Block Blast Dituduh 'Curang' demi Cuan Iklan: Developer Bongkar Isi Kode Game Viral
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Fenomena block blast kembali mencuri perhatian publik, kali ini bukan karena keseruan memecahkan teka-teki blok warna-warni, melainkan tuduhan bahwa permainan tersebut dirancang untuk menguntungkan pengembang melalui iklan. Seorang developer sekaligus kreator konten, Ayomide Omolewa, mengklaim telah membongkar isi kode permainan populer itu dan menemukan bahwa tingkat kesulitan yang dihadapi pemain tidak sepenuhnya ditentukan oleh keterampilan, melainkan oleh nilai ekonomi pengguna bagi pendapatan iklan.
Dalam unggahan viral di Instagram yang telah ditonton lebih dari 15 juta kali, Omolewa menyebut bahwa block blast mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti negara tempat pengguna berada, model ponsel yang dipakai, dan yang paling penting, seberapa besar pendapatan iklan yang telah dihasilkan pengguna sebelumnya. “Ternyata, seberapa baik kamu bermain di game ini tidak ada hubungannya dengan skill, tapi lebih pada seberapa berharga kamu bagi mereka dalam hal iklan,” ujarnya seperti dikutip dalam unggahan tersebut.
Untuk sampai pada kesimpulan itu, Omolewa melakukan dekompilasi terhadap block blast, yakni proses menerjemahkan kembali program komputer menjadi bahasa kode tingkat tinggi yang dapat dibaca manusia, seperti JavaScript. Temuan ini sontak memicu perdebatan di kalangan pengguna, terutama karena permainan besutan Hungry Studio yang berbasis di Singapura itu selama ini dikenal sebagai game kasual yang sederhana dan mudah dimainkan.
Pesona Hypercasual dan Cuan Iklan yang Menggiurkan
Dirilis pada 2021, block blast menyajikan permainan puzzle dengan grid 8×8 yang diisi blok-blok berwarna. Pemain harus menempatkan tiga potongan baru ke dalam grid setiap putaran, berharap dapat memenuhi dan menghilangkan seluruh baris atau kolom untuk membuka ruang baru. Jika potongan tidak lagi muat, permainan berakhir. Konsepnya mirip Tetris, tetapi tanpa tekanan waktu yang membuat jantung berdebar.
Game ini masuk dalam kategori hypercasual, yang ditandai dengan antarmuka minimalis dan kemampuan dimainkan tanpa henti. Flappy Bird pada dekade 2010-an dianggap sebagai pelopor game hypercasual modern yang kemudian melahirkan tren besar di industri game mobile. block blast sendiri kini bertengger di jajaran game gratis paling banyak diunduh di Apple App Store, dengan rating 4,9 dari 5 berdasarkan hampir 3 juta ulasan.
Meski gratis diunduh dan dimainkan, bukan berarti Hungry Studio tidak meraup keuntungan. Hingga Januari 2026, perusahaan mengklaim memiliki 70 juta pengguna aktif harian dan sekitar 300 juta pengguna aktif bulanan. Lembaga analitik aplikasi Sensor Tower dalam laporan monetisasi iklan game memperkirakan block blast menjadi game dengan pendapatan iklan tertinggi, dengan perolehan bruto mencapai 127 juta dolar AS atau sekitar Rp518 miliar pada periode Januari hingga Mei 2026. Pesaing terdekatnya, Vita Mahjong, tertinggal hampir 38 juta dolar AS atau sekitar Rp154 miliar.
Kekhawatiran Etika dan Masa Depan Game Kasual
Analisis Omolewa menambah lapisan kritik terhadap praktik monetisasi game hypercasual. Jika benar bahwa algoritma block blast menyesuaikan tingkat kesulitan berdasarkan nilai iklan pengguna, maka ada persoalan etis mengenai transparansi dan keadilan bagi pemain. Pengguna di negara dengan daya beli rendah atau yang memakai perangkat murah berpotensi menghadapi pengalaman bermain yang lebih sulit, sementara pengguna yang dianggap menguntungkan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih lancar.
Hingga berita ini diturunkan, Hungry Studio belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun, temuan ini telah memantik diskusi luas di media sosial, dengan sebagian pemain mengaku merasa “diboongi” oleh mekanisme permainan yang mereka anggap murni berbasis keterampilan. Sebagian lainnya tetap menikmati block blast sebagai pengisi waktu luang tanpa ambisi kompetitif.
Terlepas dari kontroversi yang ada, popularitas block blast menunjukkan betapa besarnya pasar game kasual di Indonesia dan dunia. Para pengamat industri memperkirakan bahwa model bisnis berbasis iklan akan terus mendominasi, terutama karena biaya pengembangan yang relatif rendah dan jangkauan pengguna yang sangat luas. Pertanyaannya kini, sejauh mana pengembang boleh mendesain pengalaman bermain demi memaksimalkan pendapatan iklan tanpa mengorbankan prinsip keadilan bagi pengguna?
Kasus ini menjadi pengingat bagi para pemain agar lebih kritis terhadap aplikasi gratis yang mereka gunakan sehari-hari. Di sisi lain, regulator dan pelaku industri didorong untuk merumuskan standar transparansi yang lebih jelas, sehingga praktik monetisasi tidak berubah menjadi manipulasi terselubung. block blast mungkin hanya satu contoh, tetapi isu yang diangkatnya menyentuh jantung industri game mobile modern: keseimbangan antara keuntungan dan kepercayaan pengguna.
