Soal TKA Matematika Bikin Siswa Banyuwangi 'Berpeluh', 17.653 Peserta Tempuh Tiga Sesi Sehari
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di Banyuwangi memasuki babak krusial. Sebanyak 17.653 siswa SMA, SMK, dan SLB mulai menjalani ujian berbasis komputer pada Senin (26/10/2026), dan pada hari ketiga, Rabu (28/10/2026), giliran soal TKA matematika yang menjadi ujian utama bagi para peserta. Materi numerasi ini dianggap sebagai salah satu penentu karena menguji pemahaman konsep sekaligus kemampuan penalaran siswa di tengah tekanan waktu yang ketat.
Ujian digelar dalam tiga sesi setiap hari, dengan pengaturan peserta dan persiapan jaringan internet yang ketat untuk mengantisipasi gangguan teknis. Atmosfer pelaksanaannya pun disebut mirip dengan Ujian Nasional (UN) era sebelumnya, mengingat hasil TKA menjadi salah satu instrumen penting seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Ketelitian Jadi Kunci di Tengah Soal yang Menantang
Keseriusan terlihat di SMAN 1 Giri Taruna Bangsa (Smagi). Sejak pagi, siswa kelas XII bersiap di laboratorium komputer. Pada hari pertama, peserta mengerjakan 30 soal pilihan ganda Bahasa Indonesia dalam durasi 75 menit. Meski jumlah soal terbilang sedikit, opsi jawaban yang mirip menuntut ketelitian tinggi.
“Soalnya cukup challenging. Ada yang susah dan ada yang mudah. Namun, sebagian besar sesuai dengan yang sudah kami pelajari di kelas,” ujar Aneda, siswi kelas XII-6 SMAN 1 Giri, seusai mengikuti ujian.
Ia menambahkan, sekitar 65 persen materi masih berkaitan dengan pembelajaran di kelas, sementara sisanya menuntut kemampuan penalaran dan pemahaman konteks. Pola serupa diperkirakan muncul dalam soal TKA matematika yang menuntut peserta mengaitkan konsep bilangan, aljabar, geometri, statistika, dan peluang dengan persoalan nyata.
Kisi-Kisi Matematika Jadi Buruan Peserta
Memasuki hari ketiga, perhatian peserta beralih ke materi Matematika yang mencakup pembelajaran hingga pertengahan semester 5 kelas XII. Banyak siswa mencari referensi soal TKA matematika sebagai bahan latihan tambahan, mulai dari bentuk pilihan ganda hingga pembahasan langkah demi langkah.
Pengamat pendidikan menilai pencarian contoh soal TKA matematika menjelang ujian merupakan hal wajar, sebab matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran paling menantang. Namun, peserta diimbau tidak sekadar menghafal pola jawaban, melainkan memahami logika di balik setiap langkah penyelesaian.
Kemendikdasmen Perkuat Mutu Vokasi Lewat TKA
Di tingkat nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat 1,4 juta murid SMK mengikuti TKA. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyebut TKA sebagai alat ukur capaian pembelajaran sekaligus bahan evaluasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan bagian yang perlu diperkuat.
“Hasil dari TKA bisa menjadi masukan apa yang menjadi kekuatan murid di sekolah dan apa yang masih tertinggal serta harus dikuatkan. Selain jadi alat ukur, juga jadi feedback bagaimana pembelajaran ke depan bisa lebih baik dan fokus,” kata Tatang di Jakarta.
Khusus SMK, Kemendikdasmen menyediakan paket soal baru yang disesuaikan dengan bidang keahlian. Salah satu pelaksana, SMKN 2 Kota Depok, mengikutkan 440 murid pada gelombang pertama. Kepala sekolah Yudhiansyah menyatakan sosialisasi telah dilakukan sejak awal kepada murid dan orang tua.
Persiapan Matang di Berbagai Daerah
Di Kabupaten Garut, sebanyak 348 siswa kelas XII MAN 1 Garut mengikuti TKA 2026. Pelaksana Tugas Kepala MAN 1 Garut, H. Asep Wahyudin, menyebut pihaknya menambah jam pembelajaran mata pelajaran wajib serta mengadakan latihan soal dan bimbingan khusus Bahasa Inggris.
“Meskipun pelaksanaannya tidak wajib, kami memberikan layanan agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Pelaksanaan TKA gelombang pertama berlangsung 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua pada 2–5 November 2026. Pembagian sesi dan gelombang dilakukan untuk menjaga kelancaran ujian berbasis komputer di seluruh satuan pendidikan.
Bagi peserta yang masih menyisakan waktu belajar, pengulangan konsep dasar dan latihan soal TKA matematika secara mandiri dinilai lebih efektif dibanding belajar semalam suntuk. Ketenangan, ketelitian membaca soal, dan manajemen waktu menjadi bekal utama saat menghadapi ujian.
Secara keseluruhan, gelaran TKA 2026 menunjukkan keseriusan dunia pendidikan dalam memetakan capaian belajar siswa. Matematika, sebagai salah satu mata pelajaran inti, menjadi cermin kemampuan penalaran generasi muda. Dengan persiapan matang dari sekolah, dukungan orang tua, serta pemahaman konsep yang baik, para peserta diharapkan mampu melewati ujian ini dengan hasil optimal sekaligus menjadikannya pijakan menuju jenjang pendidikan tinggi.
