MacBook Pro OLED Layar Sentuh Bocor, Harga Melonjak hingga Rp45 Juta?
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Kabut misteri seputar masa depan lini laptop profesional Apple kembali menebal. Bocoran terbaru menyebutkan bahwa macbook pro generasi mendatang akan membawa perubahan besar yang selama bertahun-tahun ditolak Apple, yakni layar sentuh OLED. Namun, inovasi tersebut tampaknya harus dibayar mahal oleh para pengguna setia.
Laporan jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, mengungkap bahwa Apple tengah mempertimbangkan harga jual 2.899 dolar AS untuk model 14 inci dengan chip M5 Pro dan layar OLED sentuh. Angka itu naik sekitar 400 dolar AS dari harga model saat ini yang dipasarkan 2.499 dolar AS di Amerika Serikat. Untuk varian 16 inci, jika premi yang sama diterapkan pada model 2.999 dolar AS, maka harga awalnya bisa menyentuh 3.399 dolar AS atau bahkan lebih tinggi lagi.
Pihak Apple sendiri belum mengonfirmasi kebocoran ini dan menolak berkomentar. Jika terealisasi, macbook pro OLED ini akan menjadi model termahal yang pernah diluncurkan Apple, melampaui rekor MacBook Pro 17 inci tahun 2006 yang dibanderol 2.799 dolar AS.
Layar OLED dan Dynamic Island Jadi Daya Tarik Utama
Menurut bocoran tersebut, kedua ukuran akan mengusung panel sentuh “OLED XDR” dengan Dynamic Island yang menggantikan notch pada layar. Keduanya menjadi yang pertama di jajaran Mac. Selain itu, beredar pula informasi soal bezel yang lebih tipis, bodi lebih ringan, dan engsel yang lebih kokoh. Engsel yang kaku ini dinilai penting untuk penggunaan sehari-hari agar layar tidak bergoyang saat disentuh.
Menariknya, di sektor dapur pacu nyaris tidak ada perubahan berarti. Chip M5 Pro dan M5 Max yang dirilis Maret disebut masih dipertahankan, sehingga peningkatan performa lebih banyak datang dari layar, bodi, dan kemampuan sentuh ketimbang tenaga mentah. Sistem operasi macOS Golden Gate dikabarkan akan menghadirkan menu yang terbuka mengikuti posisi jari, bukan di lokasi tetap. Meski begitu, Apple tetap memperkirakan sebagian besar pengguna akan setia pada keyboard dan trackpad.
Sistem pendinginan pun disebut telah dirombak, dengan aliran udara yang dialirkan keluar melalui engsel. Perangkat ini diperkirakan meluncur dalam ajang Pro and Tell. Versi mini-LED lama kabarnya tetap dijual sebagai opsi lebih murah bagi pembeli yang tak membutuhkan layar OLED.
Dampak ke Pasar Indonesia dan India
Kenaikan harga ini bukan hanya soal pasar Amerika. Di India, MacBook Pro 14 inci dengan M5 Pro kini dibanderol mulai 299.900 rupee, naik dari 249.900 rupee setelah revisi Juni. Premi serupa berpotensi mendorong model OLED sentuh menembus angka 300.000 rupee.
Di sisi lain, Apple baru saja memperkenalkan MacBook Pro 14 inci dengan chip M6 pada 27 Oktober. Perangkat ini membawa CPU dan GPU masing-masing 12 inti serta Neural Engine 16 inti ganda untuk mendukung tugas kreatif dan AI, seperti menjalankan model bahasa besar (LLM) secara lokal.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Memori terpadu | Mulai 16GB, maksimal 32GB |
| Layar | Liquid Retina XDR, opsi Nano-texture |
| Konektivitas | Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6 |
| Baterai | Hingga 24 jam |
| Warna | Space Black dan Perak |
Apple mengklaim grafis chip M6 lebih cepat hingga 30 persen dan beban kerja AI hingga 25 persen dibandingkan generasi M5. Bahkan, dibandingkan MacBook Pro 13 inci dengan M1, lonjakan performa grafisnya mencapai 11 kali lipat dan kemampuan AI hingga 13 kali lipat. Kehadiran Neural Accelerator pada setiap inti GPU memungkinkan perangkat menjalankan LLM secara lokal dengan aman tanpa bergantung penuh pada komputasi awan.
Perangkat ini menyasar mahasiswa, pelaku bisnis, hingga kreator konten yang membutuhkan kecepatan dan responsivitas dalam tugas produktivitas harian. Untuk pasar Indonesia, macbook pro M6 disebut akan segera hadir, meski tanggal pastinya belum diumumkan.
Pergeseran Strategi Apple
Kehadiran layar sentuh pada macbook pro menandai perubahan strategi yang cukup mencolok. Selama bertahun-tahun Apple menolak fitur tersebut untuk laptop dan menegaskan pemisahan jelas antara iPad dan Mac. Kini batas itu tampak mulai luntur, menjadikannya salah satu perubahan terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Pertanyaannya kini, apakah kenyamanan layar sentuh sebanding dengan premi 400 dolar AS yang harus dibayar? Bagi sebagian pengguna, peningkatan pada layar, bodi, dan engsel mungkin cukup menggoda. Namun bagi yang lain, macbook pro berpotensi berubah menjadi perangkat mewah yang semakin menjauh dari jangkauan.
Dengan kombinasi bocoran harga selangit dan kehadiran M6 yang lebih terjangkau, konsumen dihadapkan pada dua jalur: mengejar inovasi layar sentuh OLED atau tetap setia pada performa solid dengan harga lebih bersahabat. Yang jelas, peta persaingan laptop profesional sebentar lagi akan berubah, dan Apple tampaknya siap mempertaruhkan posisinya di segmen premium.
