Trent Alexander-Arnold Tegaskan Tekad Bertahan di Real Madrid di Tengah Badai Rumor dan Bangku Cadangan
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Nama trent alexander-arnold kembali menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola Eropa. Bek kanan asal Inggris itu dikabarkan bertekad tetap bertahan dan memperjuangkan posisinya di Real Madrid, meski tengah menjalani masa sulit pada musim keduanya di Santiago Bernabeu. Spekulasi mengenai kemungkinan kepulangan trent alexander-arnold ke Premier League terus menguat seiring minimnya menit bermain yang ia dapatkan bersama klub raksasa Spanyol tersebut.
Kepindahan Alexander-Arnold dari Liverpool ke Real Madrid pada musim panas 2025 sempat dianggap sebagai salah satu transfer paling bergengsi. Madrid begitu menginginkan jasanya hingga rela membayar sekitar 10 juta euro atau setara 11,25 juta dolar AS kepada Liverpool agar sang pemain bisa bergabung lebih awal sebelum kontraknya resmi berakhir, demi bisa tampil di Piala Dunia Antarklub. Saat itu, Madrid memuji Alexander-Arnold sebagai bek kanan terbaik di dunia, sementara sang pemain sendiri mengungkapkan ambisi besarnya untuk meraih Ballon d’Or.
Namun, kenyataan berkata lain. Musim perdana Alexander-Arnold di ibu kota Spanyol berjalan jauh dari harapan. Tanpa trofi dan dengan performa yang jauh dari kata memuaskan, pamornya justru merosot tajam. Cedera yang membelitnya sepanjang musim debut membuatnya sulit menemukan ritme permainan terbaik.
Pergolakan di Bangku Cadangan Madrid
Situasi kian rumit setelah terjadinya gejolak besar di kursi pelatih Real Madrid. Xabi Alonso, sosok yang membawa Alexander-Arnold ke Bernabeu, meninggalkan klub. Alvaro Arbeloa sempat mengambil alih sementara sebelum Jose Mourinho ditunjuk sebagai pelatih pada musim panas berikutnya. Di bawah arahan Mourinho, posisi trent alexander-arnold justru semakin terpinggirkan.
Meski telah pulih dari masalah kebugaran yang mengganggu musim pertamanya, bek berusia 28 tahun itu belum mampu mengamankan tempat sebagai starter reguler. Ia tercatat belum pernah tampil sebagai starter dalam dua pertandingan liga secara beruntun musim ini, dan total menit bermainnya belum mencapai 400 menit. Kedatangan Denzel Dumfries pada musim panas lalu membuat persaingan di posisi bek kanan semakin ketat, dengan pemain asal Belanda itu lebih sering dipilih untuk mengisi pos tersebut.
Puncak kekecewaan terjadi saat Madrid menang 4-1 atas Sevilla pekan lalu. Dalam laga itu, baik Alexander-Arnold maupun Dumfries sama-sama duduk di bangku cadangan, sementara pemain yang bukan berposisi asli bek kanan justru dikerahkan untuk mengisi pos tersebut. Komentator La Liga, Terry Gibson, menyoroti momen tersebut dengan nada sinis.
“Saya hanya bisa tersenyum Minggu malam lalu. Valverde menjadi starter, lalu Mourinho memasukkan Eder Militao sebagai bek kanan di akhir pertandingan. Kamera menyorot Dumfries dan Alexander-Arnold di bangku cadangan, dan mereka saling memandang seolah berkata, ‘Kupikir ini kompetisi kami’,” ujar Gibson.
Gibson menambahkan bahwa Alexander-Arnold memang tak pernah dianggap sebagai rekrutan bintang utama. Bahkan saat ia bergabung, harapan yang ada adalah Dani Carvajal tampil fit dan bermain di depannya. Ketika Carvajal pergi pada musim panas ini, Madrid justru mendatangkan Dumfries. Masalah yang lebih besar kini muncul karena Mourinho memindahkan Federico Valverde, seorang gelandang, ke posisi bek kanan.
Bayang-Bayang El Clasico dan Masa Depan
Menariknya, laga El Clasico melawan Barcelona pada Minggu malam bisa menjadi momen penting bagi trent alexander-arnold. Ia berpotensi dipertahankan mengingat kedekatannya dengan Anthony Gordon, winger Barcelona yang juga merupakan rekan setimnya di tim nasional Inggris. Keduanya pernah merasakan panasnya derby Merseyside ketika Gordon masih membela Everton dan Alexander-Arnold berseragam Liverpool.
Kisah keduanya bahkan sempat nyaris bersatu di Anfield. Pada musim panas 2024, Gordon sangat dekat dengan kepindahan ke Liverpool, klub yang ia dukung sejak kecil. Newcastle saat itu tengah berjuang memenuhi aturan profitabilitas dan keberlanjutan sehingga terpaksa melepas pemainnya. Rumor tersebut sempat menjadi topik hangat di pemusatan latihan timnas Inggris selama Euro, hingga Alexander-Arnold ikut menyanyikan lagu “he’s coming home” yang membuat pelatih Gareth Southgate saat itu, Gareth Southgate, kurang senang.
Terlepas dari dinamika tersebut, kontrak Alexander-Arnold di Bernabeu masih tersisa lima tahun lagi. Namun, posisinya yang kian tersisih di bawah Mourinho memicu spekulasi mengenai masa depannya dan kemungkinan kembali ke Premier League.
Di Madrid sendiri, menurut laporan yang beredar, Alexander-Arnold tidak sedang mempertimbangkan untuk hengkang. Ia memilih untuk bertahan dan berjuang merebut kembali tempatnya. Tekad tersebut menjadi sinyal bahwa trent alexander-arnold belum menyerah membuktikan kualitasnya sebagai salah satu bek kanan terbaik dunia.
Sebagai penutup, kisah Alexander-Arnold menjadi pengingat bahwa gemerlap transfer besar tak selalu berbanding lurus dengan kesuksesan di lapangan. Baginya, tantangan terbesar kini bukanlah soal bakat, melainkan soal mental untuk bangkit dari keterpurukan. Jika ia mampu melewati masa sulit ini, jalan menuju penebusan masih terbuka lebar. Namun jika tidak, rumor kepulangan ke Inggris akan terus menghantui karier trent alexander-arnold.
