Daniel Maldini Cetak Gol, tapi AS Roma Tetap Pesta Gol di Olimpico
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Stadion Olimpico menjadi saksi drama enam gol ketika AS Roma menaklukkan Cagliari 4-2 dalam lanjutan Serie A 2026/2027, Rabu (28/10/2026) dini hari WIB. Meski pertandingan berakhir dengan kemenangan Giallorossi, nama Daniel Maldini tetap mencuri perhatian setelah gelandang muda Cagliari itu mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-81. Gol Daniel Maldini sempat membuat tuan rumah gemetar, namun AS Roma membuktikan mentalitas juara dengan dua gol telat yang memastikan tiga poin penuh.
Kemenangan ini mengembalikan AS Roma ke jalur kemenangan setelah pekan sebelumnya hanya bermain imbang 3-3 melawan Napoli. Tambahan tiga poin membuat pasukan Gian Piero Gasperini bertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 21 poin dari sembilan pertandingan, terpaut empat poin dari Lazio yang memimpin klasemen. Sementara Cagliari tertahan di posisi kesembilan dengan 13 poin.
Jalannya Pertandingan
Cagliari tampil mengejutkan dengan lebih dulu unggul pada menit ke-10 melalui eksekusi penalti M’Bala Nzola setelah Niccolò Pisilli melakukan handball di kotak terlarang. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Lima menit berselang, Emanuele Lulli menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan umpan Nahuel Molina.
Momentum berpihak kepada tuan rumah. Pada menit ke-21, Pisilli membawa Roma berbalik unggul 2-1 setelah menyelesaikan umpan dari Lulli. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum meski Roma terus menekan pertahanan lawan.
Memasuki babak kedua, Cagliari berupaya mengejar ketertinggalan. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-81 ketika Daniel Maldini menerima umpan Adam Obert dan menaklukkan kiper Gollini. Gol Daniel Maldini itu sempat menghidupkan asa tim tamu untuk mencuri poin di Olimpico.
Namun, saat laga diperkirakan akan berakhir imbang, Roma menunjukkan reaksi cepat. Rodrigo Mora mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-85 untuk mengembalikan keunggulan menjadi 3-2. Dua menit kemudian, Donyell Malen memastikan kemenangan Roma setelah memaksimalkan bola muntah di depan gawang lawan. Skor akhir 4-2 untuk Giallorossi.
Lulli Jadi Bintang, Maldini Tetap Bersinar
Emanuele Lulli menjadi sorotan utama dalam laga ini. Bek muda berusia 19 tahun itu mencetak gol penyeimbang sekaligus menyumbang assist untuk gol Pisilli. Penampilannya membuat Lulli mendapat rating tertinggi di antara pemain Roma. Selain mencetak gol dan memberikan assist, ia menciptakan peluang serta membantu pertahanan melalui intersep.
Meski berada di pihak yang kalah, penampilan Daniel Maldini tetap layak diapresiasi. Golnya membuktikan bahwa ia mampu tampil di level tertinggi Serie A dan menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan. Bagi Cagliari, kontribusi Daniel Maldini menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga berikutnya.
| Menit | Pencetak Gol | Tim | Skor |
|---|---|---|---|
| 10′ | M’Bala Nzola (penalti) | Cagliari | 0-1 |
| 15′ | Emanuele Lulli | AS Roma | 1-1 |
| 21′ | Niccolò Pisilli | AS Roma | 2-1 |
| 81′ | Daniel Maldini | Cagliari | 2-2 |
| 85′ | Rodrigo Mora | AS Roma | 3-2 |
| 87′ | Donyell Malen | AS Roma | 4-2 |
Gasperini Temukan Harta Karun
Gian Piero Gasperini mengaku kemenangan ini terasa semakin berharga karena para pemain harus menghadapi lawan yang mampu memberikan tekanan, sementara kondisi fisik tim mulai terpengaruh jadwal pertandingan yang padat. “Hal itu membuat kemenangan ini semakin berharga karena semua pemain terlibat,” ujar Gasperini kepada DAZN Italia.
Pelatih tersebut mengakui Cagliari memiliki tenaga lebih segar di lini serang dan mampu menciptakan sejumlah masalah bagi timnya. “Awalnya aku memperkirakan Cagliari akan tetap tampil positif, meski dengan susunan pemain yang lebih defensif. Namun ternyata mereka sangat siap melancarkan serangan balik. Kami mewaspadai kecepatan Alieu Fadera dan M’Bala Nzola. Tapi mereka juga memiliki opsi-opsi penting dari bangku cadangan,” lanjut Gasperini.
Bagi Gasperini, pertandingan ini memberikan pelajaran berharga. AS Roma tidak hanya mampu mengatasi tekanan, tetapi juga mendapatkan bukti bahwa pemain muda dari akademi klub memiliki kemampuan untuk berkontribusi di level tertinggi. Kontribusi Lulli dan Pisilli menjadi sumber optimisme bagi masa depan klub.
Persaingan di Puncak Klasemen
Kemenangan Roma melengkapi pesta gol dua tim ibu kota Italia. Pada laga lain, Lazio membantai Sassuolo 6-2 di markas lawan. Biancocelesti membuka keunggulan melalui Kenneth Taylor pada menit kedua, sempat disamakan Kristian Thorstvedt pada menit ketujuh, sebelum Gustav Isaksen dan Romano Mussolini memastikan dominasi Lazio. Sassuolo semakin kesulitan setelah Thorstvedt mendapat kartu merah pada menit ke-32.
Dengan hasil ini, persaingan di papan atas Serie A semakin memanas. Roma harus terus menjaga konsistensi jika ingin tetap berada di zona Liga Champions. Sementara Cagliari, meski kalah, menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang bisa diremehkan.
Gol Daniel Maldini menjadi pengingat bahwa kualitas individu di Serie A begitu merata. Meski gagal membawa Cagliari mencuri poin, penampilan Daniel Maldini di Olimpico menegaskan bahwa ia adalah salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di kompetisi ini.
Secara keseluruhan, laga ini membuktikan bahwa AS Roma di bawah asuhan Gasperini memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Kemampuan pemain pengganti seperti Mora dan Malen dalam menentukan hasil akhir menjadi senjata tambahan yang membuat Giallorossi semakin percaya diri menatap sisa musim. Bagi Cagliari, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi, terutama soal konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan yang kembali menjadi titik lemah mereka.
