Geger Malam di Jogja: Gempa M 5,4 Guncang Gunungkidul, Getaran Terasa hingga Klaten
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Info gempa kembali menjadi perbincangan hangat warganet setelah wilayah barat daya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 pada Selasa malam, 27 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa guncangan terjadi tepat pukul 21.43 WIB dan getarannya terasa hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah, termasuk Klaten. Informasi awal mengenai info gempa ini pun langsung menyebar cepat melalui kanal resmi BMKG dan media sosial.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 9,20 Lintang Selatan dan 110,39 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 136 kilometer arah barat daya Gunungkidul. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman hiposenter sekitar 10 kilometer. Kedalaman yang tergolong dangkal ini membuat guncangan cukup dirasakan oleh warga di sekitar titik gempa maupun di wilayah sekitarnya.
Getaran Terasa hingga Klaten
Sejumlah warga di Juwiring, Klaten, mengaku merasakan getaran meski tidak langsung menyadari bahwa itu adalah gempa. Elsa, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa ia sempat merasakan sensasi aneh seperti pusing. “Saya tadi sempat merasakan, tapi saya tidak tahu kalau itu gempa. Saya pikir sedang nggliyeng,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Pengalaman serupa dialami Dodik, warga Juwiring lainnya. Saat sedang duduk di teras rumah, ia merasakan guncangan seperti lindu dan melihat pintu rumahnya bergetar hingga dua kali. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Melalui sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan resmi yang disampaikan BMKG. Imbauan ini menjadi bagian penting dari penyebaran info gempa agar masyarakat tidak panik namun tetap siaga.
Perbedaan Data Magnitudo Awal
Perlu dicatat bahwa informasi awal dari BMKG sempat mencatat magnitudo 5,5 sebelum akhirnya diperbarui menjadi 5,4. BMKG menjelaskan bahwa informasi awal mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data yang diterima. Berikut ringkasan parameter gempa berdasarkan data terkini:
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Waktu | Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 21.43 WIB |
| Magnitudo | 5,4 (pembaruan dari 5,5) |
| Koordinat | 9,20 LS dan 110,39 BT |
| Lokasi | 136 km barat daya Gunungkidul, DIY |
| Kedalaman | 10 km |
| Potensi Tsunami | Tidak berpotensi |
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah selatan Jawa, termasuk Yogyakarta, merupakan kawasan rawan gempa. Sebelumnya, sejumlah sekolah di Solo juga telah menggelar simulasi gempa bersama Palang Merah Indonesia untuk melatih siswa dan guru menghadapi potensi bencana, termasuk gempa megathrust. Edukasi semacam ini dinilai penting agar masyarakat lebih siap dan tanggap ketika guncangan terjadi.
Bagi warga yang ingin memantau perkembangan terkini, info gempa resmi dapat diakses melalui kanal komunikasi BMKG. Masyarakat diharapkan selalu memverifikasi setiap informasi yang beredar agar tidak termakan hoaks yang kerap muncul pasca-gempa.
Secara keseluruhan, gempa magnitudo 5,4 yang mengguncang barat daya Gunungkidul pada Selasa malam menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman gempa di wilayah selatan Jawa. Meski getaran terasa hingga Klaten dan sempat membuat sejumlah warga kebingungan, BMKG memastikan peristiwa ini tidak berpotensi tsunami dan hingga kini tidak ada laporan kerusakan berarti. Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, serta terus memantau info gempa dari sumber resmi agar tetap aman dan siaga menghadapi segala kemungkinan.
