Ja Morant Bersinar di Portland: Blazers Hentikan Laju Sempurna Lakers dan Melesat 4-0
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Bintang guard Ja Morant kembali menunjukkan kelasnya di pentas NBA 2026/2027. Dalam laga sengit yang berlangsung di Crypto.com Arena, Rabu (28/10/2026) siang WIB, Ja Morant menyumbang 23 poin saat Portland Trail Blazers menaklukkan Los Angeles Lakers dengan skor 136-129. Kemenangan ini bukan hanya memutus rekor sempurna Lakers, tetapi juga membawa Blazers melesat dengan catatan 4-0 di awal musim.
Pertemuan kedua tim menjadi sorotan karena keduanya sama-sama mengawali musim dengan tiga kemenangan beruntun. Lakers dan Blazers tampil percaya diri, menjadikan duel ini sebagai ujian sesungguhnya bagi kekuatan skuad masing-masing. Hasilnya, Blazers keluar sebagai pemenang dan menjaga rekor tanpa cela mereka.
Dominasi Awal Lakers yang Tak Bertahan Lama
Lakers membuka pertandingan dengan sangat dominan. Mereka sempat unggul 11 poin dan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 38-32. Luka Doncic dan Sandro Mamukelashvili menjadi figur kunci tuan rumah di 12 menit awal, memaksa pertahanan Blazers bekerja ekstra keras.
Memasuki kuarter kedua, Blazers mulai bangkit. Trio Deni Avdija, Damian Lillard, dan Ja Morant bahu-membahu membalikkan keadaan hingga sempat memimpin. Namun Lakers kembali menemukan ritme dan menutup babak pertama dengan keunggulan lima angka. Kuarter ketiga pun kembali dikuasai Lakers yang mampu memperlebar jarak hingga 11 poin untuk kali kedua.
Kebangkitan Blazers di Kuarter Keempat
Semua berubah di awal kuarter empat. Blazers menggebrak dengan laju 11-1 yang langsung membalikkan keadaan. Setelah momentum beralih, keunggulan silih berganti beberapa kali. Sepanjang laga tercatat 11 kali perubahan tim yang memimpin dan 10 kali kedudukan imbang, menandakan betapa ketatnya pertarungan ini hingga detik-detik akhir.
Deni Avdija menjadi bintang kemenangan Blazers dengan torehan 23 poin dan sembilan assist. Tembakan tiga angkanya saat laga tersisa dua menit 59 detik membawa Blazers unggul empat poin. Ia kemudian memberikan assist kepada Damian Lillard yang diakhiri dengan stepback tiga angka ketika laga tersisa 43 detik, membuat Blazers unggul 135-129 dan praktis mengunci kemenangan. Damian Lillard sendiri finis dengan 21 poin, termasuk 10 poin di kuarter terakhir.
Peran Ja Morant dalam Skema Baru Blazers
Kehadiran Ja Morant di Portland menjadi salah satu cerita menarik musim ini. Setelah resmi bergabung dari Memphis Grizzlies pada bursa transfer musim panas, Ja Morant langsung dipercaya tampil sejak menit pertama bersama Damian Lillard di lini belakang. Duo superstar guard ini terbukti mampu berbagi tanggung jawab ofensif tanpa mengganggu ritme tim.
Pada laga melawan Lakers, Ja Morant tampil efisien dengan sembilan dari 13 tembakan berhasil masuk, termasuk satu tembakan tiga angka, serta sempurna dalam empat kesempatan lemparan bebas. Meski mengambil peran lebih kecil di kuarter keempat, ia mencetak 10 dari 23 poinnya di kuarter pertama. Kombinasi Avdija, Lillard, dan Ja Morant yang semuanya bisa bermain dengan atau tanpa bola menjadi faktor besar di balik kemenangan ini.
Robert Williams III dan Kedalaman Skuad Blazers
Selain trio utama, Blazers juga mendapat kontribusi penting dari bangku cadangan. Robert Williams III mencatat double-double dengan 14 poin dan 10 rebound dalam 21 menit bermain, bahkan dipercaya berada di lapangan saat momen krusial. Jrue Holiday menambah 22 poin dari bangku cadangan, sementara Donovan Clingan menyumbang sembilan poin dan 10 rebound. Kedalaman skuad ini menjadi kekuatan tersendiri bagi pelatih dalam mengatur rotasi.
Di kubu Lakers, Luka Doncic tampil luar biasa dengan 41 poin, lima rebound, dan sembilan assist. Austin Reaves menambahkan 26 poin tanpa melakukan turnover sama sekali, sementara Sandro Mamukelashvili mencetak 17 poin. Sayangnya, performa individu gemilang tersebut belum cukup untuk membendung agresivitas Blazers di kuarter penutup.
Implikasi bagi Persaingan Musim
Kemenangan ini menegaskan bahwa Blazers layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan baru di Wilayah Barat. Dengan rekor 4-0, mereka mengirim sinyal serius kepada tim-tim lain. Adaptasi Ja Morant bersama Damian Lillard dan Deni Avdija berjalan mulus, sementara kedalaman skuad memberi fleksibilitas taktis yang menguntungkan.
Bagi Lakers, kekalahan perdana ini menjadi bahan evaluasi. Meski tampil dominan di tiga kuarter pertama, mereka gagal menjaga intensitas di momen penentuan. Pertahanan di kuarter keempat menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki jika ingin tetap bersaing di papan atas.
Dengan performa efisien dan kontribusi nyata di lini serang, Ja Morant membuktikan bahwa kepindahannya ke Portland adalah langkah tepat untuk menghidupkan kembali kariernya. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Blazers menjadi salah satu kandidat kuat di playoff musim ini.
