Udinese Dihajar Milan di Bluenergy Stadium: Pulisic dan Hutchinson Pimpin Revolusi Rossoneri
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Laga penutup giornata kedelapan Serie A 2026/2027 menyajikan duel menarik antara udinese dan Milan di Bluenergy Stadium, Minggu malam (25/10/2026). Dalam pertandingan yang digelar mulai pukul 20.45 waktu setempat, tim tamu Milan berhasil membawa pulang keunggulan setelah gol cepat Christian Pulisic pada menit keenam membuka keran gol Rossoneri. Hasil sementara ini menjadi pukulan bagi udinese yang tampil di hadapan pendukung sendiri namun harus tertinggal lebih dulu.
Jalannya pertandingan babak pertama menunjukkan dominasi Milan dalam penguasaan bola. Pasukan asuhan Amorim itu tampil dengan formasi 4-4-2 yang menempatkan Maignan di bawah mistar, dengan kuartet Tomori, De Winter, Pavlovic, dan Diawara mengisi lini belakang. Sementara itu, udinese yang dilatih Runjaic menurunkan formasi 3-4-2-1 dengan Okoye sebagai penjaga gawang, didukung Abankwah, Kabasele, dan Palma di lini pertahanan.
Gol pembuka lahir dari skema serangan cepat. Modric melepaskan umpan terobosan kepada Tomori yang langsung menyodorkan bola ke depan gawang. Dari jarak dekat, Pulisic berhasil memaksimalkan peluang, meski sempat terlibat tabrakan dengan rekannya sendiri, Bartesaghi. Keunggulan 0-1 ini bertahan hingga turun minum, dengan udinese sesekali mengancam melalui tembakan dari luar kotak penalti yang masih bisa diamankan Maignan dalam tiga tahap penyelamatan.
Memasuki babak kedua, Milan tidak mengendurkan tekanan. Anak asuh Amorim terus berupaya menjaga bola di area pertahanan lawan. Hasilnya, pada awal paruh kedua, Jashari melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi sempurna oleh Okoye. Bola muntahan tersebut disambar Hutchinson untuk menggandakan keunggulan menjadi 0-2. Gol ini menjadi bukti ketajaman lini serang Milan yang malam itu tampil tanpa kompromi.
Meski tertinggal dua gol, udinese tetap berusaha bangkit. Beberapa peluang sempat tercipta, termasuk kombinasi antara Pulisic dan Bartesaghi yang nyaris menambah angka bagi tim tamu. Namun, rapatnya pertahanan Milan membuat tuan rumah kesulitan menembus kotak penalti. Pertandingan pun berjalan dengan tempo tinggi, mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin penuh untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Hasil ini melengkapi rangkaian giornata kedelapan yang sebelumnya diwarnai kemenangan dramatis Inter atas Fiorentina 2-1 di San Siro. Nerazzurri sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Jimenez pada menit ke-65, sebelum Thuram menyamakan kedudukan pada menit ke-91 dan Zielinski memastikan kemenangan lewat penalti di menit ke-97. Sementara itu, Juventus menang 2-0 atas Lecce berkat gol McKennie dan Douglas Luiz, sedangkan Genoa mengalahkan Venezia 1-0. Laga Atalanta kontra Frosinone berakhir dengan skor fantastis 4-4.
Bagi udinese, kekalahan dari Milan ini menjadi catatan penting untuk segera dievaluasi. Lini pertahanan yang dikawal Kabasele dan Palma perlu meningkatkan koordinasi, terutama dalam mengantisipasi serangan balik cepat lawan. Di sisi lain, Milan menunjukkan kualitas skuadnya yang semakin matang di bawah arahan Amorim, dengan Pulisic dan Hutchinson sebagai motor serangan yang efektif.
Dari sisi komersial, laga ini juga menyita perhatian pecinta sepak bola Indonesia. Siaran langsung pertandingan dapat disaksikan melalui platform streaming resmi pemegang hak siar Serie A, sehingga penggemar udinese dan Milan di Tanah Air tetap bisa mengikuti jalannya pertandingan secara penuh. Antusiasme tinggi terlihat dari berbagai diskusi daring yang membahas performa kedua tim.
Dengan hasil ini, Milan berpeluang besar mengamankan posisi di papan atas klasemen, sementara udinese dituntut segera berbenah sebelum menghadapi laga-laga berat berikutnya. Persaingan di Serie A musim ini diprediksi semakin ketat, mengingat beberapa tim papan atas seperti Inter, Juventus, dan Lazio juga menunjukkan performa konsisten.
Secara keseluruhan, pertandingan udinese melawan Milan menyajikan tontonan menarik bagi para penggemar sepak bola. Kecepatan transisi, ketajaman penyelesaian akhir, serta taktik kedua pelatih menjadi sorotan utama. Kekalahan tuan rumah menjadi pelajaran berharga, sementara kemenangan Milan menegaskan ambisi mereka untuk bersaing di jalur juara. Publik sepak bola kini menantikan bagaimana kedua tim merespons hasil ini pada pekan-pekan mendatang, terutama dengan jadwal padat yang menanti di kompetisi domestik maupun Eropa.
