bersama klub barunya.
Rekam jejaknya bersama Chelsea memang mentereng, termasuk gelar Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub. Bersama United, ia tercatat sebagai pemain pengganti di menit injury time ketika Setan Merah mengalahkan Manchester City pada final Piala FA 2024, serta menjadi starter di final Liga Europa yang dimenangkan Tottenham.
Sayangnya, masalah cedera masih setia membayangi perjalanan mason mount. Laporan The Mirror pada Desember 2024 mengungkap pernyataan emosional sang pemain setelah dipastikan absen selama beberapa pekan. Sejak bergabung, ia tercatat hanya tampil dalam 32 pertandingan di semua kompetisi dan bahkan pernah dipaksa ditarik keluar setelah hanya 14 menit bermain.
“Kata-kata tidak bisa menggambarkan betapa hancurnya perasaan saya saat ini. Fans United, kalian mungkin belum terlalu mengenal saya, tetapi satu hal yang bisa saya jamin, saya tidak akan pernah menyerah atau kehilangan keyakinan,” tulis Mount kala itu. Amorim pun mengakui kesedihan sang pemain dan menegaskan bahwa tim akan membantunya bangkit.
Menariknya, kata “Mount” turut menjadi tren di Nigeria, bukan hanya karena sepak bola, tetapi juga karena muncul di berbagai berita tak berkaitan, mulai dari kisah pendaki Everest hingga isu kesehatan. Fenomena ini menunjukkan bagaimana nama mason mount telah menjadi entitas yang melampaui lapangan hijau, melekat pada sosok yang terus diuji antara pujian dan kritik.
Bagi Manchester United, persoalan Mount sesungguhnya mencerminkan persoalan yang lebih besar: transisi pelatih, inkonsistensi performa, dan tekanan suporter yang tak pernah surut. Jika Amorim mampu menjaga kepercayaan dan Mount terbebas dari cedera, potensi gelandang itu masih sangat besar untuk kembali bersinar. Namun selama hasil tim belum membaik, setiap menit yang ia dapatkan akan terus menjadi sorotan tajam, termasuk ketika ia dipilih mendahului pemain lain di laga melawan Bournemouth.
