Leverkusen vs Nürnberg: Drama 0:2 Jadi 5:2, Werkself Selamat dari Blamage di DFB-Pokal
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Laga leverkusen vs nürnberg di putaran kedua DFB-Pokal menyajikan drama yang nyaris berujung mimpi buruk bagi tuan rumah. Bayer Leverkusen sempat tertinggal 0:2 dari tim tamu 1. FC Nürnberg sebelum akhirnya bangkit dan menang dramatis 5:2 di hadapan 29.681 penonton di BayArena. Kemenangan ini membawa Werkself melaju ke babak 16 besar untuk keempat kalinya secara beruntun, sekaligus menghentikan tekanan setelah kekalahan 0:3 dari TSG Hoffenheim di Bundesliga akhir pekan lalu.
Nürnberg Mengejutkan Tuan Rumah
Bertindak sebagai favorit, Leverkusen justru tampil goyah sejak awal. Pelatih Carles Martínez melakukan rotasi besar-besaran, termasuk mencadangkan bomber Patrik Schick. Nürnberg asuhan Miroslav Klose, yang berstatus runner-up 2. Bundesliga, tampil agresif dengan pressing tinggi yang menyulitkan lini belakang tuan rumah.
Kejutan pun datang pada menit ke-13. Rafael Lubach, memanfaatkan umpan William Bøving, melepaskan tembakan mendatar terukur dari jarak sekitar 18 meter yang tak mampu dijangkau kiper Janis Blaswich. Skor berubah 0:1 untuk Nürnberg.
Leverkusen berusaha merespons, namun koordinasi lini depan yang diisi Nathan Tella sebagai ujung tombak masih jauh dari ideal. Sebaliknya, Nürnberg kembali menghukum kelengahan tuan rumah. Berawal dari kesalahan umpan Aleix García, tim tamu melakukan serangan balik cepat. Bøving kembali menjadi kreator, mengirim umpan silang yang diselesaikan Sigurd Haugen pada menit ke-30. Kedudukan menjadi 0:2 dan BayArena sempat terdiam.
Tapsoba Jadi Penyelamat
Gelombang tekanan Leverkusen baru benar-benar terlihat menjelang akhir babak pertama. Setelah tembakan Tella berhasil dimentahkan kiper Jan Reichert, bola sepak pojok menghasilkan gol. Kapten Edmond Tapsoba mendorong bola dengan bahunya melewati garis gawang pada menit ke-41, memperkecil ketertinggalan menjadi 1:2.
Pada babak kedua, Martínez mengambil langkah krusial dengan memasukkan Patrik Schick, Ibrahim Maza, dan Ezequiel Fernández. Perubahan itu langsung membuahkan hasil. Baru empat menit setelah peluit babak kedua, kembali melalui skema sepak pojok, Tapsoba menyambar bola rebound untuk menyamakan kedudukan menjadi 2:2. Itu menjadi brace pertama sang bek untuk Werkself.
Leverkusen kini menguasai jalannya pertandingan. Nürnberg yang sebelumnya begitu berani mulai kewalahan menghadapi tekanan bertubi-tubi. Pada menit ke-70, wasit Felix Zwayer menunjuk titik putih setelah Alexios Kalogeropoulos menjatuhkan Schick di kotak penalti. Schick yang menjadi korban mengambil sendiri tanggung jawabnya dan menaklukkan Reichert untuk membawa Leverkusen berbalik unggul 3:2.
Standar Bola Jadi Senjata Mematikan
Keunggulan tuan rumah kian kokoh pada menit ke-78. Jonas Hofmann, yang tampil sebagai pengganti, melepaskan tembakan jarak jauh terarah setelah menerima umpan García. Skor berubah 4:2. Gol penutup lahir pada menit ke-89 melalui voli keras Lucas Vázquez yang memanfaatkan bola muntahan dari sepak pojok, menutup kemenangan 5:2.
Menariknya, empat dari lima gol Leverkusen dalam pertandingan ini lahir dari situasi bola mati, menegaskan efektivitas tim dalam memanfaatkan standar bola. Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi tuan rumah setelah jeda:
| Babak | Gol Leverkusen | Gol Nürnberg | Catatan |
|---|---|---|---|
| Pertama | 1 | 2 | Tapsoba (41′) |
| Kedua | 4 | 0 | Tapsoba, Schick, Hofmann, Vázquez |
Kendati menang besar, performa Leverkusen di 30 menit pertama tetap menjadi catatan tersendiri. Lini pertahanan dinilai terlalu pasif dan kehilangan momentum, sementara lini serang kurang tajam sebelum masuknya Schick dan Maza. Pelatih Martínez disebut perlu segera memperbaiki konsistensi tim mengingat jadwal padat menanti, termasuk laga melawan VfB Stuttgart di Bundesliga.
Klose Kecewa, Wagner Terpuruk
Bagi Nürnberg, kekalahan ini terasa pahit. Klose menilai timnya tampil berani dan sempat menguasai permainan, namun gagal mempertahankan intensitas. Hasil ini membuat Nürnberg gagal menang dalam empat laga kompetitif beruntun.
Sementara itu, dalam laga lain, krisis Hannover 96 kian dalam. Tim asuhan Sandro Wagner tersingkir setelah kalah 0:2 dari 1. FC Kaiserslautern melalui gol Milos Lukovic dan Ivan Prtajin. Wagner masih belum meraih satu pun kemenangan dari empat laga bersama Hannover, menambah tekanan di kursi pelatih.
Duel leverkusen vs nürnberg sendiri menjadi pengingat bahwa kejutan selalu mungkin terjadi di DFB-Pokal. Namun kualitas skuad dan kedalaman bangku cadangan Leverkusen terbukti menjadi pembeda. Kemenangan dramatis ini mempertegas status Leverkusen sebagai tim yang selalu layak diperhitungkan di kompetisi cup, setelah dalam tiga musim terakhir selalu minimal mencapai semifinal.
Dengan hasil ini, jalan Leverkusen menuju trofi ketiga setelah 1993 dan 2024 masih terbuka lebar. Meski demikian, performa dua wajah yang ditunjukkan dalam laga leverkusen vs nürnberg menjadi alarm bagi Martínez untuk segera membenahi konsistensi tim sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih berat di putaran berikutnya. Nürnberg boleh pulang dengan kepala tegak, tetapi sepak bola menuntut hasil, dan kali ini hasil berpihak kepada tuan rumah.
