NBA Today: Badai Cedera Hantam Bintang, Drama Ernie Johnson hingga Kontroversi Flopping Mewarnai Awal Musim
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Dunia NBA today diwarnai kabar kurang sedap menjelang bergulirnya musim 2026-2027. Sejumlah bintang utama harus menepi karena cedera serius, sementara drama emosional dan kontroversi aturan baru ikut menghiasi pemberitaan. Oklahoma City Thunder menjadi pihak paling dirundung nestapa setelah Jalen Williams mengalami cedera parah pada kaki dan pergelangan kakinya yang berpotensi mengakhiri musimnya lebih cepat. Nasib nahas itu melengkapi derita Cason Wallace yang harus menjalani operasi bahu dengan masa pemulihan panjang.
Manajer Umum Thunder, Sam Presti, mengakui timnya memang akrab dengan situasi sulit semacam ini. “Kami punya pengalaman unik soal ini. Bukan pengalaman yang menyenangkan, tetapi kami memilikinya. Kami akan bersandar pada itu. Sebagian besar, kami sangat berorientasi pada proses, yang membuat kami tetap rendah hati saat baik dan tetap stabil saat menghadapi kesulitan,” ujarnya. Padahal, Thunder digadang-gadang sebagai kandidat kuat peraih gelar kedua dalam tiga tahun.
Di Minnesota, Anthony Edwards memilih jalur berbeda. Ia menjalani operasi artroskopi pada lututnya dengan target kembali sebelum babak playoff. Timberwolves menilai gelar juara jauh lebih penting ketimbang penghargaan individu yang tak bisa diraih akibat terlalu banyak absen. Edwards selama ini bermain dengan rasa sakit, dan keputusan menunda operasi dinilai tidak bijak. Berbeda dengan Edwards, Toronto Raptors harus kehilangan Kawhi Leonard setidaknya sepekan akibat peradangan lutut. Kabar baiknya, tidak ada cedera akut pada lutut kiri, meski RJ Barrett menegaskan timnya tetap harus mencari solusi hingga Leonard kembali.
Di luar lapangan, NBA today juga dihebohkan oleh pengumuman pensiunnya Ernie Johnson dari acara ikonik Inside the NBA setelah musim ini. Pria berusia 70 tahun itu mengaku memutuskan berhenti karena alasan kesehatan, khususnya masalah jantung yang ia derita dua tahun terakhir. “Ini musim terakhir saya. Sepenuhnya keputusan saya. Sudah waktunya. Merupakan kehormatan bisa berbagi begitu banyak malam bersama saudara-saudara saya, Kenny, Charles, dan Shaq,” tuturnya.
Momen mengharukan terjadi saat Charles Barkley tak kuasa menahan tangis. “Itu berat. Kami tahu hari ini akan datang, tapi tetap berat. Sudah 26, 27 tahun, dan merupakan kehormatan bekerja denganmu. Kau pemimpin kami yang tak terbantahkan,” kata Barkley dengan suara serak. Shaquille O’Neal turut menyampaikan rasa terima kasihnya dengan nada bercanda. “Terima kasih untuk perjalanan luar biasa. Aku tak menyangka hari ini akan datang. Aku bahkan tidak tahu kau sudah 70 tahun,” ujarnya disambut tawa Johnson.
Isu lain yang menghangat dalam NBA today adalah aturan baru soal flopping. Dua pelatih, Steve Kerr dan Chris Finch, menyerukan perubahan cara wasit menegakkan aturan tersebut. Finch menilai teknis flopping yang dikeluarkan dalam laga Lakers melawan Blazers salah sasaran karena semuanya diberikan kepada pemain bertahan. “Yang salah adalah semua flopping yang mereka panggil terjadi pada pemain bertahan. Itu bukan yang diinginkan orang dari permainan. Mereka ingin flopping pada penyerang dihilangkan,” tegasnya. Kerr pun sepakat dengan gaya khasnya. “Kita seharusnya menjadi Asosiasi Tanpa Omong Kosong. Permainan jadi lebih baik saat pemain tidak flopping, tidak saling menarik, atau berlari ke layar seolah tertabrak mobil,” ucapnya.
Di sisi lain, mantan staf pemerintahan Trump, Britt McHenry, buka suara soal insiden pelemparan bir ke arah penonton dalam laga Washington Wizards. Ia mengaku dipicu oleh ucapan kasar yang melecehkan dirinya dan model Winnie Harlow. Insiden itu membuatnya kehilangan pekerjaan di Departemen Luar Negeri, namun ia bersikeras membela harga diri seorang perempuan.
Dari badai cedera, air mata perpisahan, hingga perdebatan aturan, NBA today membuktikan bahwa kompetisi bukan sekadar soal bola basket. Awal musim ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap lapangan, ada kerapuhan manusia, drama emosional, dan dinamika aturan yang terus dievaluasi. Para penggemar tentu berharap musim ini tetap menyajikan kompetisi berkualitas, dengan para bintang kembali sehat dan aturan yang lebih adil demi keindahan permainan itu sendiri.
