Inforiau – 28 Oktober 2026 | Konten horor Nadia Omara KHW kembali menjadi perbincangan hangat warganet. Episode spesial ke-400 dari segmen Kisah Horor Wawak (KHW) yang berjudul “PULANG” resmi tayang di kanal YouTube Nadia Omara pada Minggu, 25 Oktober 2026, dan langsung trending. Dengan durasi mencapai 2 jam 41 menit, cerita ini bukan sekadar menghadirkan teror makhluk gaib, tetapi juga membongkar tragedi keluarga yang penuh liku.
Kisah dalam Nadia Omara KHW Part 400 ini berpusat pada kehidupan Mbak Santi, suaminya Mas Edo, dan putri mereka, Tata. Di mata lingkungan, keluarga ini dikenal harmonis, dermawan, dan berkecukupan. Namun, di balik senyum yang terlihat, tersimpan persoalan serius yang tidak diketahui banyak orang, termasuk dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Mbak Santi.
Kronologi Kematian Mbak Santi yang Semula Diduga Bunuh Diri
Cerita bermula dari kematian Mbak Santi yang awalnya dilaporkan sebagai kasus bunuh diri. Namun, sejumlah kejanggalan membuat orang-orang terdekatnya curiga. Mbak Maya, sahabat Mbak Santi, mengungkap bahwa korban pernah mencurahkan masalah rumah tangganya, termasuk kekerasan yang dilakukan Mas Edo. Kecurigaan semakin kuat ketika penyelidikan mengungkap kejanggalan dalam penanganan jenazah. Orang yang mengaku sebagai polisi dan dokter ternyata diduga bukan pihak berwenang, dan tempat pemeriksaan disebut berkaitan dengan klinik aborsi ilegal.
Setelah kematian Mbak Santi, berbagai kejadian mistis mulai muncul. Dewi mengalami kesurupan dan menyebut nama Edo. Sosok yang menyerupai Mbak Santi juga muncul menyampaikan pesan kepada orang-orang terdekatnya. Dimas, yang tinggal bersama Mas Edo, menyaksikan gangguan menyeramkan yang membuat kondisi pria tersebut semakin memburuk.
Terungkapnya Praktik Pesugihan dan Tumbal Keluarga
Kebenaran akhirnya terungkap ketika Ahmad, seorang ustaz, melakukan rukiah terhadap Mas Edo. Dalam proses tersebut, terungkap bahwa Mas Edo terlibat praktik pesugihan. Mbak Santi ternyata dijadikan tumbal dalam praktik tersebut. Karena kematian terjadi sebelum ritual, tumbal pengganti pun dibutuhkan dan Tata menjadi sasaran berikutnya. Menjelang akhir cerita, Mas Edo mengalami penderitaan dan mulai menyesali perbuatannya. Ia disebut menolak menyerahkan Tata sebagai tumbal.
Setelah Mas Edo meninggal, sebuah surat pengakuan ditemukan. Surat itu mengungkap bahwa ia membunuh Mbak Santi ketika istrinya hendak pergi membawa Tata setelah mengetahui rahasia pesugihan tersebut. Cerita Nadia Omara KHW Part 400 ini pun menjadi viral dan memicu beragam reaksi emosional dari penonton.
Respons Emosional dari Tata dan Penonton
Usai cerita tersebut dibagikan, Nadia Omara mengungkapkan bahwa dirinya menerima pesan langsung (DM) dari sosok Tata. Pesan tersebut berisi ucapan terima kasih kepada Nadia, tim KHW, serta para penonton yang telah mengikuti episode spesial tersebut. Tata juga menyampaikan rasa haru atas doa-doa yang mengalir serta harapan baik untuk Nadia dan seluruh tim KHW. Nadia Omara KHW Part 400 tidak hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
Dalam pembukaan kontennya, Nadia Omara menjelaskan bahwa cerita “PULANG” berasal dari kisah yang dikirimkan oleh tiga orang, yakni Rizki, Fajar, dan Dimas. Untuk melindungi identitas pihak-pihak yang terlibat, nama orang, tanggal, serta lokasi dalam cerita telah disamarkan.
Episode spesial ini menjadi bukti bahwa Nadia Omara KHW mampu meramu kisah horor dengan konflik rumah tangga yang kompleks. Popularitas cerita “PULANG” semakin meningkat setelah muncul beragam kejadian menyeramkan dan pengungkapan rahasia yang mengubah pandangan keluarga terhadap kematian Mbak Santi. Hingga kini, video tersebut masih menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Sebagai penutup, kisah “PULANG” dalam Nadia Omara KHW Part 400 mengingatkan kita bahwa di balik kehidupan yang tampak harmonis, bisa tersimpan rahasia kelam yang menghancurkan. Ambisi terhadap kekayaan dan konflik rumah tangga yang tidak terselesaikan dapat membawa keluarga menuju kehancuran. Cerita ini sukses tidak hanya karena elemen horornya, tetapi juga karena pesan moral yang kuat tentang pentingnya kejujuran dan komunikasi dalam keluarga.
