Drama Hoffenheim vs Leverkusen: Prass Cetak Gol Bersejarah Lalu Diusir Gara-Gara Lepas Jersey
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Laga panas bertajuk leverkusen vs Hoffenheim di pekan ketujuh Bundesliga berakhir dengan skor mencolok 3:0 untuk tuan rumah, Minggu (25/10/2026). Kemenangan TSG Hoffenheim atas Bayer Leverkusen di Sinsheim ini diwarnai momen dramatis yang jarang terjadi: gelandang timnas Austria, Alexander Prass, mencetak gol penentu sekaligus harus meninggalkan lapangan lebih cepat karena selebrasinya sendiri.
Duel leverkusen vs Hoffenheim sejatinya diprediksi berjalan ketat. Kedua tim datang dengan modal apik. Bayer Leverkusen mencatat enam kemenangan beruntun di segala kompetisi, termasuk kemenangan 2:1 atas SC Freiburg di Bundesliga dan 2:0 di markas OFI Kreta di ajang Eropa. Sementara Hoffenheim perlahan bangkit setelah start sulit, ditandai kemenangan penting 2:1 di markas Borussia Mönchengladbach dan pesta gol 3:0 melawan Olympique Lyon.
Namun di atas lapangan, anak asuh Christian Ilzer tampil lebih dominan sejak menit awal. Hoffenheim menguasai jalannya pertandingan babak pertama dan menciptakan sejumlah peluang emas. Adam Hlozek membuka ancaman pada menit kelima, disusul dua peluang Fisnik Asllani yang masih digagalkan kiper Bayer, Mark Flekken, pada menit ke-12. Nathan Tella sempat mengancam lewat aksi individu, tetapi gagal memanfaatkan peluang terbaik Leverkusen di menit ketujuh.
Hoffenheim nyaris memecah kebuntuan jelang turun minum. Hlozek membentur tiang kanan gawang, lalu bola muntah disambar Prass yang masih menyamping dari sasaran. Skor kacamata bertahan hingga jeda.
Kramaric dan Gol ke-1000 Hoffenheim
Setelah jeda, tempo permainan sempat menurun. Peluang bersih baru datang menjelang akhir laga. Edmond Tapsoba menjatuhkan Asllani di kotak penalti, dan wasit Daniel Siebert memutuskan penalti setelah meninjau VAR. Andrej Kramaric yang masuk sebagai pemain pengganti tak menyia-nyiakan kesempatan dan menaklukkan Flekken pada menit ke-79.
Gol tersebut bukan sekadar pembuka keunggulan. Bagi Kramaric dan Hoffenheim, itu adalah gol ke-1.000 klub di ajang Bundesliga. Sebelumnya, penyerang asal Kroasia itu juga tercatat sebagai pencetak gol ke-500 TSG di kompetisi tertinggi Jerman. Catatan sejarah yang menegaskan konsistensinya bersama klub berjuluk Die Kraichgauer tersebut.
Leverkusen berusaha merespons cepat. Ibrahim Maza mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-80, tetapi gagal menuntaskan kesempatan. Kegagalan itu berbuah mahal. Pada menit ke-89, Prass menerima umpan Kramaric dan mencetak gol kedua Hoffenheim, seolah mengunci kemenangan tuan rumah.
Selebrasi yang Berujung Kartu Merah
Kebahagiaan Prass justru berubah menjadi mimpi buruk. Dalam euforia, ia menarik jersey hingga lepas dari tubuhnya. Wasit Siebert langsung mengganjarnya dengan kartu kuning kedua, karena Prass sebelumnya sudah menerima kartu kuning akibat pelanggaran taktis sebelum turun minum. Kartu kuning kedua berarti kartu merah, dan pemain berusia 25 tahun itu harus meninggalkan lapangan.
Momen tersebut sontak menjadi perhatian. Prass menutup wajahnya dengan kedua tangan sebelum melangkah ke terowongan menuju ruang ganti. Rekan senegaranya, Patrick Wimmer, yang tengah menjalani pemulihan cedera, terlihat hanya bisa tersenyum melihat insiden tersebut dari pinggir lapangan. Kramaric bahkan sempat memegang kepalanya, seakan mengingatkan bahwa Prass sudah mengantongi kartu kuning.
Meski kehilangan satu pemain, Hoffenheim tetap menambah keunggulan di masa injury time. Max Moerstedt mencetak gol ketiga pada menit ke-96, lagi-lagi berkat assist Kramaric. Skor 3:0 menutup laga yang penuh drama ini.
Dampak bagi Kedua Tim
Hasil pada laga leverkusen vs Hoffenheim ini menjadi pukulan bagi ambisi Bayer Leverkusen untuk mempertahankan tren positif. Kekalahan telak ini menghentikan rentetan kemenangan mereka dan menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih dalam menghadapi jadwal padat berikutnya.
Di sisi lain, kemenangan ini mengukuhkan kebangkitan Hoffenheim. Christian Ilzer sukses membuktikan bahwa timnya mampu bersaing dengan salah satu kekuatan utama Bundesliga. Kontribusi Kramaric, baik sebagai pencetak gol maupun pemberi assist, kembali menjadi faktor kunci.
Namun perhatian publik kini tertuju pada Prass. Golnya membuktikan kualitasnya sebagai pemain andalan, tetapi pengusiran akibat selebrasi berlebihan menjadi pelajaran berharga. Insiden serupa menegaskan pentingnya kedisiplinan di lapangan, terutama ketika seorang pemain sudah menerima kartu kuning.
Secara keseluruhan, duel leverkusen vs Hoffenheim kali ini akan dikenang bukan hanya karena kemenangan 3:0 dan gol bersejarah Kramaric, tetapi juga karena momen unik Prass yang mencetak gol sekaligus diusir wasit dalam hitungan detik. Bagi Hoffenheim, tiga poin penuh ini menjadi modal berharga untuk menjaga momentum di tengah kompetisi yang semakin ketat.
