Sabah FC Jadi Korban Kebangkitan Dortmund, Guirassy Cetak Dua Gol dan Tuai Pujian Rio Ferdinand
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Sabah FC harus menerima kenyataan pahit ketika menjamu Borussia Dortmund dalam laga Matchday 3 Liga Champions 2026/27. Bermain di Azerbaijan, Sabah FC sebenarnya memberikan perlawanan sengit, namun dua gol Serhou Guirassy memastikan kemenangan 2-1 bagi tim tamu. Kekalahan ini membuat Sabah FC baru mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan, sementara Dortmund naik ke posisi dengan enam poin.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Dortmund langsung menekan pertahanan Sabah FC. Pada menit ke-10, Guirassy membuka keunggulan setelah memanfaatkan bola muntahan dari kiper Stas Pokatilov yang gagal menangkap tembakan Felix Nmecha. Namun, Sabah FC tidak tinggal diam. Pada menit ke-39, Aden McCarthy menyamakan kedudukan melalui sundulan memanfaatkan tendangan bebas Tymoteusz Puchacz. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Dortmund kembali mengambil inisiatif. Pada menit ke-53, Guirassy mencetak gol keduanya setelah menyelesaikan umpan matang Joey Veerman dengan chip halus. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Dortmund. Sabah FC berusaha mengejar, tetapi penyelesaian akhir yang kurang baik membuat mereka harus menyerah 1-2.
Kemenangan ini mengakhiri paceklik tiga pertandingan tanpa kemenangan Dortmund di semua kompetisi sepanjang Oktober. Pelatih Dortmund, Niko Kovac, mengapresiasi kerja keras timnya. “Kami tahu laga melawan Sabah FC tidak akan mudah. Mereka bermain disiplin dan berbahaya dari bola mati. Namun, kualitas individu Guirassy membuat perbedaan,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Penampilan gemilang Guirassy mendapat pujian dari legenda Manchester United, Rio Ferdinand. Sebagai pundit, Ferdinand menilai penyerang asal Guinea itu masih kurang mendapatkan pengakuan. “Guirassy adalah striker kelas atas. Dua golnya ke gawang Sabah FC menunjukkan insting dan penyelesaian akhir yang luar biasa. Saya tidak mengerti mengapa namanya jarang disebut di antara striker top Eropa,” kata Ferdinand.
Bagi Sabah FC, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Meski tampil cukup solid, mereka masih kesulitan menghadapi tim-tim besar. Pelatih Sabah FC, dalam pernyataan terpisah, mengakui bahwa timnya kurang beruntung. “Kami memiliki peluang, tetapi tidak memanfaatkannya. Dortmund lebih efektif. Kami akan bangkit di pertandingan berikutnya,” ungkapnya.
Dengan hasil ini, Dortmund mengoleksi enam poin dari tiga laga, sedangkan Sabah FC tertahan di tiga poin. Kemenangan ini juga menjadi modal penting bagi Dortmund untuk menghadapi jadwal padat berikutnya. Sementara itu, Sabah FC harus segera memperbaiki performa jika ingin tetap bersaing di kompetisi elite Eropa.
Secara keseluruhan, laga Sabah FC melawan Dortmund menyajikan duel menarik antara tim underdog dan raksasa Bundesliga. Meskipun kalah, Sabah FC menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah. Guirassy menjadi bintang kemenangan Dortmund, dan pujian Rio Ferdinand menegaskan kualitas striker 30 tahun tersebut. Kini, Sabah FC harus fokus pada pertandingan selanjutnya untuk meraih poin demi menjaga asa lolos ke babak berikutnya.
