Inforiau – 26 Oktober 2026 | Kabar tentang kondisi frenkie de Jong kembali mencuri perhatian publik sepak bola. Gelandang asal Belanda itu akhirnya angkat bicara soal cedera lutut yang membuatnya harus menepi dalam waktu lama, sekaligus menandai comeback-nya bersama FC Barcelona di laga panas melawan Real Madrid. Kisah di balik cedera tersebut ternyata jauh lebih rumit dari yang dibayangkan banyak orang.
Dalam wawancara yang dikutip dari Ziggo Sport, frenkie de Jong menceritakan bahwa cedera itu bermula saat ia berbenturan dengan rekan setim dalam sesi latihan, tak lama setelah laga pembuka Piala Dunia melawan Jepang. Pemeriksaan awal kala itu tidak menunjukkan masalah besar. Ia bahkan mendapat informasi bahwa kondisinya masih memungkinkan untuk tetap bermain, meski harus menahan rasa tidak nyaman dan nyeri.
“Saat itu saya tidak berpikir cedera ini akan membuat saya absen berbulan-bulan,” ujarnya mengenang. “Mereka bilang ini sesuatu yang kecil, saya bisa bermain, hanya akan terasa tidak nyaman dan menyakitkan. Tapi kalau Anda bisa bermain dan mereka bilang tidak akan lebih buruk, ya tentu saja Anda main di Piala Dunia.”
Dengan keyakinan itu, frenkie de Jong memilih terus tampil membela timnas Belanda. Ia mengaku memang selalu ingin bermain selama masih mampu, terlebih karena sudah terbiasa tampil dengan rasa sakit ringan. Namun setelah Belanda tersingkir oleh Maroko, ia kembali ke Barcelona dan menjalani pemeriksaan lanjutan. Hasilnya bakal menjadi pukulan berat: kerusakan pada lututnya ternyata jauh lebih parah dari perkiraan awal.
“Ternyata jauh lebih buruk dari yang diperkirakan. Mereka bilang saya harus absen lama,” tuturnya. Sejak saat itu, masa-masa penuh ketidakpastian dimulai. Pertanyaan terbesar yang menghantui adalah apakah ia harus menjalani operasi atau tidak. Keraguan itu membuat proses pemulihan terasa semakin menegangkan.
Menurut catatan medis yang beredar, frenkie de Jong mengalami robekan pada ligamen kolateral medial lutut kanannya. Cedera tersebut membuatnya harus menepi selama kurang lebih 155 hari sebelum akhirnya kembali merumput. Laga terakhirnya sebelum cedera adalah ketika Belanda menghadapi Maroko pada 30 Juni di ajang Piala Dunia.
Kembalinya frenkie de Jong terjadi pada laga El Clásico melawan Real Madrid di Spotify Camp Nou. Pelatih Hansi Flick menurunkannya pada menit ke-74, menggantikan Fermin Lopez, saat kedudukan masih imbang 1-1. Sambutan meriah dari suporter Barcelona menyambut masuknya sang gelandang, yang langsung ditempatkan di sisi kanan lini tengah sejajar dengan posisi Pedri.
Sayangnya, momen bahagia itu tidak berakhir manis. Real Madrid, yang tampil agresif lewat pergerakan Arda Güler dan Kylian Mbappé, mampu mencetak gol kemenangan pada menit ke-87 melalui serangan balik cepat yang diselesaikan Mbappé. Barcelona pun harus menelan kekalahan pertama mereka di La Liga musim ini dengan skor 1-2, meski sempat menyamakan kedudukan lewat aksi Raphinha pada menit ke-61.
Meski demikian, comeback frenkie de Jong tetap menjadi kabar positif di tengah malam yang menyakitkan bagi Barcelona. Kehadirannya kembali memberikan opsi tambahan bagi Flick di lini tengah, sekaligus menjadi langkah awal untuk memulihkan kebugaran dan ritme pertandingannya. Barcelona sendiri masih memimpin klasemen La Liga dengan 27 poin, diikuti Atlético Madrid dengan 25 poin dan Real Madrid dengan 24 poin.
Kisah frenkie de Jong menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap lapangan hijau, ada perjuangan panjang dan risiko yang harus ditanggung seorang pemain. Keputusan bermain di Piala Dunia demi membela negaranya ternyata berbuntut panjang, namun semangat untuk kembali bangkit justru menunjukkan karakter kuat seorang gelandang kelas dunia. Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa ia masih mampu menjadi tulang punggung Barcelona di sisa musim yang panjang.
