Ratusan Titik Banjir Jadi PR Pekanbaru, DPRD Desak Pemko Lanjutkan Pembenahan Drainase
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kota Pekanbaru. Ratusan Titik Banjir Jadi PR Pekanbaru DPRD Desak Pemko Lanjutkan Pembenahan Drainase menjadi sorotan utama setelah DPRD menilai perbaikan saluran air belum menjangkau seluruh kawasan bermasalah. Ketua DPRD Pekanbaru, M Isa Lahamid, menegaskan bahwa pembenahan drainase harus diposisikan sebagai prioritas pembangunan daerah, bukan sekadar reaksi saat genangan sudah merendam permukiman warga.
“Saat ini kan sudah ada beberapa titik di antaranya mendapatkan penanganan dan menunjukkan hasil yang baik. Drainase dibangun baru, bahkan sebagian dibenahi,” kata Isa Lahamid, Rabu (14/10/2026).
Ia berharap upaya tersebut tidak berhenti di tengah jalan. Penanganan banjir, menurutnya, harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar risiko genangan dapat ditekan dari waktu ke waktu, bukan hanya ditangani ketika air sudah meluap ke jalan dan rumah warga.
Fokus pada Kondisi Nyata di Lapangan
DPRD Pekanbaru menilai pembenahan drainase perlu berangkat dari kondisi riil di lapangan. Saluran yang rusak, tersumbat, atau tidak lagi mampu menampung debit air harus menjadi perhatian utama, terutama di kawasan yang berulang kali terdampak banjir. Tanpa pemetaan yang akurat, perbaikan dikhawatirkan hanya bersifat tambal sulam.
Isa juga mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru melalui instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), untuk melanjutkan program perbaikan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Menurutnya, setiap kawasan memiliki karakter masalah yang berbeda sehingga penanganannya pun tidak bisa diseragamkan.
Isu Ratusan Titik Banjir Jadi PR Pekanbaru DPRD Desak Pemko Lanjutkan Pembenahan Drainase juga menyoroti pentingnya pemeliharaan. Pembangunan fisik dinilai tidak cukup jika tidak diiringi perawatan saluran dan pengawasan berkala. Infrastruktur drainase yang telah dibangun harus dipastikan tetap berfungsi optimal, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
- Pembangunan drainase baru di titik-titik rawan genangan.
- Perbaikan saluran yang rusak dan tersumbat.
- Pemeliharaan rutin serta pengawasan kondisi drainase.
- Pelibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air.
Peran Masyarakat Menentukan Keberhasilan
Keterlibatan warga dinilai turut menentukan keberhasilan penanganan banjir. Menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan menjadi langkah sederhana yang berdampak besar dalam mengurangi risiko genangan. DPRD berharap kesadaran kolektif ini tumbuh seiring dengan upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur.
“Persoalan banjir di Pekanbaru bisa berkurang, jika penanganannya serius. Ini harus dengan komitmen dan penanganan bersama, termasuk dukungan masyarakat,” harapnya.
Selain persoalan banjir, DPRD Pekanbaru mendukung kelanjutan sejumlah program pembangunan pemerintah kota hingga akhir 2026. Perbaikan jalan rusak melalui pengaspalan menjadi salah satu pekerjaan yang diharapkan berjalan beriringan dengan pembenahan drainase. Keduanya sama-sama berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas warga dan kenyamanan lingkungan permukiman.
Menunggu Evaluasi APBD Perubahan Rp3,26 Triliun
Pelaksanaan program pembangunan bergantung pada kepastian anggaran. APBD Perubahan Kota Pekanbaru tahun 2026 telah disahkan dengan nilai Rp3,26 triliun pada 29 September 2026. Anggaran tersebut masih menjalani evaluasi oleh Gubernur Riau sebelum dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan.
DPRD Pekanbaru memperkirakan anggaran itu bisa mulai digunakan pada akhir Oktober 2026. Dengan proses evaluasi yang masih berlangsung, kelanjutan program perbaikan infrastruktur, termasuk penanganan titik-titik banjir yang belum tersentuh, akan sangat bergantung pada penyelesaian tahapan administrasi tersebut.
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Nilai APBD Perubahan 2026 | Rp3,26 triliun |
| Tanggal Pengesahan | 29 September 2026 |
| Status | Evaluasi Gubernur Riau |
| Perkiraan Mulai Digunakan | Akhir Oktober 2026 |
Bagi masyarakat Pekanbaru, keberlanjutan program ini menjadi harapan agar persoalan genangan tidak terus berulang di lokasi yang sama. Penanganan yang konsisten, perencanaan berbasis kebutuhan lapangan, serta pemeliharaan infrastruktur diyakini mampu memberikan hasil yang lebih nyata.
Wacana Ratusan Titik Banjir Jadi PR Pekanbaru DPRD Desak Pemko Lanjutkan Pembenahan Drainase pada akhirnya bukan sekadar soal pembangunan saluran air. Ia menyangkut komitmen bersama antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat untuk menciptakan kota yang lebih tahan terhadap genangan. Selama drainase terus dibenahi, dipelihara, dan dijaga bersama, persoalan banjir di Pekanbaru memiliki peluang lebih besar untuk ditekan secara bertahap. DPRD pun menegaskan akan terus mengawal agar program perbaikan drainase dan infrastruktur jalan berjalan sesuai rencana serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
