Alexander Isak Akhirnya Bersinar: Striker Swedia Itu Bikin Liverpool Lupakan Derita Musim Lalu
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Alexander Isak kembali menjadi sorotan setelah mencetak gol kemenangan Liverpool atas Brighton di Anfield. Striker asal Swedia itu kini telah mengoleksi enam gol dalam delapan pertandingan Premier League musim ini, membuktikan bahwa kesabaran Liverpool akhirnya terbayar lunas.
Gol Alexander Isak pada menit ke-21 menjadi momen krusial dalam kemenangan 2-0 The Reds atas Brighton, Minggu (25/10/2026). Berawal dari kerja keras Bradley Barcola di sayap kanan, umpan tariknya diselesaikan dengan dingin oleh Isak. Gol tersebut datang empat menit setelah gol bunuh diri Pascal Gross yang memanfaatkan tembakan Florian Wirtz.
Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengaku senang dengan performa anak asuhnya. Ia secara khusus memuji ketajaman Alexander Isak yang kembali ke performa terbaiknya setelah melalui awal musim yang sulit.
“Jika kami bisa menempatkannya di posisi-posisi seperti itu, memberikan umpan-umpan bagus, situasi yang baik, dia akan mencetak gol,” ujar Iraola seperti dikutip dari laman resmi klub.
Perjalanan Alexander Isak di Liverpool memang tidak mulus. Ia didatangkan dari Newcastle pada Agustus 2025 dengan harga 125 juta poundsterling, menjadikannya sebagai pemain termahal dalam sejarah klub. Namun, musim perdananya berjalan bak mimpi buruk. Cedera kaki yang dialaminya pada Desember membuatnya hanya tampil 22 kali dengan koleksi empat gol.
Musim ini, Alexander Isak tampil seperti pemain yang berbeda. Ia telah mencetak lebih dari separuh gol Liverpool di Premier League. Hanya Erling Haaland (sembilan gol) yang mampu mengungguli perolehan golnya sejauh ini. Kini, Isak tercatat sebagai satu-satunya pemain Liverpool yang mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut di liga sejak Januari 2025.
Kemenangan atas Brighton juga menjadi tonggak penting bagi Iraola. Untuk pertama kalinya, ia merasakan kemenangan di kandang Liverpool setelah tiga pertandingan awal gagal membuahkan hasil. Ini adalah kemenangan keempat beruntun Liverpool di semua kompetisi, sekaligus mengangkat mereka ke posisi keempat klasemen dengan jarak satu poin dari Brighton di posisi ketiga.
Meski menang, Liverpool harus bermain dengan penguasaan bola rendah, hanya 35,6 persen. Namun, efektivitas serangan menjadi kunci. Brighton yang mendominasi penguasaan bola hingga 64 persen justru kesulitan menembus pertahanan rapat Liverpool. Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, mengakui timnya kehilangan momentum akibat kesalahan sendiri.
“Kami datang untuk bermain dengan cara kami. Kami membuat dua kesalahan mudah yang memberi mereka hadiah dua gol,” kata Hurzeler.
Dengan performa apik Alexander Isak, Liverpool optimistis dapat terus bersaing di papan atas. Konsistensi striker 27 tahun itu akan menjadi kunci bagi ambisi The Reds meraih gelar juara musim ini.
Kesimpulannya, kebangkitan Alexander Isak menjadi bukti bahwa kesabaran dan kepercayaan pada kualitas seorang pemain akan membuahkan hasil. Liverpool kini menuai hasil dari investasi besar mereka, dan Isak siap membawa timnya terbang lebih tinggi lagi.
