11 Kemenangan Beruntun, Pyramids FC di Bawah Mokwena Mulai Taklukkan Mesir dan Afrika
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Pyramids FC terus menjadi pusat perhatian sepak bola Mesir dan Afrika. Klub asal Kairo itu kini mencatatkan 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi sejak ditangani pelatih asal Afrika Selatan, Rhulani Mokwena, setelah mengalahkan Talaea El Gaish dengan skor 4-1 dalam laga lanjutan Liga Primer Mesir. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan liga ketujuh secara beruntun bagi Pyramids FC sekaligus menjaga mereka di puncak klasemen.
Laga yang berlangsung setelah Pyramids FC meraih kemenangan tandang atas El Merriekh dari Sudan Selatan di Liga Champions CAF itu menunjukkan bahwa anak asuh Mokwena tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Mereka langsung mengambil kendali permainan sejak menit awal dan membuka keunggulan pada menit keenam melalui Mohanad Lasheen, yang mencatatkan gol keduanya musim ini dan menambah kontribusi golnya menjadi empat.
Tekanan Pyramids FC berbuah sembilan menit kemudian. Mostafa Ziko, yang tampil impresif sepanjang musim, menyelesaikan peluang menjadi gol untuk membawa tim unggul 2-0 pada menit ke-15. Namun Talaea El Gaish sempat memperkecil kedudukan sebelum jeda melalui sundulan Ahmed Tarek pada menit ke-35, memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah.
Wasit Mohamed Maarouf sempat menganulir gol Youssef Obama empat menit sebelum turun minum setelah meninjau tayangan video assistant referee (VAR), karena menilai Ahmed Nadeer Ben Bouali melakukan pelanggaran dalam proses terciptanya gol. Talaea El Gaish tampil lebih agresif pada paruh kedua dan menekan untuk menyamakan kedudukan, memaksa Pyramids FC bermain lebih dalam.
Meski demikian, Pyramids FC kembali menjauh sepuluh menit sebelum bubaran. Mahmoud Saber mencetak gol keduanya dalam empat hari untuk membawa tim unggul 3-1, sebelum Mahmoud Zalaka menutup pesta gol dari titik penalti pada menit ke-89.
Dengan hasil ini, Pyramids FC mengoleksi keunggulan lima poin atas Al Ahly SC di posisi kedua, meski Al Ahly masih menyimpan satu laga tunda. Pencapaian Mokwena pun menorehkan sejarah tersendiri: ia menjadi pelatih pertama dalam sejarah Pyramids FC yang memenangkan seluruh 11 pertandingan pertamanya tanpa sekali pun seri atau kalah.
Pelatih berusia 39 tahun itu menyamai catatan tak terkalahkan pada 11 laga awal yang pernah diraih Hossam Hassan dan Ramon Diaz, tetapi hanya Mokwena yang berhasil menyapu bersih semua kemenangan. Hassan mencatat enam kemenangan dan lima imbang, sementara Diaz membawa tujuh kemenangan dan empat imbang.
Selain di kompetisi domestik, Pyramids FC juga menunjukkan ketajaman di level kontinental. Kemenangan atas El Merriekh di Liga Champions CAF menambah deretan hasil positif mereka, termasuk ketika menggulung Gor Mahia dari Kenya dengan agregat 7-1 pada babak penyisihan pertama.
Kendati demikian, pengamat sepak bola Mesir, Fathy Sanad, mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. Menurutnya, konsistensi di bawah tekanan kompetisi yang memanas akan menjadi ujian sebenarnya bagi Pyramids FC, terlebih dengan ambisi besar klub untuk bersaing di semua ajang.
“Sepuluh pertandingan, sepuluh kemenangan, tanpa tersandung dan tanpa kehilangan poin. Awal Rhulani Mokwena di Pyramids luar biasa dan angka-angka menunjukkan bahwa pria ini datang dengan tahu persis apa yang diinginkannya. Tetapi mari kita sepakati bahwa pelajaran bukan hanya soal permulaan. Tantangan sebenarnya adalah mempertahankan level yang sama ketika kompetisi memanas dan tekanan meningkat,” ujar Sanad.
Tekanan itu kian terasa karena bayang-bayang Al Ahly dan Zamalek selalu menghantui persaingan di Liga Mesir. Al Ahly sendiri tengah melakukan pembenahan di lini belakang setelah kesalahan Yassin Marei dalam laga melawan Kitarra dari Uganda di Piala Konfederasi CAF. Pelatih Omar El Saaiy dikabarkan membuka peluang mendatangkan bek baru, dan salah satu kandidat yang disebut adalah Mahmoud Marei, pemain milik Pyramids FC.
Setelah laga melawan Talaea El Gaish, Pyramids FC akan kembali mengalihkan fokus ke kompetisi kontinental. Mereka dijadwalkan menghadapi El Merriekh pada leg kedua babak penyisihan kedua Liga Champions CAF, Sabtu malam, dengan modal kepercayaan diri yang tinggi setelah rentetan kemenangan.
Jika mampu mempertahankan performa ini, Pyramids FC berpeluang besar mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru yang serius di sepak bola Mesir dan Afrika. Namun, sejarah menunjukkan bahwa menjaga konsistensi sepanjang musim jauh lebih sulit daripada memulai dengan sempurna, dan itulah ujian sesungguhnya yang menanti Mokwena dan pasukannya.
