Inforiau – 21 Oktober 2026 | ZED FC kembali menunjukkan mentalitas baja mereka di ajang Liga Premier Mesir. Bermain di Stadion Kairo, ZED FC sukses membalikkan keadaan untuk mengalahkan Modern Sport dengan skor dramatis 3-2 pada laga pekan ketujuh, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka atas sang lawan di semua kompetisi. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa ZED FC bukan tim yang mudah menyerah, bahkan ketika tertinggal lebih dulu di babak pertama.
Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Modern Sport tampil lebih agresif dan membuka keunggulan pada menit ke-13. Mahmoud Mamdouh berhasil menyundul bola hasil sepak pojok Ali Fawzi, mengecoh pertahanan ZED FC dan membungkam sebagian besar penonton di stadion. Keunggulan itu bertahan cukup lama sebelum tuan rumah akhirnya menemukan ritme permainan mereka.
ZED FC menyamakan kedudukan sepuluh menit sebelum jeda. Umpan silang Youssef Ibrahim disambut sundulan keras Raafat Khalil yang tak mampu dihalau kiper Mostafa Makhlouf pada menit ke-35. Hanya lima menit berselang, ZED FC berbalik unggul. Ahmed Adel menekan Makhlouf, dan bola hasil sapuan kiper tersebut justru mengenai tubuh Adel sebelum masuk ke gawang. Gol itu menjadi momentum penting yang mengubah arah pertandingan.
Namun Modern Sport tidak tinggal diam. Lima menit sebelum laga usai, Mahmoud Mamdouh kembali mencetak gol melalui tendangan salto spektakuler dari umpan silang Ali Fawzi, membuat skor menjadi 2-2. Gol kedua itu membawa koleksi Mamdouh di liga menjadi delapan gol, memimpin daftar top skor Liga Premier Mesir dengan selisih empat gol dari pesaing terdekatnya. Di tengah tekanan, ZED FC justru bangkit dan memastikan kemenangan melalui gol Ahmed Atef yang menjadi penentu hasil akhir.
Hasil ini mempertegas dominasi ZED FC atas Modern Sport. Sepanjang sejarah pertemuan kedua tim di semua kompetisi, ZED FC belum pernah kalah, dengan catatan empat kemenangan dan empat hasil imbang. Bagi Modern Sport, kekalahan ini sekaligus menghentikan rentetan empat kemenangan beruntun mereka. Sementara itu, ZED FC kini memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi enam pertandingan di semua kompetisi, terdiri dari tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.
Dari sisi klasemen, tambahan tiga poin membawa ZED FC naik ke peringkat kedelapan dengan koleksi 11 poin. Modern Sport tetap berada di posisi kelima dengan 13 poin. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi ZED FC untuk terus merangsek ke papan atas klasemen seiring bergulirnya kompetisi.
Di sisi lain, ZED FC tengah menghadapi kabar kurang menyenangkan jelang jeda kompetisi. Bek kiri andalan mereka, Wajdi Nabhan, dilaporkan mengalami cedera ligamen cruciatum yang membuat peluangnya memperkuat timnas Palestina di Piala Asia mendatang menjadi tanda tanya. Pemain berusia 25 tahun itu bergabung dengan ZED FC dari Al-Wehdat pada musim panas 2026 setelah tampil impresif. Cedera tersebut menjadi pukulan bagi Palestina yang sangat membutuhkan opsi siap pakai di posisi bek kiri untuk turnamen kontinental tersebut.
Meski demikian, performa kolektif ZED FC tetap menjadi sorotan positif. Konsistensi mereka di liga domestik menunjukkan bahwa tim ini memiliki kedalaman skuad dan mentalitas kompetitif yang mumpuni. Laga melawan Modern Sport menjadi contoh sempurna bagaimana ZED FC mampu mengelola tekanan dan memanfaatkan peluang di momen-momen krusial.
Sebagai kesimpulan, kemenangan dramatis ZED FC atas Modern Sport bukan sekadar tiga poin biasa. Hasil ini menegaskan rekor tak terkalahkan mereka atas sang lawan, memperpanjang tren positif enam laga tanpa kekalahan, dan mengangkat posisi mereka di klasemen. Dengan mentalitas comeback yang ditunjukkan, ZED FC membuktikan diri sebagai tim yang layak diperhitungkan di Liga Premier Mesir musim ini, meski bayang-bayang cedera Wajdi Nabhan tetap menjadi catatan yang perlu diwaspadai.
