Roma vs Cagliari: Il Lupi Pesta Gol di Olimpico, Gasperini Puji Mentalitas Skuad
Inforiau – 28 Oktober 2026 | AS Roma melanjutkan tren positifnya di Serie A musim 2026/2027. Dalam laga bertajuk roma vs Cagliari yang digelar di Stadio Olimpico, Selasa (27/10/2026) malam WIB, Il Lupi meraih kemenangan meyakinkan 4-2. Kemenangan ini membuat Roma tetap tak terkalahkan dan menempel ketat Lazio serta Inter Milan di papan atas klasemen.
Pertandingan roma vs Cagliari berjalan sengit sejak menit awal. Cagliari sempat mengejutkan tuan rumah lewat gol penalti M’Bala Nzola pada menit ke-10. Namun, Roma merespons cepat. Emanuele Lulli menyamakan kedudukan pada menit ke-15, disusul gol Niccolo Pisilli pada menit ke-21. Skor 2-1 untuk Roma bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Cagliari kembali mengancam. Daniel Maldini mencetak gol pada menit ke-81 dan sempat membuat kedudukan imbang 2-2. Akan tetapi, kekuatan bangku cadangan Roma terbukti menentukan. Rodrigo Mora mencetak gol pada menit ke-85, kemudian Donyell Malen menutup pesta gol Roma pada menit ke-87. Skor akhir 4-2 untuk kemenangan roma vs Cagliari.
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, mengaku puas dengan performa timnya. Menurutnya, kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad di tengah badai cedera. “Kami kehilangan beberapa pemain penting, tetapi siapa pun yang masuk selalu memberikan yang terbaik. Mentalitas para pemain luar biasa,” ujar Gasperini dalam konferensi pers usai laga.
Kemenangan roma vs Cagliari ini membawa Roma mengoleksi 21 poin dari sembilan pertandingan. Mereka berada di posisi ketiga, terpaut empat poin dari Lazio yang memuncaki klasemen dengan 25 poin, dan satu poin dari Inter Milan di posisi kedua. Sementara itu, Cagliari tertahan di peringkat kesembilan dengan 13 poin.
Meski menang, Gasperini tetap menyoroti lini pertahanan yang kebobolan dua gol. Ia menilai timnya perlu lebih disiplin dalam menjaga keunggulan. “Kami sempat kehilangan fokus setelah unggul. Itu harus diperbaiki ke depannya,” tegasnya.
Di sisi lain, pelatih Cagliari, Fabio Pisacane, mengakui keunggulan Roma. Ia menyebut timnya sudah berusaha maksimal, tetapi kualitas individu pemain Roma menjadi pembeda. “Kami melawan tim yang sangat kuat. Dua gol kami tidak cukup karena Roma memiliki pemain-pemain yang bisa mengubah pertandingan dalam sekejap,” kata Pisacane.
Kemenangan ini juga mendapat sorotan dari legenda AS Roma, Francesco Totti. Ia mengaku senang melihat tim kesayangannya tampil agresif di bawah asuhan Gasperini. Bahkan, Totti sempat berkelakar ingin bermain di era kepelatihan Gasperini saat ini.
Dengan hasil ini, roma vs Cagliari menjadi bukti bahwa AS Roma masih menjadi salah satu tim paling solid di Serie A. Lini belakang yang dikawal Gianluca Mancini, Evan Ndicka, dan Konstantinos Koulierakis memang sempat goyah, tetapi produktivitas gol mereka tak perlu diragukan.
Selanjutnya, Roma akan menghadapi jadwal padat. Mereka akan melakoni laga Liga Champions sebelum kembali bertarung di Serie A. Gasperini berharap momentum kemenangan roma vs Cagliari ini bisa menjadi pemicu semangat para pemain untuk meraih hasil positif di laga-laga berikutnya.
Bagi Cagliari, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah sebelumnya sempat mencatat tiga kemenangan beruntun. Pisacane dituntut segera membangkitkan semangat pasukannya agar tidak terpuruk di papan tengah.
Secara keseluruhan, laga roma vs Cagliari menyajikan hiburan bagi 61.780 penonton yang hadir di Stadio Olimpico. Enam gol tercipta, dan Roma membuktikan diri sebagai kandidat kuat peraih scudetto musim ini. Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin Il Lupi akan terus menempel ketat duo Milan di puncak klasemen.
Dengan performa apik ini, publik ibu kota pun semakin yakin bahwa era kejayaan Roma di bawah Gasperini baru saja dimulai. Duel roma vs Cagliari mungkin hanya satu dari sekian banyak pertandingan, tetapi kemenangan ini menjadi sinyal serius bagi para pesaing di Serie A.
