Pedri Pimpin Kritik Tajam Usai Barcelona Tumbang di El Clasico: "Bola Hilang dengan Bodoh, dan Itu Ada Harganya"
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Gelandang Barcelona, pedri, tampil sebagai salah satu suara paling lantang di ruang ganti usai kekalahan 1-2 dari Real Madrid pada laga El Clasico yang digelar di Spotify Camp Nou. Dalam pertandingan yang menandai episode ke-193 duel abadi tersebut, pedri tidak menyembunyikan kekecewaannya dan menuding rekan-rekan setimnya tampil jauh dari standar yang seharusnya, terutama pada babak pertama.
Kekalahan ini menjadi pukulan kedua bagi Barcelona dalam kurun lima hari. Sebelumnya, tim asuhan pelatih Catalan itu juga takluk 2-4 dari Paris Saint-Germain di ajang Liga Champions di Paris. Bagi Real Madrid, kemenangan di markas Barcelona ini menjadi yang pertama di kompetisi liga setelah jeda lima tahun lebih, dengan skor identik 2-1 seperti pertemuan sebelumnya.
Babak Pertama yang Menjadi Biang Kerok
Berbicara kepada awak media, pedri menilai timnya sama sekali kehilangan identitas pada 45 menit awal. Ia menyoroti lambatnya sirkulasi bola serta banyaknya umpan yang terbuang secara sembarangan, sesuatu yang menurutnya sangat berbahaya ketika berhadapan dengan lawan sekaliber Real Madrid.
“Secara keseluruhan kami tidak memainkan pertandingan yang hebat. Di babak pertama kami bukan diri kami sendiri, banyak hal yang seharusnya bisa kami lakukan dengan lebih baik,” ujar pedri usai laga. “Di babak pertama kami sangat lambat, kami kehilangan banyak bola secara bodoh, dan hal-hal seperti itu akan membuat Anda membayar harganya.”
Meski demikian, pemain berusia 23 tahun itu tetap mengakui bahwa timnya sempat bangkit. Barcelona berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua melalui gol Raphinha, yang lahir dari skema bola mati yang cerdik. Namun, Real Madrid kemudian mencetak gol kemenangan lewat skema serangan balik yang justru sudah diprediksi oleh kubu Barcelona, tetapi gagal diantisipasi dengan baik.
Momen Cerdas Pedri yang Hampir Mengubah Arah Laga
Di balik hasil pahit tersebut, ada satu momen yang menunjukkan kualitas istimewa pedri. Ketika pertandingan memasuki menit ke-60 dan Barcelona mulai tampak terburu-buruan, gelandang asal Kepulauan Canary itu justru menghadirkan ketenangan. Dari sebuah sepak pojok yang dipaksa lewat serangan balik cepat, bola dikirim pendek kepada pedri.
Alih-alih langsung melepaskan tembakan seperti kebanyakan pemain lain, ia memilih mengangkat kepala, melakukan satu gerakan tambahan, lalu melepas umpan terobosan yang membuka peluang tembak yang jelas bagi timnya. Umpan ekstra yang mungkin tidak akan diberikan pemain lain itulah yang menjadi bukti bahwa ketenangan juga bisa menjadi pembeda di momen-momen krusial.
Pesan Menenangkan di Tengah Badai Kritik
Kendati kecewa, pedri berusaha menularkan ketenangan kepada rekan-rekannya. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini hanya soal tiga poin dan bukan akhir dari segalanya, mengingat kompetisi masih sangat panjang.
“Kami ingin mempersembahkan kemenangan ini kepada para penggemar, tetapi itu tidak terwujud. Namun ini hanya tiga poin. Liga tidak diputuskan di sini,” tegasnya. “Kami harus terus membaik dan melangkah maju.”
Senada dengan pedri, bek sayap Barcelona Joao Cancelo juga angkat bicara. Ia menilai timnya sebenarnya tampil lebih dominan, tetapi Real Madrid mampu menghukum mereka dengan efisiensi tinggi. Cancelo menekankan pentingnya penguasaan bola yang lebih sabar untuk meredam transisi berbahaya lawan, sekaligus menegaskan komitmen skuad untuk bangkit pada laga berikutnya melawan Alaves.
Rangkuman Duel El Clasico
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Skor Akhir | Barcelona 1-2 Real Madrid |
| Pencetak Gol Barcelona | Raphinha |
| Laga Sebelumnya | PSG 4-2 Barcelona (Liga Champions) |
| Fokus Kritik Pedri | Lambatnya tempo dan kehilangan bola secara bodoh |
| Laga Berikutnya | Melawan Alaves (La Liga) |
Kritik pedas pedri menjadi cermin betapa tingginya tuntutan di Barcelona. Kekalahan dari rival abadi selalu menyakitkan, tetapi gelandang muda itu memilih mengambil pelajaran daripada larut dalam kekecewaan. Baginya, kehilangan bola secara sembarangan bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan dosa taktis yang harus segera diperbaiki.
Dengan musim yang masih panjang, kemampuan Barcelona untuk merespons kritik internal ini akan menentukan arah perjalanan mereka. Sosok pedri pun tampil sebagai pemimpin di tengah lapangan sekaligus di ruang ganti, mengingatkan bahwa ketenangan dan ketelitian dalam mengolah bola adalah kunci untuk kembali ke jalur kemenangan.
