Prediksi Skor PSMS Medan vs PSIS Semarang: Cadenazzi Bisa Jadi Ancaman Serius bagi Tuan Rumah! [titlebase]
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Laga pekan ketujuh Championship 2026/2027 Grup A menyajikan duel panas antara PSMS Medan dan PSIS Semarang di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu (25/10/2026) malam. Pertandingan ini menjadi sorotan karena kedua tim hanya terpaut tipis di papan klasemen, dan tak lepas dari perhatian publik sepak bola nasional lewat Prediksi skor PSMS Medan vs PSIS Semarang: Cadenazzi bisa jadi ancaman serius bagi tuan rumah! [titlebase] yang ramai dibicarakan jelang kick-off.
PSMS Medan datang dengan modal bermain di kandang sendiri serta dukungan langsung dari lebih dari lima ribu penonton. Ayam Kinantan sebelumnya menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 11 poin dari enam laga, hanya unggul satu angka atas PSIS Semarang yang berada di peringkat keempat dengan 10 poin. Selisih tipis itu membuat kemenangan menjadi harga mati bagi kedua kesebelasan demi menjaga persaingan di papan atas Grup A.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, menegaskan bahwa timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh setelah gagal meraih hasil maksimal kontra Semen Padang, di mana gol Ari Maring pada menit-menit akhir membuat mereka kehilangan poin. “Kita profesional dan akan membidik kemenangan dari pertandingan ini. Kita sudah menganalisis permainan lawan. PSIS memiliki kelemahan dan kelebihan,” ujar Eko Purdjianto, Jumat (23/10). Ia juga menyebut para pemain telah kembali berlatih setelah mendapat libur dua hari dan bertekad meraih tiga poin penuh.
Namun, tuan rumah diingatkan untuk tidak lengah. Felipe Cadenazzi, mantan penyerang andalan PSMS musim lalu yang kini memperkuat PSIS Semarang, disebut-sebut sebagai ancaman paling serius. Penyerang asal Argentina itu memahami betul karakter permainan Ayam Kinantan sehingga berpotensi merepotkan lini belakang tuan rumah. Inilah yang menjadi dasar mengapa Prediksi skor PSMS Medan vs PSIS Semarang: Cadenazzi bisa jadi ancaman serius bagi tuan rumah! [titlebase] layak menjadi perhatian utama para penggemar sepak bola.
Ancaman itu nyaris terbukti sejak awal laga. Pada menit keempat, Cadenazzi nyaris membuka keunggulan PSIS melalui serangan balik, memanfaatkan umpan Deri Corfe di depan gawang. Beruntung bagi PSMS, kiper Rudi N Rajak sigap mengamankan peluang tersebut. Beberapa menit berselang, gantian tuan rumah mengancam lewat Phillerson dan Rangga Muslim, meski tendangan mereka masih bisa diantisipasi kiper PSIS, Ray Redondo.
PSMS akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-22 melalui Raihan Utama. Mendapat ruang di luar kotak penalti, ia melepaskan tembakan terarah ke tiang jauh yang gagal dijangkau Ray Redondo. Kepercayaan diri tuan rumah meningkat, dan pada menit ke-31 Javier Siverio menggandakan keunggulan lewat sundulan memanfaatkan assist Ikhsan Chan. Sempat dianulir, gol pemain asal Spanyol itu tetap sah dan membuat skor menjadi 2-0.
Namun, drama terjadi menjelang turun minum. Javier Siverio menerima kartu merah pada menit ke-39 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang PSIS. Kartu merah itu memaksa PSMS bermain dengan sepuluh pemain dan mengubah strategi permainan di babak kedua. Eko Purdjianto mengakui hal tersebut. “Yang pasti kita syukuri lagi. Tapi terjadi lagi kartu merah di babak pertama. Kali ini Javier Siverio yang kena kartu merah. Luar biasa perjuangan pemain dengan susah payah mempertahankan keunggulan 2-0 hingga babak pertama,” katanya.
Memasuki babak kedua, PSIS yang dilatih Widodo Cahyono Putro tampil lebih agresif memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Laskar Mahesa Jenar terus menekan, dan pada menit ke-61 tendangan Deri Corfe hampir saja membobol gawang PSMS, sayang bola hanya menerpa mistar. Friksi sempat terjadi di lapangan setelah pelanggaran keras Dani Saputra kepada Amirul pada menit ke-69, namun emosi kedua tim berhasil diredam dan pertandingan kembali berlanjut.
Perjuangan PSIS akhirnya membuahkan hasil pada menit 90+8 melalui gol Ridwan. Meski demikian, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tim tamu dari kekalahan. PSMS Medan menutup laga dengan kemenangan 2-1, meraih tiga angka maksimal yang membawa mereka naik ke posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan nilai 14, menempel PSPS Riau di puncak dengan 18 poin. Sementara PSIS harus bertahan di posisi kelima dengan nilai 10.
Bagi PSIS, hasil ini menjadi pukulan tersendiri. Ancaman Cadenazzi yang diprediksi bakal merepotkan tuan rumah ternyata belum mampu membawa timnya pulang dengan poin. Sebaliknya, PSMS membuktikan ketangguhan mental meski harus bermain dengan sepuluh pemain sejak akhir babak pertama. Ujian berat masih menanti kedua tim pada pekan-pekan berikutnya, dan konsistensi akan menjadi kunci untuk menjaga posisi di papan atas klasemen.
Secara keseluruhan, laga ini membuktikan bahwa Prediksi skor PSMS Medan vs PSIS Semarang: Cadenazzi bisa jadi ancaman serius bagi tuan rumah! [titlebase] bukan sekadar wacana. Meski PSMS menang, kewaspadaan terhadap mantan penyerangnya tetap terbukti relevan. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Ayam Kinantan untuk terus menempel pemuncak klasemen, sekaligus peringatan bagi PSIS bahwa perbaikan di lini pertahanan dan penyelesaian akhir harus segera dilakukan agar bisa kembali bersaing di jalur juara.
