Schalke 04 Tersingkir dari DFB-Pokal: Kekalahan Memalukan yang Memperparah Krisis
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Krisis yang melanda Schalke 04 semakin dalam setelah klub berjuluk Königsblauen itu tersingkir secara mengejutkan dari ajang DFB-Pokal. Dalam laga putaran kedua yang digelar di markas Dynamo Dresden, Schalke harus menelan kekalahan 0-2 (0-0) dan gagal melangkah ke babak 16 besar. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi tim asuhan pelatih Miron Muslic yang tampil tumpul di lini depan dan terus terpuruk dalam beberapa pekan terakhir.
Pertandingan berlangsung pada Rabu malam dengan Dynamo Dresden, klub kasta kedua Bundesliga, tampil lebih agresif dan berani. Schalke justru memilih pendekatan defensif sejak menit awal, berusaha menjaga gawang agar tidak kebobolan. Strategi itu sempat bertahan hingga turun minum, namun akhirnya runtuh pada babak kedua. Patrice Covic membuka keunggulan Dresden pada menit ke-54, sebelum Christoph Daferner memastikan kemenangan tuan rumah pada menit ke-88. Bagi Dresden, kemenangan ini menjadi tiket pertama mereka ke babak 16 besar setelah dua belas tahun terakhir absen di fase tersebut.
Pelatih Miron Muslic menurunkan formasi dengan Loris Karius di bawah mistar, didukung lini belakang yang diperkuat Ayhan, Katic, dan Kurucay. Di lini tengah, Dina Ebimbe, Tanaka, Vozar, dan V. Becker berusaha mengatur permainan, sementara H. Hwang, Aouchiche, dan Dzeko diplot sebagai ujung tombak. Namun, kombinasi tersebut tak mampu menciptakan ancaman berarti. Sepanjang babak pertama, Schalke hanya menciptakan satu peluang berbahaya, itupun menjelang jeda.
Kiper Loris Karius mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka usai pertandingan. Ia menilai rekan-rekannya tampil tanpa daya dobrak dan minim semangat juang. Menurut Karius, bahkan sebelum gol kedua Dresden tercipta, tidak ada tanda-tanda bahwa Schalke mampu membalikkan keadaan atau bermain menekan. Ia menyebut penampilan timnya terlalu lemah, terutama di sektor penyerangan, dan menegaskan bahwa para pemain tidak memberikan cukup upaya di lapangan. Suasana ruang ganti pun dilaporkan hening dan penuh kekecewaan setelah laga berakhir.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Schalke. Klub lima kali juara DFB-Pokal tersebut kini menunggu enam tahun untuk kembali merasakan babak 16 besar. Secara keseluruhan, Schalke telah melewati lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi. Karius menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit dan memberikan reaksi pada laga berikutnya melawan RB Leipzig. Ia menegaskan bahwa Schalke adalah klub besar yang berlaga di Bundesliga dan tidak boleh bersembunyi dari tanggung jawab.
Selain kerugian secara sportif, tersingkirnya Schalke juga berdampak pada kondisi keuangan klub. Melangkah ke babak 16 besar DFB-Pokal sejatinya mendatangkan pemasukan signifikan yang sangat dibutuhkan oleh klub yang tengah menghadapi tekanan finansial. Hilangnya kesempatan tersebut menjadi pukulan ganda bagi manajemen dan para pendukung setia Schalke.
Di sisi lain, hasil ini menjadi berkah bagi Dynamo Dresden yang tampil disiplin dan memanfaatkan kelemahan lawan. Pelatih Thomas Stamm menyiapkan timnya dengan baik, dengan dukungan pemain seperti Grill di bawah mistar serta kombinasi Covic, Vermeij, dan Bobzien di lini serang. Pergantian pemain yang tepat, termasuk masuknya Daferner yang kemudian mencetak gol kedua, terbukti efektif.
Sementara itu, sejumlah laga lain di putaran kedua DFB-Pokal turut menyajikan cerita menarik. SC Freiburg menyingkirkan VfL Wolfsburg dengan skor 3-2 berkat gol dramatis Keisuke Goto di masa perpanjangan waktu, setelah Igor Matanovic turut menyumbang gol. VfB Stuttgart hanya menang tipis 1-0 atas SC Paderborn lewat gol Deniz Undav pada menit ke-90. Hertha BSC mengalahkan klub Regionalliga Jeddeloh dengan skor 2-0, memastikan tempat di babak berikutnya.
Kekalahan Schalke menjadi sorotan utama media Jerman. Publik menilai performa tim jauh dari standar klub sebesar Schalke, yang seharusnya mampu mendominasi pertandingan melawan tim kasta kedua. Tekanan kini semakin besar bagi Muslic dan para pemain untuk segera memperbaiki performa, mengingat jadwal Bundesliga yang menanti dengan lawan-lawan berat.
Dengan situasi yang semakin pelik, Schalke berada di persimpangan jalan. Kekalahan di DFB-Pokal bukan sekadar kegagalan meraih trofi, melainkan cerminan masalah mendasar dalam permainan tim. Jika tidak segera diatasi, krisis yang melanda Schalke berpotensi merembet ke kompetisi liga dan memperburuk posisi klub di klasemen. Para pendukung berharap ada perubahan nyata, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain, agar Schalke dapat kembali ke jalur kemenangan dan memulihkan kepercayaan diri yang selama ini menjadi identitas klub.
