BCL Bongkar Fakta di Balik Perut Buncit: Bukan Hamil, Tapi Ini Penyebabnya!
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Artis sekaligus penyanyi kenamaan Tanah Air, Bunga Citra Lestari bantah kabar hamil, ungkap penyebab perutnya membuncit yang sempat ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Klarifikasi tersebut disampaikan perempuan yang akrab disapa BCL itu melalui akun Threads pribadinya, @itsmebcl, setelah sejumlah akun menyoroti penampilannya dalam beberapa kesempatan yang dinilai menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Rumor tersebut mencuat setelah foto dan video BCL beredar luas di dunia maya, di mana perutnya terlihat lebih besar dari biasanya. Spekulasi pun berkembang cepat, terutama karena BCL diketahui telah menikah dengan Tiko Aryawardhana. Namun, pelantun lagu Cinta Sejati itu dengan tegas membantah seluruh dugaan yang beredar.
“Guys, denger-denger ada akun-akun yang bilang aku hamil. Info aja yaa, aku tidak sedang hamil. Aku hanyalah manusia biasa berusia 43 tahun yang, saat sedang period, perutnya bloated,” tulis BCL dalam unggahannya.
Melalui pernyataan itu, Bunga Citra Lestari bantah kabar hamil, ungkap penyebab perutnya membuncit yang menurutnya sangat wajar dialami oleh banyak perempuan. Ia menjelaskan bahwa kondisi perut kembung atau bloating memang kerap terjadi pada perempuan menjelang atau selama masa menstruasi. Hal ini membuat bentuk perut tampak lebih besar dibandingkan hari-hari biasa.
Faktor Angle Kamera Turut Berpengaruh
Selain faktor biologis, ibu satu anak ini juga menyoroti pengaruh sudut pengambilan gambar atau angle kamera yang dapat membuat bentuk tubuh seseorang terlihat berbeda. Menurut BCL, penampilan fisik yang tertangkap kamera tidak seharusnya langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan kondisi pribadi seseorang.
“Terkadang, angle kamera juga bisa membuat perutku terlihat semakin buncit. Jadi, boleh nggak sih berhenti berasumsi?” lanjutnya.
Ia pun mempertanyakan kebiasaan warganet yang mudah menarik kesimpulan tanpa mengetahui kondisi sebenarnya. Bagi BCL, asumsi yang dibangun hanya dari penampilan visual kerap menimbulkan dampak yang tidak nyaman bagi orang yang bersangkutan.
Bukan Kali Pertama Dituding Hamil
Dalam unggahan berikutnya, Bunga Citra Lestari bantah kabar hamil, ungkap penyebab perutnya membuncit sekaligus menegaskan bahwa tuduhan serupa bukanlah hal baru baginya. Ia mengaku sudah sering menghadapi dugaan kehamilan sejak masih muda, bahkan sebelum menikah dengan mendiang Ashraf Sinclair.
“This is not the first time aku dibilang hamil. I don’t think there’s anything wrong kalau pada masa-masa tertentu perempuan mengalami bloating dan terlihat lebih buncit dari biasanya. Sekian dan terima kasih,” tulisnya.
Menurut BCL, tidak ada yang salah ketika seorang perempuan mengalami perubahan bentuk tubuh pada waktu-waktu tertentu. Ia menilai hal tersebut merupakan kondisi alami yang seharusnya dipahami, bukan dijadikan bahan spekulasi.
Kekesalan BCL terhadap rumor yang terus berulang bahkan ia tuangkan dengan nada bercanda. Ia mengaku sempat merasa lapar karena kesal, tetapi justru khawatir jika makan akan membuat perutnya semakin buncit dan kembali memicu dugaan kehamilan.
“Saking sebelnya jadi laper. Ntar kalau makan lagi makin dibilang hamil lagi karena makin buncit. Pusing deeh jadinya,” tulisnya disertai emoticon tertawa.
Berikut sejumlah poin penting dari klarifikasi BCL:
- BCL menegaskan dirinya tidak sedang hamil.
- Perut yang terlihat buncit disebabkan kondisi bloating saat menstruasi.
- Sudut pengambilan gambar turut memengaruhi penampilan perut di kamera.
- BCL meminta warganet berhenti berasumsi hanya dari penampilan fisik.
- Tuduhan hamil bukan pertama kali ia alami.
Sikap BCL ini sekaligus menjadi pengingat bagi publik agar lebih bijak dalam menanggapi unggahan di media sosial. Selebritas, seperti halnya masyarakat umum, memiliki kondisi tubuh yang dapat berubah karena faktor alami dan tidak selalu berkaitan dengan kehamilan.
Dengan klarifikasi yang disampaikan secara terbuka, Bunga Citra Lestari bantah kabar hamil, ungkap penyebab perutnya membuncit dan berharap warganet tidak lagi menyebarkan spekulasi tanpa dasar. Kasus ini menjadi contoh bagaimana asumsi yang beredar cepat di media sosial bisa menimbulkan kesalahpahaman, sehingga sikap saling menghormati dan menahan diri dalam berkomentar menjadi hal yang penting untuk terus dijaga bersama.
