Tanpa Luka Doncic, Quentin Grimes Bersinar dan Bawa Lakers Permalukan Clippers
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Penampilan impresif datang dari Quentin Grimes ketika Los Angeles Lakers menghadapi rival sekota mereka, Los Angeles Clippers, dalam laga yang berlangsung di Intuit Dome, Inglewood. Tanpa kehadiran bintang utama Luka Doncic yang absen karena masalah ketegangan punggung, Grimes tampil sebagai pahlawan tak terduga dan membawa Lakers meraih kemenangan meyakinkan 103-87 atas Clippers, Rabu malam waktu setempat. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Lakers atas Clippers dalam kurun waktu kurang dari sepekan.
Quentin Grimes, penjaga tembak berusia 26 tahun, mendapatkan kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya musim ini dan langsung membuktikan kualitasnya. Ia mencatat 23 poin, lima asis, empat steal, serta tiga rebound dalam 38 menit bermain, yang menjadikannya pemain dengan menit terbanyak di tim pada laga tersebut. Angka tersebut sekaligus menjadi rekor pribadi terbaiknya musim ini untuk kategori poin, asis, dan steal.
Efisiensi tembakan Grimes terbilang solid dengan 7 dari 15 tembakan lapangan berhasil masuk, meski ia gagal mencetak angka dari garis tiga poin (0 dari 3). Namun, ketenangannya di garis lempar bebas patut diapresiasi, dengan 9 dari 11 tembakan bebas sukses dikonversi. Sebelum laga ini, Quentin Grimes hanya mencatat rata-rata 7,0 poin, 3,8 rebound, dan 2,3 asis dalam 24,3 menit per pertandingan. Kini ia telah mencetak dua digit poin dalam tiga dari lima pertandingan reguler Lakers sejauh ini.
Selain Grimes, Lakers juga mendapat kontribusi besar dari Collin Sexton yang menambah 21 poin dari bangku cadangan, termasuk 4 dari 7 tembakan tiga poin. Austin Reaves yang seharusnya menjadi tumpuan di lini belakang justru tampil kurang greget dengan 16 poin dan delapan asis, meski harus bekerja keras dengan akurasi 6 dari 16 tembakan lapangan. Sebelumnya, Reaves mencetak 28 poin saat Lakers mengalahkan Clippers pekan lalu.
Kedalaman skuad Lakers benar-benar teruji dalam laga ini. Lima pemain lainnya mencetak dua digit poin, menunjukkan kekuatan kolektif yang solid. Matisse Thybulle menyumbang 15 poin dengan akurasi tiga poin 4 dari 5, Sandro Mamukelashvili menambahkan 13 poin dan delapan rebound, sementara Walker Kessler menutup dengan 11 poin dan sembilan rebound. Jake LaRavia turut berperan dalam pekerjaan kotor dengan 10 rebound, lima di antaranya offensive, plus tiga steal.
Dari kubu Clippers, pelatih Tyronn Lue mengakui timnya masih kesulitan menjaga bola. Klipers kehilangan bola sebanyak 24 kali yang berujung pada 31 poin bagi Lakers. Kesalahan ini menjadi faktor penentu kekalahan mereka. “Kami harus melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menjaga bola,” ujar Lue. “Memiliki 26 turnover dalam dua pertandingan berturut-turut itu terlalu banyak, apalagi ketika kami tidak punya banyak ruang untuk kesalahan. Para pemain kami memahami hal itu.”
Lakers mengambil kendali pertandingan pada kuarter kedua dengan mencetak 31 poin berbanding 16 poin Clippers, termasuk 16 poin beruntun, sehingga unggul 56-38 saat turun minum. Dominasi itu berlanjut hingga akhir laga, membuat nyanyian “Let’s Go, Lakers” menggema dan menenggelamkan suasana pendukung tuan rumah di Intuit Dome.
Bagi Quentin Grimes, performa ini menjadi sinyal positif bahwa ia siap mengambil peran lebih besar ketika tim membutuhkan. Konsistensinya dalam mencetak dua digit poin di tiga dari lima laga menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pelengkap, melainkan aset berharga bagi rotasi Lakers. Dengan kemenangan ini, Lakers memperbaiki rekor menjadi 4-1 dan menegaskan posisi mereka sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan musim ini.
Keberhasilan Lakers tanpa Doncic juga menjadi bukti kedalaman skuad yang dimiliki pelatih. Ketika sang bintang absen, pemain peran seperti Quentin Grimes mampu mengangkat beban dan menjaga momentum tim. Jika konsistensi ini terus dijaga, Lakers memiliki peluang besar untuk bersaing di papan atas klasemen, sementara Grimes sendiri berpeluang mengamankan posisi di starting lineup untuk laga-laga berikutnya.
