Pandu Sjahrir Bongkar Strategi Danantara: Proyek Sampah Jadi Energi Laris Manis, Investor Global Berebut!
Inforiau – 29 Oktober 2026 | JAKARTA — Nama Pandu Sjahrir kembali menjadi sorotan dalam panggung investasi nasional. Sebagai Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengungkapkan bahwa pihaknya menempatkan keseimbangan antara imbal hasil komersial dan dampak strategis sebagai fondasi utama dalam setiap keputusan investasi. Pernyataan ini disampaikan Pandu Sjahrir di Jakarta, Rabu (28/10/2026), menandai babak baru pengelolaan dana investasi negara yang kian agresif namun tetap berhati-hati.
Dalam keterangan persnya, Pandu Sjahrir menegaskan pentingnya pengelolaan risiko berlapis serta disiplin keuangan yang ketat. “Setiap investasi perlu mempertimbangkan imbal hasil komersial dan dampak strategisnya, dengan tetap menerapkan pengelolaan risiko dan disiplin keuangan. Kami ingin memastikan investasi yang dijalankan dapat menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mendukung pengembangan sektor-sektor strategis Indonesia,” ujar Pandu Sjahrir.
Salah satu proyek yang menjadi bukti nyata strategi tersebut adalah pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy (WtE) senilai sekitar USD1,5 miliar. Proyek ini menarik perhatian pasar global secara luar biasa. Penerbitan obligasi untuk pendanaan proyek tersebut mengalami oversubscribed hingga hampir empat kali lipat dari nilai yang ditawarkan. Menariknya, sekitar 75 persen dari total permintaan berasal dari investor Amerika Serikat dan Eropa.
“Tingginya minat tersebut mencerminkan kepercayaan investor global terhadap proyek dan prospek pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia,” kata Pandu Sjahrir.
Keberhasilan proyek WtE ini tidak lepas dari target ambisius Danantara Indonesia yang menetapkan investasi pada proyek industri strategis mencapai USD20 hingga USD30 miliar, setara Rp361,4 triliun hingga Rp542,1 triliun, dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Untuk mendukung target tersebut, Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa menyebutkan bahwa pihaknya menyiapkan lebih dari 40 proyek strategis dalam kerangka pengembangan lima tahun. Sejumlah proyek sedang melalui studi kelayakan (feasibility study/FS) dan dapat dilanjutkan ke tahap perancangan teknik awal (front-end engineering design/FEED).
Sebelumnya, pada Rabu (5/3/2025), Kepala Badan Pelaksana (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani bersama Pandu Sjahrir dan Kepala Pelaksana Bidang Operasional (COO) Dony Oskaria menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan. Dalam jumpa pers usai pertemuan, Rosan menyebutkan bahwa Danantara masih mengkaji sejumlah proyek hilirisasi, pembangunan pusat data (data center), dan pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).
“Yang paling penting, investasi kita ini punya dampak positif ke depannya terhadap anak, cucu kita. Jadi, kami bilang Danantara itu, we invest for the future,” kata Rosan.
Kajian mendalam terhadap setiap proyek melibatkan komite investasi di level operasi, investasi, dan BP Danantara. Parameter yang menjadi pertimbangan meliputi penciptaan lapangan kerja, pengurangan impor, peningkatan daya saing, nilai tambah, serta asas kehati-hatian (prudent).
Di sisi lain, transformasi BUMN menjadi pilar penting dalam strategi lima tahun Danantara. COO Dony Oskaria menjelaskan bahwa konsolidasi, restrukturisasi, penguatan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci peningkatan kinerja perusahaan negara. Forum Danantara Indonesia International Forum (DTIIF) 2026 yang digelar di Fairmont Jakarta pada Senin (26/10/2026) menjadi ajang pertemuan pemerintah, pelaku bisnis, dan pemangku kepentingan untuk membahas strategi transformasi industri dan investasi nasional.
Dengan berbagai langkah strategis yang diambil, termasuk keberhasilan proyek waste-to-energy yang diminati investor global, Danantara Indonesia di bawah kepemimpinan Pandu Sjahrir sebagai CIO menunjukkan komitmen kuat untuk menyeimbangkan profitabilitas dan dampak sosial-lingkungan. Ke depan, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga disiplin keuangan dan memastikan setiap proyek memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Namun, sinyal positif dari pasar global menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk melangkah lebih jauh dalam transformasi ekonomi berkelanjutan.
