Liverpool vs Chelsea di Anfield: Duel Sengit Dua Pelatih Basque dan Misi Balas Dendam Xabi Alonso
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Pertandingan liverpool vs chelsea di putaran keempat Carabao Cup menjadi salah satu laga paling dinanti pekan ini. Anfield akan menjadi panggung pertemuan dua pelatih asal Basque, Andoni Iraola dan Xabi Alonso, yang sama-sama menghadapi jadwal Premier League krusial pada akhir pekan. Laga yang digelar Rabu malam pukul 20.00 waktu setempat ini tidak sekadar menjadi ajang rotasi skuad, tetapi juga pertarungan gengsi dan strategi dua juru taktik yang tengah meniti karier di Inggris.
Liverpool memasuki laga liverpool vs chelsea ini dengan modal tiga kemenangan beruntun. Kemenangan 2-0 atas Brighton pada Minggu lalu menambah kepercayaan diri skuad asuhan Iraola, yang kini menjalani rangkaian empat pertandingan kandang berturut-turut di Anfield. Namun, pertanyaan besar muncul: apakah Iraola akan memprioritaskan laga ini atau justru menyimpan tenaga untuk menjamu Arsenal, sang juara bertahan, pada Super Sunday akhir pekan nanti?
Salah satu nama yang hampir pasti tampil adalah penyerang muda Rio Ngumoha. Pemain yang memulai kariernya di akademi Chelsea itu tampil mengesankan saat melawan Villarreal di Liga Champions pekan lalu, sebelum bermain selama 13 menit terakhir melawan Brighton. Kesempatan menghadapi mantan klubnya tentu menjadi motivasi tersendiri bagi sang pemain muda.
Alonso dan Misi Membalas Kekalahan Memalukan
Di kubu tamu, Xabi Alonso datang ke Anfield untuk pertama kalinya sejak menjadi manajer Chelsea. Ia menghadapi tekanan besar setelah kekalahan 2-0 dari Tottenham di Stamford Bridge pada Sabtu lalu, sebuah performa yang disebut Gary Neville sebagai “buruk sekali”. Kekalahan itu membuat Chelsea wajib bangkit, terlebih dengan jadwal berat melawan Manchester United, Sunderland, dan Leeds yang menanti di liga.
Namun, Chelsea harus tampil tanpa bintang utamanya, Joao Pedro, yang mengalami cedera paha pada sesi latihan terakhir sebelum melawan Tottenham. Penyerang asal Brasil berusia 25 tahun itu dipastikan absen hingga jeda internasional berikutnya, termasuk untuk laga liverpool vs chelsea ini. Cole Palmer juga tidak bisa dimainkan karena hukuman kartu merah saat melawan Spurs.
Dengan kondisi tersebut, Alonso kemungkinan besar akan mengandalkan Danny Welbeck yang berusia 35 tahun sebagai ujung tombak, atau memberi kesempatan kepada Emmanuel Emegha, penyerang 23 tahun yang direkrut dari Strasbourg pada musim panas lalu namun belum sekalipun tampil. Pilihan ini menjadi taruhan tersendiri mengingat pentingnya laga liverpool vs chelsea bagi moral tim.
Wirtz dan Ikatan Emosional dengan Alonso
Menariknya, laga ini juga mempertemukan Alonso dengan Florian Wirtz, pemain yang pernah menjadi andalannya di Bayer Leverkusen. Alonso mengakui bahwa Wirtz adalah salah satu alasan utama dirinya kini berada di posisi sebagai manajer Chelsea. Bersama Wirtz, Leverkusen mencatatkan 51 pertandingan tanpa kekalahan dan meraih gelar Bundesliga pertama mereka pada musim 2023/24.
“Saya hanya bisa berbicara tentang masa saya dengan Flo di Bayer Leverkusen, dan tentu salah satu alasan utama saya berada di sini adalah waktu yang saya habiskan bersamanya,” ujar Alonso. “Dia pemain yang istimewa, dia banyak membantu saya, saya belajar banyak darinya, dan sekarang dia di Liverpool, saya mengikutinya.”
Wirtz sendiri dibeli Liverpool seharga 116 juta poundsterling pada musim panas 2025, tak lama setelah Alonso hijrah ke Real Madrid. Meski sempat kesulitan, pemain berusia 23 tahun itu mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dalam empat pertandingan terakhir. Dalam 60 penampilan di semua kompetisi, ia mencetak delapan gol dan sebelas assist.
Janji Alonso untuk Merayakan Gol
Meski memiliki ikatan emosional mendalam dengan Liverpool, tempat ia memenangkan Liga Champions 2005 dan mencetak gol penyama kedudukan melawan AC Milan di Istanbul, Alonso menegaskan tidak akan menahan diri jika Chelsea mencetak gol. Ia berjanji merayakan gol dengan penuh rasa hormat, namun tetap sebagai bentuk dukungan kepada klub yang kini dibelanya.
“Tentu saja saya akan merayakan, dengan penuh rasa hormat karena kedekatan saya dengan Liverpool sebagai pemain sudah jelas. Tapi sekarang saya berada di peran yang berbeda. Saya harus mendukung tim saya, mendukung klub saya,” tegasnya.
Laga liverpool vs chelsea ini juga menjadi sorotan karena kedua pelatih berasal dari Basque, wilayah yang dikenal melahirkan banyak pelatih berkualitas. Bagi Alonso, Anfield adalah rumah lama yang penuh kenangan, sementara bagi Iraola, ini kesempatan membuktikan kapasitasnya di panggung besar. Peringatan dari Paul Merson bahwa Chelsea bisa kehilangan peluang Liga Champions jika kalah dari Liverpool dan Manchester United menambah bobot tekanan pada laga ini.
Pertarungan yang Menentukan Arah Musim
Bagi Liverpool, kemenangan akan menjaga momentum positif sekaligus memberi kepercayaan diri sebelum menghadapi Arsenal. Bagi Chelsea, hasil positif di Anfield menjadi obat untuk luka kekalahan dari Tottenham dan modal berharga menuju rangkaian laga berat di liga. Duel liverpool vs chelsea ini bukan sekadar pertandingan putaran keempat Piala Liga, melainkan cermin ambisi dua klub besar yang tengah mencari identitas dan konsistensi di bawah komando pelatih barunya.
Dengan skuad yang mungkin dirotasi, baik Iraola maupun Alonso dihadapkan pada dilema antara memprioritaskan kompetisi domestik atau menjaga peluang meraih trofi. Apa pun pilihan yang diambil, Anfield dipastikan menyajikan pertarungan sengit penuh taktik, emosi, dan cerita personal yang membuat laga ini layak dinantikan. Bagi para penggemar sepak bola, pertemuan ini menjadi bukti bahwa Piala Liga tetap memiliki daya tarik tersendiri ketika dua raksasa bertemu.
