Celtic Ditahan Imbang Dundee United 2-2: Gol Camilo Duran Tak Cukup, Pertahanan O'Neill Kembali Jadi Sorotan
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Celtic harus puas berbagi angka saat menjamu Dundee United dalam lanjutan Liga Skotlandia di Celtic Park, Selasa (28/10/2026) malam waktu setempat. Laga yang berakhir 2-2 itu sejatinya menjadi panggung bagi striker asal Kolombia, Camilo Duran, yang kembali mencetak gol dan memantapkan posisinya sebagai top skor sementara kompetisi. Namun, keunggulan Celtic yang sempat dibangun lewat gol tersebut sirna setelah lini belakang mereka kembali menunjukkan kerapuhan yang sudah menjadi pola sepanjang musim ini.
Duran membuka keunggulan Celtic pada menit ke-18 setelah memanfaatkan umpan dari Kasper Hogh yang berperan sebagai pivot di kotak penalti lawan. Gol itu menjadi yang ketujuh bagi Duran di Liga Skotlandia dari sebelas pertandingan, sekaligus menempatkannya sebagai pemuncak daftar pencetak gol terbanyak secara tunggal. Secara keseluruhan, penyerang berusia muda itu telah mengoleksi sebelas gol di semua kompetisi plus lima assist, dengan lima gol tercipta dalam enam laga terakhir. Ia bermain hingga menit ke-84 sebelum digantikan Shumaira Mheuka.
Namun, keunggulan Celtic tidak bertahan lama. Dundee United yang tampil disiplin dan berani menekan berhasil membalikkan keadaan sebelum jeda melalui Zac Sapsford dan Neil Farrugia. Dua gol tersebut lahir dari kelengahan pertahanan tuan rumah yang kerap kehilangan konsentrasi di momen-momen krusial. Sepanjang babak pertama, Celtic terlihat rapuh saat menghadapi serangan balik cepat lawan, sebuah masalah yang sebenarnya sudah lama mengintai tim asuhan Martin O’Neill.
Memasuki babak kedua, O’Neill melakukan perubahan dengan memasukkan dua pemain sayap, Jota dan Haissem Hassan. Dampaknya langsung terasa. Celtic tampil jauh lebih agresif dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Liam Scales akhirnya menyelamatkan satu poin bagi Celtic lewat gol penyama kedudukan. Hassan sendiri menjadi momok bagi pertahanan Dundee United dengan umpan-umpan silangnya yang merepotkan, meski rekan-rekannya gagal memaksimalkan peluang menjadi gol kemenangan.
Usai laga, O’Neill mengaku tidak sepenuhnya kecewa meski peluang memperlebar jarak di puncak klasemen terbuang. “Kami tidak bisa mengontrol apa yang terjadi di tempat lain. Kekecewaan dan frustrasi datang karena tidak memenangkan pertandingan kandang, itu saja. Tapi mengingat berbagai cobaan dan tantangan dalam beberapa pekan terakhir, saya tidak sepenuhnya tidak puas,” ujarnya kepada BBC Scotland. Ia menambahkan bahwa timnya tampil sangat kuat di babak kedua, meski mengakui lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah.
Masalah pertahanan memang menjadi bayang-bayang Celtic musim ini. Sejak menang 4-0 atas Dundee United di Piala Liga pertengahan Agustus, Celtic hanya mencatat empat clean sheet dari 14 pertandingan berikutnya di semua kompetisi dan kebobolan 22 gol. Statistik itu menunjukkan bahwa meski mampu mencetak banyak gol, Celtic terus memberi peluang kepada lawan. Bahkan pada laga di Tannadice tersebut, Dundee United tercatat lima kali membentur mistar gawang, sebuah peringatan dini yang tampaknya belum sepenuhnya diatasi.
Dengan hasil ini, Celtic tetap memuncaki klasemen Liga Skotlandia dengan 28 poin dari sebelas pertandingan, unggul dua hingga lima poin atas Rangers di posisi kedua, tergantung hasil laga lain. Rangers sendiri disebut sebagai satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan Celtic musim ini. Meski tetap di puncak, hasil imbang ini terasa seperti kehilangan dua poin berharga, terutama karena Rangers dan Hearts juga bermain imbang di Tynecastle sehingga peluang Celtic menjauh justru terbuang.
Ke depan, Celtic akan menghadapi jadwal padat yang menuntut konsistensi. Laga melawan Falkirk pada 1 November menjadi ujian berikutnya di liga, sebelum menghadapi Besiktas pada 5 November dalam pertandingan krusial Liga Europa. O’Neill menegaskan timnya harus segera melupakan hasil ini dan fokus ke pertandingan berikutnya. “Ini pertandingan besar melawan Falkirk pada hari Minggu,” tegasnya.
Bagi Camilo Duran, performa impresifnya menjadi berkah tersendiri. Meski baru bergabung musim ini, penyerang asal Santa Marta itu telah menjadi andalan di lini depan Celtic. Ketajamannya di depan gawang menjadi salah satu alasan utama mengapa Celtic masih mampu bertahan di puncak klasemen meski pertahanan mereka sering goyah. Namun, jika Celtic ingin mempertahankan gelar, perbaikan di lini belakang menjadi harga mati. Kualitas individu di lini serang sudah terbukti, tetapi keseimbangan antara menyerang dan bertahan akan menentukan langkah Celtic hingga akhir musim.
Secara keseluruhan, laga melawan Dundee United menjadi cermin dari perjalanan Celtic musim ini: tajam di depan gawang, tetapi rentan di belakang. Kemenangan atas Dundee United di Piala Liga dengan skor besar ternyata tidak serta-merta menutupi kelemahan struktural yang ada. O’Neill, yang dikenal sebagai pelatih berpengalaman, dituntut untuk segera menemukan solusi sebelum jarak di puncak klasemen menipis. Dengan kompetisi yang semakin ketat dan jadwal Eropa yang menanti, Celtic tidak bisa terus mengandalkan produktivitas lini serang semata. Stabilitas pertahanan adalah kunci jika ingin meraih trofi di akhir musim.
