Deni Avdija Jadi Mesin Kemenangan Portland Trail Blazers di Awal Musim NBA 2026-27
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Penampilan gemilang Deni Avdija kembali menjadi sorotan publik basket Tanah Air dan dunia. Forward asal Israel tersebut tampil sebagai mesin utama kemenangan Portland Trail Blazers atas Los Angeles Lakers dengan skor dramatis di Crypto.com Arena, Selasa malam waktu setempat. Dalam laga bertensi tinggi itu, Deni Avdija menutup pertandingan dengan 23 poin, empat rebound, sembilan assist, satu steal, serta empat tembakan tiga angka. Kontribusinya membuat Blazers mencatat rekor sempurna 3-0 di awal musim 2026-27.
Laga berjalan sengit sejak kuarter pertama. Lakers sempat memimpin 103-100 hingga akhir kuarter ketiga, dengan Austin Reaves menorehkan tonggak sejarah pribadi berupa assist ke-1.500 dalam karier profesionalnya. Namun, Portland yang membawa misi mempertahankan rekor tak terkalahkan terus menekan melalui aksi Damian Lillard dan Deni Avdija. Ketegangan memuncak di kuarter keempat ketika kedua tim kesulitan menjaga efisiensi tembakan akibat pertahanan ketat.
Aksi Klimaks di Kuarter Keempat
Setelah mencetak 11 poin di paruh pertama, Avdija sempat meredup di kuarter ketiga dengan hanya dua poin dari 1-dari-4 tembakan. Namun, ia bangkit tepat ketika timnya paling membutuhkan. Pada kuarter keempat, pemain bernomor punggung 8 itu mencatat sembilan poin, dua rebound, empat assist, dan dua tembakan tiga angka. Berkat performa apik Deni Avdija, Trail Blazers mengungguli Lakers 34-26 di kuarter penutup dan mengunci kemenangan.
Damian Lillard menyumbang 21 poin, termasuk tembakan tiga angka krusial dengan sisa waktu 43,1 detik yang memperlebar keunggulan menjadi enam poin dan praktis mengakhiri perlawanan tuan rumah. Menariknya, Lillard dan Avdija bersama-sama menyumbang 19 dari 34 poin Portland di kuarter keempat. Ja Morant menambahkan 23 poin, sementara Jrue Holiday yang tampil dari bangku cadangan mencetak 22 poin dalam 30 menit bermain.
Dari kubu Lakers, Luka Doncic tampil luar biasa dengan 41 poin, lima rebound, dan sembilan assist, disusul Austin Reaves dengan 26 poin serta Sandro Mamukelashvili yang menambah 17 poin dari bangku cadangan. Meski demikian, soliditas permainan kolektif Portland terbukti lebih efektif di momen-momen krusial.
Konsistensi Avdija Sepanjang Awal Musim
Performa melawan Lakers bukanlah kebetulan. Sebelumnya, Deni Avdija memimpin Portland dengan 26 poin, enam rebound, dan enam assist saat menaklukkan Sacramento Kings 128-120. Ia bermain 39 menit, menandakan cedera pergelangan kaki yang sempat membelitnya jelang laga pembuka tidak lagi menjadi masalah berarti. Berikut rangkuman kontribusinya di awal musim:
- Laga 1 (vs Phoenix Suns): 18 poin, 10 rebound, empat assist, dua steal, dua tembakan tiga angka dalam kemenangan besar.
- Laga 2 (vs Sacramento Kings): 26 poin, enam rebound, enam assist, satu steal.
- Laga 3 (vs Los Angeles Lakers): 23 poin, empat rebound, sembilan assist, satu steal, empat tembakan tiga angka.
Dengan tambahan Lillard dan Morant di lini belakang, banyak pihak sempat meragukan porsi tembakan Avdija. Nyatanya, mantan bintang Washington Wizards itu tetap menjadi fokus utama serangan Blazers. Media Amerika Serikat bahkan menyebutnya sebagai kekuatan yang tak terbendung dan katalisator utama ofensif tim asuhan pelatih Micah Nori.
Budaya Baru di Portland
Yang tak kalah menarik adalah momen di laga melawan Kings. Dengan sisa 28,3 detik dan pertandingan masih menggantung, Nori menarik Lillard dan Morant demi memasukkan Donovan Clingan dan Sidy Cissoko untuk memperkuat pertahanan. Alih-alih kecewa, kedua bintang dengan total 13 penampilan All-Star itu tersenyum, melakukan tos, dan bertukar kata di pinggir lapangan.
“Saya rasa kami berdua tidak terbiasa dengan hal ini,” ujar Lillard. Morant menimpali, “Saya bilang kepadanya, kami sudah melakukan tugas kami. Itulah tujuan akhir kami.” Momen tersebut menjadi cermin budaya baru yang tengah dibangun Portland: ego ditekan, pengorbanan kolektif dijunjung tinggi, dan kesuksesan tim di atas segalanya.
Bagi para penggemar fantasi, Deni Avdija tetap menjadi aset berharga. Kemampuannya mencetak poin, merebut rebound, dan membagi assist membuatnya konsisten menghasilkan angka di berbagai kategori. Selama ia mampu menjaga kesehatan dan konsistensi, posisinya sebagai motor serangan Portland tampaknya belum akan tergoyahkan.
Dengan rekor 3-0 dan chemistry yang semakin matang antara Avdija, Lillard, dan Morant, Trail Blazers menjelma sebagai salah satu tim paling menarik untuk disaksikan musim ini. Jika Deni Avdija mampu mempertahankan performa apiknya, bukan tidak mungkin Portland kembali ke panggung playoff dan mencuri perhatian di kompetisi NBA musim ini.
