Roma Pesta Gol, Slovan Bratislava Makin Terpuruk di Dasar Klasemen Liga Champions
Inforiau – 21 Oktober 2026 | AS Roma akhirnya meraih kemenangan perdana mereka di fase liga Liga Champions musim ini setelah menghancurkan Slovan Bratislava dengan skor telak 4-0 di Stadio Olimpico, Roma, Selasa malam waktu setempat. Kemenangan ini menjadi obat bagi Giallorossi yang sebelumnya harus menelan pil pahit akibat kekalahan dramatis 3-4 dari Real Madrid, di mana mereka sempat unggul 3-1 hingga menit ke-82 sebelum kebobolan tiga gol dari situasi sepak pojok. Slovan Bratislava, yang dilatih mantan gelandang Manchester City, Yaya Toure, tampil sebagai pihak yang paling menderita dalam laga ini dan semakin terbenam di dasar klasemen.
Meski mendominasi sejak menit awal, Roma sempat menemui tembok tebal bernama Kenan Bajric. Bek Slovan Bratislava itu melakukan blok ganda untuk menggagalkan peluang Donyell Malen dan Niccolo Pisilli, sebelum juga menghalau tembakan Lorenzo Pellegrini. Pellegrini kemudian melepaskan sepakan yang melambung di atas mistar, namun ia tetap menjadi arsitek gol pembuka pada menit ke-21. Berawal dari tendangan bebas yang ia eksekusi, Daniele Ghilardi menyundul bola ke tiang jauh dan Mario Hermoso dengan mudah menanduknya masuk dari jarak dekat.
Gol kedua Roma lahir pada menit ke-39 lewat kerja sama para wing-back racikan Gian Piero Gasperini. Umpan silang Wesley Franca sebenarnya sempat disambut Nahuel Molina dengan tembakan melebar, tetapi beberapa saat kemudian Malen menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan terukur yang ditepis Dominik Takac ke arah Molina. Bek asal Argentina itu pun menyambar bola rebound di tiang jauh untuk mencetak gol pertamanya bagi klub. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Roma tak mengendurkan tekanan. Pellegrini sempat melakukan nutmeg untuk menerobos kotak penalti, namun ia mengalami cedera dalam prosesnya dan menyerahkan ban kapten kepada Pisilli. Pergantian itu justru berbuah manis. Matias Soule yang masuk sebagai pengganti menekan Tigran Barseghyan hingga kehilangan bola di garis gawang, lalu Malen menyodorkan bola kepada Pisilli yang melepaskan tembakan keras ke atap gawang pada menit ke-52.
Lima menit berselang, penderitaan Slovan Bratislava bertambah. Cesar Blackman berusaha mati-matian mengawal Wesley Franca, tetapi justru menjatuhkannya di dalam kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, dan Malen dengan tenang mengeksekusi penalti ke sudut bawah gawang untuk membawa Roma unggul 4-0. Kenyamanan tuan rumah begitu terlihat ketika Wesley dan Malen sama-sama ditarik keluar tepat setelah penalti tersebut, meski laga baru berjalan 59 menit.
Sejumlah peluang tambahan sebenarnya masih tercipta. Santiago Castro melepaskan tembakan melenceng tak lama setelah masuk, sundulan Ghilardi berhasil diselamatkan, Molina menyepak bola voli melebar, dan Takac tampil impresif dengan menepis peluang Rodrigo Mora. Statistik pertandingan mencatat dominasi mutlak tuan rumah yang tampil di hadapan 64.399 penonton di Stadio Olimpico.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Roma karena menjadi kemenangan Liga Champions pertama mereka sejak kembali ke kompetisi elit Eropa pada 2019. Sebelumnya, mereka hanya mampu bermain imbang melawan Fenerbahce dan kalah dari Real Madrid. Sementara itu, kekalahan ini membuat Slovan Bratislava kian terpuruk. Klub asal Slovakia tersebut sebelumnya juga dihancurkan PSG 6-1 dan takluk 3-0 dari VfB Stuttgart, dan kini terpuruk di dasar klasemen fase liga. Tim asuhan Yaya Toure itu juga tampil tanpa diperkuat Andraz Sporar, Roman Cerepkai, dan Mykola Kukharevych yang tengah dibekap cedera.
Bagi Roma, kemenangan ini sekaligus membuktikan ketangguhan skuad meski dilanda badai cedera. Paulo Dybala dan Manu Kone harus bergabung dengan Mile Svilar di ruang perawatan setelah laga melawan Real Madrid, sementara Bryan Cristante baru kembali ke bangku cadangan setelah sebulan absen. Rotasi besar-besaran di lini belakang yang dilakukan Gasperini ternyata tidak mengurangi soliditas tim.
Dengan hasil ini, Roma menghidupkan kembali asa mereka untuk lolos ke fase berikutnya, sementara Slovan Bratislava harus segera berbenah jika tidak ingin semakin tenggelam di kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut. Laga ini menjadi pengingat keras bahwa selisih kualitas antara tim papan atas Serie A dan wakil Slovakia masih sangat lebar, dan Slovan Bratislava harus menemukan solusi cepat sebelum jadwal berikutnya menghadang.
