Xavi Espart Cetak Gol Perdana di Liga Champions, Barcelona Tetap Takluk 2-4 dari PSG
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Nama Xavi Espart menjadi sorotan dalam laga seru Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Barcelona di Stadion Parc des Princes, Paris, Rabu dini hari WIB. Bek muda berusia 19 tahun itu mencetak gol pertamanya di kompetisi elite Eropa, meski akhirnya Barcelona harus mengakui keunggulan tuan rumah PSG dengan skor 4-2. Penampilan Xavi Espart menjadi salah satu cerita menarik dari matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026/2027 yang berlangsung penuh drama.
Pertandingan dibuka dengan tekanan tinggi dari PSG yang tampil sebagai juara bertahan sekaligus tuan rumah. Khvicha Kvaratskhelia nyaris membuka keunggulan pada menit kedua, namun tembakannya membentur tiang gawang Barcelona yang dikawal Joan Garcia. Barcelona sempat merespons melalui peluang Dani Olmo dan Raphinha, tetapi dominasi tuan rumah akhirnya berbuah pada menit ke-38. Desire Doue melepaskan tembakan terukur dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau Joan Garcia, membawa PSG unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Barcelona tampil lebih agresif. Hasilnya datang pada menit ke-55 ketika Xavi Espart melakukan penetrasi ke kotak penalti dan menuntaskan umpan Fermin Lopez dengan tembakan keras ke tiang dekat. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan sekaligus mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda Barcelona di ajang Liga Champions musim ini. Xavi Espart, yang lahir pada 21 Mei 2007, merupakan produk akademi La Masia yang bergabung sejak usia delapan tahun dari UE Vilassar de Mar.
Perjalanan Xavi Espart menuju tim utama Barcelona terbilang mulus. Ia sempat menjadi kapten Barcelona Atletic pada musim 2025/2026 sebelum menembus skuad utama pada Maret 2026, debutnya terjadi di St. James’ Park melawan Newcastle United. Pada 27 Agustus 2026, ia resmi dipromosikan ke tim utama dengan mengenakan nomor punggung 12. Gol perdananya di La Liga lahir pada 13 September 2026 saat Barcelona menang 4-2 atas Levante, dan kini ia menambah koleksi golnya di panggung Liga Champions.
Kegembiraan Barcelona sempat berlangsung singkat. PSG kembali memimpin pada menit ke-72 melalui sundulan Lucas Hernandez yang memanfaatkan sepak pojok Desire Doue. Tujuh menit berselang, Lamine Yamal kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat penyelesaian cerdik dari sudut sempit di sisi kanan kotak penalti. Namun, keunggulan PSG hanya butuh dua menit untuk kembali hadir. Vitinha memanfaatkan sapuan tidak sempurna pemain bertahan Barcelona sebelum melepaskan tembakan dari luar kotak penalti ke pojok kiri bawah gawang pada menit ke-81.
Fabian Ruiz memastikan kemenangan 4-2 untuk PSG pada menit ke-86 setelah menyambut umpan silang Achraf Hakimi di tiang jauh. Hasil ini memperpanjang catatan tak terkalahkan PSG di kompetisi Eropa menjadi 14 pertandingan sejak 28 Januari 2026. PSG kini mengoleksi sembilan poin dari tiga laga dan memuncaki klasemen sementara, sementara Barcelona mengoleksi enam poin dan turun ke peringkat kelima.
Usai pertandingan, Xavi Espart mengungkapkan perasaan campur aduk. Ia bahagia bisa mencetak gol pertamanya di Liga Champions, tetapi kecewa karena timnya gagal meraih kemenangan. Menurutnya, pertandingan ditentukan oleh detail-detail kecil dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Senada dengan itu, bek Barcelona Gerard Martin menilai PSG lebih baik dalam memanfaatkan celah yang ada, sementara Raphinha menegaskan bahwa timnya telah berjuang maksimal dan akan terus berkembang.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, disebut sengaja merotasi Rodri mengingat laga derby melawan Real Madrid pada akhir pekan. Meski demikian, ia tetap memberikan kepercayaan kepada para pemain muda, termasuk Xavi Espart, Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Marc Bernal. Menariknya, menurut data Opta, Barcelona menjadi tim pertama yang memulai pertandingan melawan juara bertahan Liga Champions dengan empat pemain muda di starting eleven.
Dengan kontrak yang berlaku hingga Juni 2030 setelah diperpanjang pada Oktober 2026, masa depan Xavi Espart di Barcelona terlihat cerah. Kemampuannya bermain di kedua sisi pertahanan serta latar belakangnya sebagai gelandang di masa muda membuatnya menjadi aset berharga bagi skuad Catalan. Laga melawan PSG memang berakhir pahit bagi Barcelona, tetapi bagi Xavi Espart, malam di Parc des Princes akan selalu dikenang sebagai momen bersejarah dalam kariernya.
