Alhilal Tumbang di Tangan Al-Shamal: Mimpi Buruk di Doha dan Alarm bagi Simone Inzaghi
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Kekalahan mengejutkan harus diterima alhilal dalam lanjutan fase liga AFC Champions League Elite. Bertandang ke Stadion Al-Bayt, Al-Khor, Qatar, Selasa malam (27/10/2026), klub berjuluk Azraq Al-Riyadh itu takluk 1-3 dari tuan rumah Al-Shamal pada matchday ketiga. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi alhilal yang sebelumnya tampil dominan di kompetisi domestik, sekaligus menandai kekalahan ketiga sejak kedatangan pelatih asal Italia, Simone Inzaghi.
Jalannya Pertandingan: Babak Pertama Menjanjikan, Babak Kedua Ambruk
Inzaghi menurunkan starting eleven yang cukup mengejutkan. Muhammad Al-Owais berdiri di bawah mistar, dengan lini belakang dihuni Theo Hernandez, Moteb Al-Harbi, Yousef Akchichek, dan Ali Lajami. Di lini tengah, Muhammad Kanno, Murad Al-Hawsawi, dan Sabri Dahl diberi kepercayaan, sementara Simon Buwabri, Salem Al-Dawsari, dan Muhammad Meite mengisi sektor serang.
Babak pertama berjalan sesuai skenario. alhilal tampil agresif dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, keunggulan tidak mampu dipertahankan setelah turun minum. Al-Shamal bangkit dan membalikkan keadaan dengan tiga gol yang membuat publik tuan rumah bersorak. Inzaghi pun melakukan rotasi besar-besaran pada menit ke-60 dengan memasukkan Khalidou Koulibaly, Nasser Al-Dawsari, Ollie Watkins, Sultan Mandash, dan Nawaf Al-Habshi. Sayangnya, perubahan itu tak mampu mengubah nasib alhilal.
“Kekalahan ini sangat menyakitkan. Ini kekalahan ketiga sejak saya datang ke alhilal. Kami bermain bagus di babak pertama, tetapi tidak mampu mempertahankan level yang sama di babak kedua karena kelelahan,” ujar Inzaghi dalam konferensi pers usai laga.
Krisis Cedera dan Kelelahan Jadi Biang Keladi
Inzaghi mengungkapkan bahwa sejumlah pemain kunci tidak berada dalam kondisi prima. Trio Muhammad Mahzari, Gabriel Martinelli, dan Crescencio Samervil bahkan tidak ikut rombongan ke Qatar. Sementara itu, Ruben Neves dan Sergej Savic berada di skuad, tetapi kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk diturunkan.
“Kelelahan memengaruhi performa tim. Beberapa pemain tidak bisa tampil sejak awal, dan itu membuat kami kehilangan opsi,” jelasnya. Meski demikian, Inzaghi tetap memberikan apresiasi kepada Salem Al-Dawsari yang kembali bermain penuh 90 menit, serta Simon Buwabri yang dinilai berperan besar dalam menciptakan peluang.
Dampak pada Klasemen dan Jadwal Padat
Kekalahan ini membuat alhilal turun ke peringkat kelima klasemen sementara AFC Champions League Elite dengan koleksi 6 poin dari dua kemenangan dan satu kekalahan. Tim telah mencetak 5 gol dan kebobolan 4 kali. Sementara itu, Al-Shamal naik dari posisi ke-11 ke peringkat keenam dengan 5 poin hasil dari satu kemenangan dan dua kali imbang.
Usai laga, Inzaghi memberikan libur satu hari pada Rabu (28/10/2026) sebelum kembali berlatih pada Kamis malam. Agenda berikutnya, alhilal akan menjamu Al-Fateh di Stadion Kingdom Arena, Riyadh, pada Sabtu (31/10/2026) dalam lanjutan Saudi Pro League. Laga ini menjadi kesempatan emas untuk bangkit dan membuktikan bahwa kekalahan di Doha hanyalah insiden sesaat.
Evaluasi dan Harapan ke Depan
Bagi alhilal, kekalahan ini menjadi alarm serius. Manajemen waktu latihan, pemulihan kondisi fisik, serta rotasi pemain harus menjadi prioritas Inzaghi. Dengan jadwal yang padat di kompetisi domestik dan Asia, kedalaman skuad akan benar-benar diuji. Dukungan suporter pun menjadi kunci agar mentalitas para pemain tetap terjaga.
Di sisi lain, Al-Shamal membuktikan bahwa mereka bukan tim sembarangan. Kemenangan atas alhilal menjadi modal berharga untuk bersaing di papan atas. Sementara itu, Inzaghi dituntut segera menemukan formula terbaik agar alhilal kembali ke jalur kemenangan dan menjaga asa melaju jauh di AFC Champions League Elite.
